Dari Kesakitan Menuju Kekuatan, Perjalanan Nafa Bertahan dari Kanker Otak
Sebelum adanya bantuan, perjuangan yang dilalui Nafa dan ayahnya terasa begitu berat dan penuh keterbatasan. Nafa diketahui mengidap kanker otak, penyakit ganas yang perlahan merenggut banyak hal dalam hidupnya.

Rasa sakit yang ia rasakan begitu luar biasa. Bahkan, kondisi kepalanya sempat mengalami luka terbuka hingga berlubang dan bernanah akibat penyakit yang dideritanya. Ia harus menjalani beberapa kali operasi besar, termasuk pengangkatan tempurung kepala demi menyelamatkan nyawanya.

Di tengah keputusasaan itu, harapan seakan semakin jauh ketika kondisi Nafa kian memburuk. Ia kehilangan penglihatan, mengalami kelumpuhan di sebagian tubuhnya, hingga harus menjalani beberapa kali operasi besar.
Sang ayah hanya bisa menangis melihat putrinya meraung kesakitan, sementara kebutuhan pengobatan terus mendesak. Penghasilan sederhana dari berjualan kopi di warung kecil tidak mampu menutup biaya pengobatan yang besar. Bahkan, untuk sekedar pergi kontrol ke rumah sakit pun menjadi hambatan karena keterbatasan biaya transportasi dan kebutuhan penunjang lainnya.

Namun, kebaikan hati #TemanBaik menjadi titik balik dalam perjuangan Nafa. Bantuan yang diberikan perlahan mengubah keadaan yang sebelumnya penuh kesulitan menjadi lebih ringan untuk dijalani.

Dana digunakan untuk membantu biaya transportasi perjalanan Cirebon-Bandung pulang pergi, sehingga Nafa bisa kembali menjalani kontrol dan pengobatan secara rutin tanpa terkendala biaya. Selain itu, dana juga telah digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian Nafa seperti pampers dewasa, tisu basah, tisu kering, serta kebutuhan makan selama berada di Bandung.

Kebutuhan penting yang sebelumnya sulit terpenuhi kini sudah tercukupi. Setiap hari, Nafa dapat menggunakan pampers dengan layak tanpa harus khawatir kekurangan. Asupan nutrisi seperti buah-buahan juga sudah bisa diberikan untuk membantu menjaga kondisi tubuhnya.

Tidak hanya itu, bantuan yang diberikan juga menghadirkan perubahan besar dalam mobilitas Nafa. Kini, Nafa sudah memiliki kursi roda sendiri, yang sangat membantu aktivitasnya, terutama saat harus pergi kontrol ke rumah sakit tanpa harus lagi meminjam.

Perkembangan kondisi Nafa pun menunjukkan kabar yang menguatkan hati. Ia telah menjalani kontrol di Bandung dengan hasil yang baik, di mana kondisi luka di kepala yang sebelumnya berlubang kini telah menutup. Saat ini, Nafa terus menjalani fisioterapi secara rutin di daerah Cirebon serta terapi akupunktur sebagai bagian dari proses pemulihan.

Nafa juga mulai kembali menjalani aktivitas belajar dengan mengenal huruf Braille di sekolah luar biasa, sehingga hari-harinya tidak hanya diisi dengan pengobatan, tetapi juga harapan untuk masa depan.

Dalam proses lanjutan pengobatannya, Nafa telah menjalani berbagai pemeriksaan termasuk MRI sebagai persiapan tindakan medis berikutnya. Seluruh rangkaian ini dapat dijalani dengan lebih terarah berkat dukungan dari #TemanBaik.

Kini, di tengah segala keterbatasan yang masih ada, Nafa dan keluarga dapat melangkah dengan harapan yang lebih kuat. Setiap bantuan yang diberikan bukan hanya meringankan beban biaya, tetapi juga menjadi penguat bahwa mereka tidak berjuang
Di akhir kisah ini, kami ingin mengajak #TemanBaik untuk terus menjadi bagian dari harapan Nafa dan pejuang lainnya di luar sana.
Yuk, tanam kebaikan selagi ada kesempatan. Karena dari kebaikan kecil hari ini, ada kehidupan yang bisa terus bertahan dan masa depan yang kembali memiliki harapan.