Panggilan Mendesak

camp
Usaha Bisnis

Berdayakan Puluhan Pengrajin Perempuan Desa Sukamulya - Bandung Barat, dengan Pelatihan Teknologi Tepat Guna

Hai TemanBaik. Para pengrajin bambu perempuan di Desa Sukamulya - Bandung Barat, harus menghadapi tantangan di mana banyak produk-produk impor berbahan plastik yang dijual murah. Produk tersebut pun sekarang tengah membanjiri pasar. Akibatnya, para pengrajin tradisional jadi tertinggal. Terutama, para Perempuan Kepala Rumah Tangga. Mereka bertahan demi kelangsung anak-anak mereka, dengan pendapatan yang tidak cukup memadai. Untungnya, Pak Dadang seorang pelaku kerajinan bambu (inovator) berhasil menciptakan terobosan baru melalui Teknologi Tepat Guna (TTG), untuk memudahkan pembuatan kerajinan bambu. Melalui Yayasan PUSBIK, berkolaborasi dengan Dosen Seni Rupa FSRD ITB, TTG diharapkan dapat membantu para pengrajin. Pemanfaatan mesin TTG pengolahan kerajinan bambu ini bermaksud untuk membantu peningkatan kapasitas pengrajin bambu tradisional. Di mana, TTG berfungsi mengubah proses produksi tradisional menjadi semi industri. Sehingga, harapannya kerajinan yang diproduksi memiliki keragaman dan nilai tambah. Maka dari itu, Yayasan PUSBIK bersama Dosen Seni Rupa FSRD ITB menginisiasi pelatihan penggunaan TTG untuk (kurang lebih) 20 Perempuan Kepala Rumah Tangga di Desa Sukamulya. Yuk, salurkan dukungan TemanBaik, untuk para pengrajin agar lebih diberdayakan melalui pelatihan TTG! Caranya, klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul Rp 1.675.019
5 hari lagi Dari Rp 21.800.000
Donasi
camp
Usaha Bisnis

Perempuan Di NTT Rajut Toleransi Lewat Sajadah

Hai TemanBaik! Kamu tau ngga, daerah Nusa Tenggara Timur terkenal banget lho sama kerajinan tenunnya. Kalau kamu pernah atau ingin berkunjung ke NTT, rata-rata perempuan di sana bekerja sebagai pengrajin kain tenun.Di NTT menenun sama halnya seperti budaya yang diwariskan secara turun menurun, bahkan tidak ada yang tau kapan kerajinan ini dimulai. Pastinya, sampai sekarang, kain tenun yang diproduksi sudah berbagai macam motif dan bentuk.Karena sudah terkenal dengan ciri khasnya, kain tenun NTT sudah dikenal berbagai daerah. Akhirnya, semakin hari semakin banyak pesanan, namun sekarang pesanan yang didapat sudah berbagai macam sehingga sulit untuk menetapkan target produksi.Maka dari itu, Yayasan Kalakioma Peduli ingin mendirikan balai pelatihan khusus untuk ibu rumah tangga di Flores untuk dapat membuat industri rumah tangga secara mandiri dari kain tenun. Supaya nantinya dapat menambah penghasilan dan meningkatkan taraf perekonomian warga sekitar.Kain tenun nantinya akan dibuat sajadah karena melihat potensi yang cukup besar. Selain adanya peluang ekonomi, ternyata penenun ini punya nilai yang lebih karena para pekerja adalah para ibu non-muslim.Dalam kondisi yang sulit, merajut helai demi helai benang diantara peluh mencari nafkah, bertani dan melayani keluarga, berharap Sajadah ini dapat digunakan oleh saudaranya yang Muslim saat sujud berdoa.Rakyat bergotong-royong memaknai kebhinekaan dan menjaga toleransi, bersama Yayasan Kalakioma Peduli dan donasi dari berbagai pihak diharapkan usaha rakyat ini dapat tumbuh kembang dalam semangat Bhineka Tunggal Ika.Dana yang terkumpul nantinya akan disumbangkan langsung kepada kelompok-kelompok tenun yang tersebar di seluruh Provinsi NTT, untuk memproduksi sajadah tenun yang nantinya akan disumbangkan lagi ke masjid & pesantren yang membutuhkan di seluruh Indonesia.Yuk TemanBaik, ikut kontribusi untuk merajut toleransi dengan cara :1.    Share campaign ini ke facebook, twitter dan instagram kamu. Jangan lupa mention @benihbaik. Forward juga campaign ini ke teman-teman kamu di whatsapp/ telegram.2.    Klik “Donasi Sekarang”.3.    Isi nominal donasi.4.    Pilih donasi dengan apa. Lebih mudah donasi dengan OVO, DANA, ShopeePay, LinkAja, Sakuku, BCA KlikPay, BRI E-Pay atau GoPay. Kamu juga bisa donasi lewat transfer antar bank.
Dana terkumpul Rp 5.523.104
7 hari lagi Dari Rp 100.000.000
Donasi

Pilihan Campaign