Benihbaik_2024-03-06_170969469565e7dee70f15c.jpeg
Kemanusiaan

Suaminya Alami Gangguan Jiwa dan Sakit Akibat kecelakaan, Bantu Nenek Kuli Batu-Bata Berjuang Hidup

Rp 1.611.017 dari Rp 10.000.000

46 hari lagi

Penggalang Dana

user
HAERUDIN ceklis Identitas terverifikasi

Penerima Donasi

anon
DAH Identitas terverifikasi user
anon
Surat Kuasa Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Lombok Barat

“Nenek Dah yang ringkih harus berjuang hidup sambil mengurus suaminya yang mengalami gangguan jiwa dan sakit-sakitan akibat kecelakaan jatuh dari pohon kelapa yang tingginya sekitar 20 m. Pedih hati kami melihat Nenek Dah yang harus kesana-kemari mencari suaminya yang kabur berhari-hari karena sakit mentalnya kambuh,” ungkap Haerudin, tetangga Nenek Dah.

Di usianya yang sudah senja, Nenek Dah (67 thn) hidup dalam kondisi keterbatasan dan kekurangan bersama suaminya, Keyi (70 thn), di sebuah rumah yang kondisinya memprihatinkan di Lingkungan Aik Ampat, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Sehari-hari Nenek Dah hanya bekerja sebagai kuli batu-bata dengan upah Rp10-12 ribu sehari. Penghasilannya saja sangat jauh dari kata cukup untuk harga sembako sekarang ini. Seking memprihatinkannya, Ia juga terkadang mendapatkan sedekah dari orang-orang yang iba melihat kondisinya.

Makanya Neneh Dah dan suami seringkali makan seadanya, seperti nasi dengan garam atau nasi dengan sayur, itupun sayur yang dipetik dari sekitar tempatnya membuat batu-bata. Bahkan, tak jarang pula Ia dan suaminya terpaksa puasa karena tak mampu membeli beras.

Cobaan Nenek Dah juga buka soal ekonomi, tapi juga kondisi kesehatannya. Ia punya sakit rematik dan asam urat yang jika kambuh akan membuatnya kesulitan bangun dan mengangkat badan. Tapi seolah-olah mengabaikan sakit yang dialaminya, Nenek Dah sering memaksakan untuk tetap bekerja demi sesuap nasi.

Jika sakitnya tak tertahankan, Nenek Dah biasanya akan pasrah diam di rumah sambil menunggu tetangga dan anaknya memberi makan. Ya, Nenek Dah juga memiliki anak yang tidak tinggal bersamanya dan bekerja sebagai kuli batu-bata yang penghasilannya tak cukup untuk membantu orang tuanya.

Nenek Dah bilang bahwa Ia saat ini hanya ingin pangannya tercukupi untuk bekalnya beribadah karena usianya yang sudah tua. Menjelang ramadhan ini, Nenek Dah hanya ingin bisa beribadah lebih khusyuk, bisa sahur dengan baik dan buka puasa dengan baik.

#TemanBaik, mari kita ukir senyum Nenek Dah dengan mencukupi kebutuhan  pangannya untuk bekal ibadahnya di ramadhan kali ini dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!


  • Penyaluran Bantuan Pangan Dan Gizi Untuk Nenek Dah

    2024-04-01_1711957337_660a6559d40ec.jpg

    Halo #TemanBaik,

    Beberapa hari lalu kami mengunjungi kediaman nenek Dah dan suaminya untuk menyerahkan bantuan pangan dari #TemanBaik. 

    Adapun dana bantuan dari #TemanBaik sudah kami salurkan kepada nenek Dah dan suaminya yang sedang sakit dalam bentuk sembako. Tentunya kami mengharapkan uluran tangan dari #TemanBaik serta doa dari kita semua untuk kesehatan nenek Dah dan suaminya.

    Semoga tidak ada halangan bagi kita semua untuk terus peduli dan berbagi bersama orang yang membutuhkan. Terima kasih banyak #TemanBaik, bantuan dan dukungan kalian sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

    2024-04-01 14:42:18


  • Pencairan Dana Rp 557.115

    Ke rekening ****1513 a/n Haerudin

    Membelikan sembako atau kebutuhan pangan untuk nenek Dah dan suaminya, dengan rincian Beras 10 KG = Rp. 175.000 Minyak goreng 2 kg = Rp. 36.000 Gula 3 kg = Rp. 49.500 Tepung 2 kg = Rp. 26.000 Daging Ayam 3 kg = Rp. 114.000 Susu UHT 3 Kotak = Rp. 60.000 Buah 2 kg = Rp. 60.000 Teh celup 2 kotak = Rp. 30.000
    2024-03-26 17:13:59


Baca Selengkapnyaicon-lihatsemua

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya