benihbaik_2020-09-09_1599647885_FW_5f58b08d141e1.jpg
icon-ceklis
Terverifikasi
Bantu Kembangkan AGM Teripang

Donatur (3)

49 Hari Lagi

Dana terkumpul

Rp. 200.000
Donasi Sekarang

“Kami butuh oven (mesin pengering) untuk mengeringkan teripang. Agar kualitasnya lebih baik saat dijual”

Hai Teman Baik. Kenalkan Teman Kita Sigit dan Al, keduanya berdagang hasil laut kering. Membeli teripang basah atau setengah basah dari nelayan, untuk kemudian diproses ulang (dikeringkan) di tempat mereka, untuk dijual lagi ke perusahaan eksportir hasil laut.

Sigit dan Al memulai usaha teripang ini sejak 2018 dengan modal tabungan hasil bekerja sebagai honorer di instansi pemerintahan. Di awal-awal keduanya membeli teripang kering dari nelayan. Namun lama kelamaan, kedua Teman Kita ini kesulitan mempertahankan kualitas (quality control) teripang-teripang tersebut. Utamanya karena setiap daerah punya cara berbeda untuk memprosesnya. 

Selama enam bulan lebih besar pasak daripada tiang, baru keduanya beralih membeli teripang basah atau setengah basah ke nelayan. Kemudian diproses ulang sendiri dan dijual lagi. Alhamdulillah hasilnya memuaskan, sampai pandemi COVID-19 ini datang.

Teripang (Haisom) adalah makanan favorit di negara-negara Asia Timur, terutama di Tiongkok sana. Komoditas ini relatif mudah dijual (karena dalam bentuk kering) dan harganya tinggi di tingkat ekspor. Akan tetapi sejak akhir 2019 lalu, para eksportir teripang di Indonesia ikut terdampak karena ada pengetatan ekspor impor. Para pedagang kecil (perantara) seperti Sigit dan Al juga kena dampak. Apalagi nelayan-nelayan di daerah.

Sebenarnya teripang yang telah diproses kering dengan baik bisa tahan lama. Hanya saja proses pengeringan ini tidak optimal jika mengandalkan sinar matahari saja. Beberapa tahun belakangan cuaca makin sulit ditebak. Ketika musim teripang, malah penghujan. Ketika tidak musim, malah terik kemarau. Ini yang membuat mesin-mesin pengering (oven) dibutuhkan oleh pelaku UMKM seperti Sigit dan Al, serta nelayan-nelayan lainnya.


Sigit dan Al minta bantuan kamu untuk mengadakan 1 unit freezer untuk menyimpan teripang basah, 1 mesin vacuum sealer dan 1 unit oven untuk mengeringkan teripang. Satu unit freezer cukup untuk menyimpan kurang lebih 400 kg teripang. Sedangkan satu unit oven memiliki 20 rak. Dengan asumsi satu rak cukup untuk 5 kg teripang setengah kering. Maka sekali beroperasi ada 100 kg teripang yang dapat dikeringkan. Satu unit freezer harganya Rp 5,5 juta. Lalu mesin vacuum sealer harganya 3 juta. Terakhir mesin yang paling penting (oven 20 rak) harganya sekitar Rp 18,8 juta. 

Akhir kata, Sigit dan Al mengajak kamu untuk ikut berwirausaha selama masa pandemi ini. Laut Indonesia luar biasa kaya. Tidak akan habis wirausahawan Indonesia apabila mengoptimalkan kekayaan tersebut dengan bijak. (SID)


Lihat Selengkapnya

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Kami berikan perihal yang hampir sama dengan kasus pilihan kamu