benihbaik_2020-09-0415991872335f51a921b32cf.jpg
Usaha Bisnis

Dukung Sembako Abang Adek Bertahan Di Tengah Pandemi

Rp 405.034 dari Rp 31.000.000

Berakhir

Penggalang Dana

user
Jimmi i Peranginangin ceklis Identitas terverifikasi

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.


“Dampak COVID-19 ini kerasa kali bang. Barang (beras dan telor) jarang. Pelanggan kadang datang, (karena) lebih suka kita yang antar. Kalau bisa dibantu, saya ingin sekali mengganti transportasi dan menambah barang yang dijual” -Jimi

Hai Teman Baik! Jimi adalah salah satu wirausaha muda di Medan. Empat tahun bekerja di dunia profesional, dia banting setir memilih berjualan sembako sejak 11 Februari 2019. Dia beri nama tokonya “Grosir Beras Abang Adek”. Oleh karena dia merintis usaha bersama adik sepupunya yang kebetulan sedang menganggur. Jadilah "Abang Adek", dengan modal tidak seberapa hasil menabung selama bekerja dulu. 

Kalau dipikir-pikir, malang juga nasib abang dan adek ini. Tepat setahun (atau bulan Februari lalu), wabah COVID-19 yang awalnya di Wuhan dikabarkan menyebar ke Indonesia. Sebulan kemudian pemerintah mengeluarkan kebijakan PSBB, masyarakat dihimbau beraktivitas dari rumah. Usaha Jimi pun terkena dampak. Perputaran barang tidak seperti sebelumnya. Rumah makan banyak yang tutup. Orang-orang tidak banyak datang. Apa boleh buat. Tambah biaya sedikit tidak apa. Motor tua digunakan Jimi mengantar beras dan telor ke rumah pelanggannya.

Jimi tidak patah semangat. Sampai hari ini "Abang Adek" masih bertahan. Tapi seandainya ada peluang, dia minta Teman Baik bantu membesarkan “Abang Adek”. Yang dibutuhkan Jimi adalah kendaraan (transportasi) yang lebih baik. Tidak harus kendaraan baru, yang penting mesinnya mantap. Agar bisa dimodifikasi untuk membawa lebih banyak beras dan barang lainnya ke pelanggan di rumah masing-masing. Harga motor setidaknya Rp 10 juta yang bekas. 

Sampai hari ini, “Abang Adek” hanya berjualan dua barang, yaitu beras dan telur. Diambil langsung dari petani dan peternak di Tanah Karo, tempat lahir bapak dan mamaknya. Kedepannya Jimi ingin menambah perputaran beras yang dijual, dari yang awalnya 4 ton per minggu menjadi 6 ton per minggu. Termasuk perputaran telur, dari sekitar 2.000 butir per minggu menjadi 4.000 butir per minggu. Setidaknya Jimi perlu tambahan modal sebesar Rp 19 juta. Seandainya memungkinkan, Jimi juga ingin menambah jenis barang yang dijual, terutama gula dan minyak goreng. Untuk mulai dari 1 ton saja, dibutuhkan modal sebesar Rp 12 juta.

Yuk! Dukung “Abang Adek” agar mampu bertahan di tengah pandemi. #BangkitUMKMIndonesia

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Bantu Campaign Lainnya