Dari Kondisi Kritis hingga Transplantasi Hati, Sarfaraz Kini Kembali Menatap Harapan
10 June 2026

Dari Kondisi Kritis hingga Transplantasi Hati, Sarfaraz Kini Kembali Menatap Harapan

Di usia yang masih sangat kecil, Sarfaraz Rafsa Utama harus menghadapi perjuangan hidup yang begitu berat. Awalnya, kedua orang tuanya tidak menyadari bahwa mata yang menguning dan BAB berwarna putih merupakan tanda penyakit serius. Setelah menjalani pemeriksaan, Sarfaraz didiagnosis menderita atresia bilier, yaitu gangguan pada saluran empedu yang menyebabkan racun menumpuk di hati dan cairan memenuhi rongga perutnya.

Seiring waktu, kondisi Sarfaraz semakin memprihatinkan. Perutnya membesar hingga ia tidak mampu duduk dengan nyaman. Tubuh mungilnya harus menanggung rasa sakit akibat diare berulang, demam, muntah darah, mimisan, hingga BAB berdarah. Nutrisi yang tidak terserap dengan baik membuat tubuhnya semakin kurus. 

Kondisinya bahkan sempat kritis dan mengancam nyawanya. Untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap, Sarfaraz harus dirujuk dari Kalimantan ke Jakarta. Di tengah rasa sedih, takut, dan cemas melihat buah hatinya berjuang melawan penyakit, kedua orang tuanya juga harus menghadapi beban biaya pengobatan yang terus membengkak. Seluruh tabungan terkuras demi menyelamatkan nyawa Sarfaraz, sementara kebutuhan untuk transplantasi hati dan pengobatan lanjutan masih sangat besar.

Namun, berkat dukungan dan kebaikan hati para #TemanBaik, Sarfaraz mendapatkan kesempatan untuk terus menjalani pengobatan dan mempertahankan harapan hidupnya. Dana bantuan digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan penting selama proses pengobatan, mulai dari biaya transportasi menuju rumah sakit, pembelian susu khusus sesuai anjuran dokter nutrisi, hingga pemeriksaan laboratorium PCR CMV dan PCR EBV yang sangat diperlukan untuk memantau kondisi kesehatannya.

Terpenuhinya kebutuhan nutrisi membawa perubahan besar bagi Sarfaraz. Ia tidak lagi menggunakan selang NGT karena sudah mampu mengkonsumsi obat melalui mulut. Asupan susu khusus yang sebelumnya sulit dipenuhi kini dapat tercukupi sehingga kebutuhan gizinya lebih terjaga. Tubuhnya yang dulu sangat kurus mulai menunjukkan perkembangan yang pesat dan berat badannya melonjak. Sarfaraz juga berhasil menjalani transplantasi hati, yang sebelumnya menjadi harapan terbesar keluarga untuk menyelamatkan nyawanya.

Meski perjalanan pengobatannya belum sepenuhnya selesai, kondisi Sarfaraz saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia masih menjalani kontrol rutin dan pemantauan intensif di Jakarta, termasuk pemeriksaan terkait infeksi virus EBV yang sempat mempengaruhi hasil fungsi hatinya. Berkat pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan melalui bantuan donasi, dokter dapat menyesuaikan pengobatan dan memantau perkembangan kesehatannya secara lebih optimal.

Bermula dari seorang anak yang pernah berjuang di tengah kondisi kritis, dengan perut membesar akibat penumpukan racun di hati, tubuh yang sangat kurus dan rapuh karena kondisi penyakitnya, Sarfaraz telah berhasil melewati transplantasi hati dan terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. 

Bantuan dari para #TemanBaik bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan pengobatannya, tetapi juga memberikan kesempatan bagi Sarfaraz untuk terus tumbuh, mengejar kesehatannya, dan menatap masa depan dengan harapan yang lebih besar.

#TemanBaik, mari tanam kebaikan selagi masa ada kesempatan ya!

Ikuti perkembangan terbaru melalui sosial media kami