Panggilan Mendesak

camp
Pendidikan

Paket Lebaran untuk Guru Honorer di Pedalaman Sumatera Selatan

Kira-kira jarak rumah saya ke sekolah itu 6 kilometer. Setiap hari, saya berjalan kaki ke Sekolah Dasar di Desa Muara Kulam, Sumatera Selatan. Cinta saya bagi anak-anak tidak menyurutkan semangat walau harus berjalan sebegitu jauh. Di bulan yang penuh berkah ini pun walau banyak rintangan kami ingin terus bisa berbagi kebahagiaan untuk anak-anak.Saya Ibu Awe, seorang guru honorer yang mengajar anak-anak di Sekolah Dasar di Desa Muara Kulam, Sumatera Selatan.Sudah 18 tahun lamanya saya mengajar, ratusan anak-anak sudah lulus dari sekolah ini dan saya percaya mereka sudah sukses di luar sana berkat semangat belajar yang luar biasa.Sebagai guru honorer di pedalaman penghasilan kami masih jauh dari cukup, setiap bulan saya menerima upah sebesar Rp 400.000. Penghasilan ini juga saya gunakan untuk menyewa perahu untuk transportasi mengajar setiap harinya.TemanBaik, Bulan Ramadan merupakan bulan yang dinanti oleh banyak umat muslim di seluruh dunia. Di mana saat ini kita diingatkan kembali untuk lebih banyak berbagi untuk sesama yang membutuhkan supaya semakin lengkap lagi ibadah puasa yang sedang dijalankan. Kita bisa berbagi untuk Ibu Awe dan guru-guru honorer lainnya yang ada di Pedalaman Sumatera.Nantinya bantuanmu akan dibagikan dalam bentuk Paket Lebaran, harapannya paket ini bisa melengkapi kebahagiaan mereka dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri.Yuk, TemanBaik kita berbagi hangatnya Ramadan untuk guru-guru honorer di pedalaman Sumatera Selatan dengan cara:Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul Rp 1.535.000
9 hari lagi Dari Rp 60.000.000
Donasi
camp
Pendidikan

Marcel dan Michel Tak Ingin Putus Sekolah

Saya cuma buruh serabutan pak... Mohon bantu saya agar anak-anak saya bisa tuntas dapat pendidikan dasarHasil Survei Sosial-Ekonomi Nasional memperlihatkan angka putus sekolah di Indonesia masih tergolong mengkhawatirkan. Menurut UNICEF, faktor ekonomi keluarga adalah alasan utama anak-anak putus sekolah. Anak-anak dari 20 persen keluarga termiskin hampir lima kali lebih mungkin untuk tidak masuk SD dan SMP, dibandingkan 20 persen dari keluarga terkaya. Kondisi ekonomi keluarga memiliki dampak paling signifikan terhadap kehadiran anak-anak usia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Faktor ekonomi juga yang membuat Marcel dan Michel terancam tak bisa bersekolah. Sebentar lagi Marcel akan masuk sekolah, sedangkan Michel adiknya akan masuk taman kanak-kanak. Kemarin (10/03/2020) bapaknya yang bernama Raymond Hutagalung bertemu dengan saya. Bapak ini bercerita tentang kondisi keluarganya. Sebenarnya Pak Raymond bekerja sebagai buruh, akan tetapi karena harus mengurus Michel (si bungsu) ke rumah sakit, sekarang ini dia bekerja serabutan.Saya mengusulkan agar dia coba menggalang dana untuk biaya pendidikan kedua anaknya di BenihBaik.com Jumlah yang dibutuhkan untuk pendidikan Marcel dan Michel sebesar Rp 20 juta. Uang ini akan digunakan untuk mendaftar sekolah, membeli baju dan buku sekolah dan membiayai SPP.Semoga TemanBaik dapat membantu Pak Raymond dan anak-anaknya. Ayo #TanamKebaikan agar Marcel dan Michel dapat kesempatan menuntut ilmu, sehingga di kemudian hari kehidupan mereka jauh lebih baik. KLIK Donasi sekarang, bisa lewat OVO, bisa lewat DANA, bisa lewat LINKAJA, atau lewat Transfer Bank. Jangan lupa juga untuk SHARE Cerita Ini di media sosial TemanBaik.  (SID)
Dana terkumpul Rp 10.646.132
9 hari lagi Dari Rp 20.000.000
Donasi
camp
Pendidikan

Wujudkan Impian Adik-Adik di Yayasan Indonesia Hijau Untuk Ikut Sekolah Paket

Sedikit bantuan darimu bisa membantu mereka untuk dapatkan pendidikan yang layak dan meningkatkan taraf hidup merekaSekolah sampai SMA atau kuliah mungkin bisa kamu nikmatin, tapi ternyata nggak semua orang seberuntung kamu, masih banyak teman-teman kita hanya bisa bersekolah sampai SD atau bahkan tidak sekolah, salah satu penyebabnya ialah keterbatasan biaya.Bisa jadi impian adik-adik kita harus dikubur dalam-dalam dan takut buat punya mimpi, namun bukan berarti hal itu tak bisa terwujud. Itulah yang dipercaya oleh Yayasan Indonesia Hijau. Yayasan ini dipelopori oleh pemuda-pemudi yang peduli dengan pendidikan kelompok masyarakat prasejahtera mulai dari pendampingan pembinaan karakter, sekolah paket dan lain sebagainya. Yayasan Indonesia Hijau punya adik-adik binaan yang tinggal di pemukiman lapak pemulung. Di umur yang masih muda mereka justru harus membantu orang tua mencari nafkah dengan bekerja sebagai pemulung, pengamen, atau asisten rumah tangga.  Oleh karena itu Yayasan Indonesia Hijau akan mengadakan program sekolah paket bagi adik-adik binaan mereka yang belum atau putus sekolah, dengan harapan mereka  kedepannya bisa meningkatkan taraf kehidupan dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.TemanBaik, jangan biarkan mimpi adik adik hebat ini terkubur. Mari bantu Yayasan Indonesia Hijau untuk mewujudkan program ini. Kamu bisa bantu wujudkan mimpi mereka dengan cara:Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).Selain itu, kamu juga bisa membagikan link galang dana ini di Facebook, Twitter atau Instagram kamu. FORWARD juga ke sahabat dan kerabat di Whatsapp, Telegram, dll untuk bantu sebarkan kabar adik-adik ini ke banyak orang. Kami percaya kebaikan dan kebahagian akan selalu menyertai mereka yang membantu orang lain. Ini saatnya kamu dapat menanam kebaikan selagi masih ada kesempatan.
Dana terkumpul Rp 39.882.328
12 hari lagi Dari Rp 25.200.000
Donasi

Pilihan Campaign