Berapa Jumlah Guru yang Tersisa?
31 January 2022

Berapa Jumlah Guru yang Tersisa?

Jepang pernah terpuruk dan habis-habisan saat Kota Nagasaki dan Hiroshima oleh bom Amerika. Kejadian itu saat tahap akhir Perang Dunia Kedua, 6-9 Agustus 1945.

Jepang lumpuh dan menyerah pada sekutu, korban meninggal mencapai jutaan, dan efek radiasi bom diperkirakan membutuhkan 50 tahun agar kembali netral.

Kaisar Hirohito mengumpulkan semua jendral masih hidup yang tersisa menanyakan kepada mereka “Berapa jumlah guru yang tersisa?“.

Para jenderal bingung dengan pertanyaan itu. Janderal-jenderal itu menjawab mereka tetap bisa menyelamatkan dan melindungi Kaisar walau tanpa guru.

Namun Kaisar Hirohito kembali berkata, “Kita telah jatuh, karena kita tidak belajar. Kita kuat dalam senjata dan strategi perang. Tapi kita tidak tahu bagaimana mencetak bom yang sedahsyat itu. Kalau kita semua tidak bisa belajar bagaimana kita akan mengejar mereka? Maka kumpulkan sejumlah guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini, karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu, bukan kepada kekuatan pasukan.”

Bagi Kaisar Hirohito, guru sangat ternilai. Selepas itu Jepang menjadi negara maju seperti saat ini. Penghargaan mereka pada guru sangat besar. Mereka sangat menghargai dan menghormati profesi sekaligus ketulusan guru. Tanpa guru, mungkin Jepang saat ini akan tetap terpuruk dan takkan menjadi salah satu negara yang ditakuti oleh negara lain.

TemanBaik, betapa Kaisar Hirohito telah belajar dari peristiwa kekalahan, betapa guru memiliki arti bagi penduduk Jepang sehingga profesi guru sangat dihormati di Negara Matahari Terbit itu.

Ikuti perkembangan terbaru melalui sosial media kami