Dulu 87% Sel Kanker Pernah Menyerang Tubuhnya, Kini Kenzie Bisa Aktif dan Bermain Seperti Anak-anak
02 October 2026

Dulu 87% Sel Kanker Pernah Menyerang Tubuhnya, Kini Kenzie Bisa Aktif dan Bermain Seperti Anak-anak

Dulu, sel kanker di tubuh anakku, Muhammad Kenzie Arsenio, sempat mencapai 87%. Tubuh kecilnya lemas tak berdaya, wajahnya pucat, seluruh badannya terasa sakit, bahkan ia harus menangis menahan nyeri. Di usia 2 tahun yang seharusnya dipenuhi tawa dan bermain, Kenzie justru harus bolak-balik menjalani kemoterapi. Ia telah menjalani 10 kali kemoterapi, yang memberikan dampak begitu berat bagi tubuh kecilnya.

Semuanya bermula dari demam yang awalnya kami kira hanya penyakit biasa. Bibir Kenzie bahkan sampai pecah-pecah dan berdarah. Dokter sempat menduga ia terkena DBD dan merujuk kami ke rumah sakit yang lebih besar. Namun, tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa dari gejala tersebut, kami justru menerima kabar yang begitu menghancurkan, yaitu  Kenzie divonis menderita kanker darah.

Sejak saat itu, kehidupan kami berubah. Kondisi Kenzie sering menurun drastis. Ia mengalami demam, batuk dan flu, tubuhnya lemas, bahkan kesulitan berjalan karena persendiannya sering terasa linu. Emosinya pun ikut berubah. Ia sering menangis dan marah-marah, mungkin karena tubuh kecilnya sudah terlalu lelah menahan sakit. Dalam perjuangannya, Kenzie bahkan pernah membutuhkan transfusi 3 kantong darah merah dan 2 kantong trombosit agar kondisinya tetap bertahan dan pengobatannya dapat dilanjutkan.

Sebagai orang tua, aku hanya ingin Kenzie mendapatkan pengobatan terbaik. Namun, perjuangan itu tidak mudah. Suamiku hanya bekerja sebagai pemasang dekorasi pernikahan dengan penghasilan yang tidak menentu. Sementara itu, kami harus berulang kali membawa Kenzie dari Sukabumi ke Bandung untuk menjalani kontrol dan kemoterapi. Ada biaya transportasi, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta kebutuhan sehari-hari seperti susu khusus dan pampers yang harus tetap tersedia.

Saat itu, aku benar-benar takut. Bukan hanya karena penyakit Kenzie yang begitu berat, tetapi juga karena keterbatasan biaya membuat kami khawatir tidak mampu terus mendampinginya menjalani pengobatan.

Namun, pertolongan dari #TemanBaik datang dan perlahan meringankan beban yang selama ini kami pikul. Dana bantuan yang terkumpul telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan Kenzie, mulai dari pembelian susu dan pampers hingga membantu biaya transportasi untuk menjalani kontrol dan pengobatan di Rumah Sakit Al Islam Bandung.

Bantuan tersebut juga telah digunakan untuk biaya transportasi ambulans pulang-pergi, hingga Kenzie dapat kembali sampai di rumah setelah menjalani pengobatan. Bagi kami, bantuan untuk transportasi bukan sekadar biaya perjalanan, tetapi menjadi jalan agar Kenzie tetap bisa datang ke rumah sakit tanpa kami terlalu khawatir memikirkan ongkos yang harus dikeluarkan.

Alhamdulillah, pada 10 Juli 2026 Kenzie kembali menjalani kemoterapi dan prosesnya berlangsung dengan lancar. Ia juga telah menjalani tindakan memasukkan obat melalui punggung dengan baik tanpa kendala. Setelah melewati berbagai pengobatan yang begitu berat, kondisi Kenzie perlahan menunjukkan perubahan yang membuat kami kembali memiliki alasan untuk bersyukur.

Saat ini Kenzie sudah dapat beraktivitas seperti anak-anak pada umumnya. Setelah sebelumnya mengalami demam tinggi, suhu tubuhnya kini sudah kembali normal. Ia juga mulai kembali aktif dan nafsu makannya perlahan membaik. Bagi kami sebagai orang tua, melihat Kenzie yang sebelumnya lemas dan terus menahan sakit kini bisa kembali bergerak dan bermain menjadi kebahagiaan yang tidak ternilai.

Meski demikian, Kenzie masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Nafsu makannya belum sepenuhnya kembali. Makanan yang masuk ke mulutnya terkadang hanya dikunyah hingga lembut lalu dimuntahkan kembali. Berat badannya pun sempat turun hampir 2 kilogram setelah mengalami demam tinggi. Karena itu, kami terus berusaha menjaga asupan makan dan minumnya, termasuk memenuhi kebutuhan susu yang selama ini sangat membantu menjaga nutrisinya.

Kini, setidaknya kami tidak lagi menghadapi semua kebutuhan itu sendirian. Bantuan dari #TemanBaik telah membantu menyediakan susu, pampers, serta biaya perjalanan Kenzie untuk menjalani kontrol dan pengobatan. Bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Kenzie melewati masa-masa sulitnya hingga kondisinya berangsur membaik.

Perjuangan Kenzie memang belum sepenuhnya selesai. Ia masih membutuhkan pengobatan dan kontrol secara rutin. Namun, di tengah panjangnya perjalanan itu, kami sangat bersyukur karena bantuan #TemanBaik telah membuat langkah Kenzie menjadi lebih ringan.

Dari seorang anak yang tubuhnya pernah begitu lemah karena kanker dan kemoterapi, kini Kenzie sudah kembali aktif seperti anak-anak pada umumnya. Dari perjalanan pengobatan yang dulu terasa begitu berat karena keterbatasan biaya, kini kami bisa lebih fokus mendampingi Kenzie menjalani setiap proses pengobatannya.

#TemanBaik, mari tanam kebaikan selagi ada kesempatan!



Ikuti perkembangan terbaru melalui sosial media kami