Arus Boleh Kuat, Semangat Tak Surut: Wisnu Berenang Di Selat Madura Untuk Perempuan Nelayan Pesisir Demak
Rp 3.600.000 dari Rp 15.000.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
Wisnu, 38 tahun, adalah seorang IT Consultant dan pengusaha. Setelah melalui perjalanan panjang sebagai penyintas kanker dan menjalani amputasi kaki kanan, ia menemukan kembali ruang geraknya melalui olahraga renang, khususnya Open Water Swimming (OWS). Baginya, berenang bukan hanya tentang jarak dan kecepatan, tetapi tentang membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak harus membatasi seseorang untuk terus bergerak dan mencoba hal-hal baru.
Wisnu percaya bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menghadapi keterbatasan. Ia memilih untuk tidak menjadikan kondisi fisiknya sebagai alasan untuk berhenti, melainkan sebagai bagian dari perjalanan yang membentuk cara pandangnya terhadap hidup. Melalui renang, ia ingin menunjukkan bahwa kesempatan untuk beraktivitas, berolahraga, dan berprestasi seharusnya dapat diakses oleh siapa saja, termasuk penyandang disabilitas.
Selain menjalankan aktivitasnya di bidang teknologi, Wisnu menekuni renang dan Open Water Swimming. Ia mulai mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan OWS, termasuk berenang di laut dengan jarak hingga 5 kilometer. Setiap kali masuk ke perairan terbuka, ia masih menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari kondisi laut, jarak, hingga keterbatasan fisiknya sendiri. Namun justru di situlah ia menemukan alasan untuk terus berlatih dan melampaui batas yang sebelumnya ia pikir tidak mungkin.
Dukung Wisnu dan 19 perenang terpilih untuk menyeberangi Selat Madura untuk pertama kalinya, demi mendukung masa depan para perempuan nelayan dan komunitas Puspita Bahari, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar di Desa Timbulsloko, Demak, Jawa Tengah.
Pada 1 November 2026, para perenang amatir akan mencoba untuk pertama kalinya menyeberangi Selat Madura. Mereka bukan atlet profesional. Mereka berenang untuk membawa perhatian dan harapan bagi perempuan nelayan di Demak, yang rumah, keluarga, dan mata pencahariannya semakin terancam oleh perubahan iklim dan banjir rob.

Aksi kemanusiaan XTREME IMPACT ini juga meliputi kegiatan operasi katarak gratis bagi masyarakat dan digerakkan oleh para alumni Kolese Kanisius dengan dukungan penuh Bandar Djakarta sebagai Official Impact Partner.l dan pendampingan dari TNI Angkatan Laut.

Mari dukung setiap kayuhan mereka dengan berdonasi. Jadilah bagian dari gerakan yang mengubah keberanian menjadi kepedulian, dan kepedulian menjadi dampak nyata bagi sesama. Karena mungkin kita tidak ikut berenang menyeberangi Selat Madura, tetapi kita semua bisa ikut menyeberangkan asa bagi mereka yang membutuhkan.
Terus Berdampak dan Bermakna Bagi Negeri.
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Bantu Campaign Lainnya
Yot Share Palembang
YOT Share Palembang
Rp 0
69 hari lagi
Bantu Mereka Buat Hidup Mandiri
Xiomy 5A
Rp 0
55 hari lagi
Membangun Pemimpin Muda Berkesadaran untuk Perubahan Indonesia
BenihBaik
Rp 1.630.009
55 hari lagi
Berbagi Beras Gratis untuk 50 Lansia di Daerah Pekanbaru
Berbagi Takkan Rugi
Rp 27.277.033
48 hari lagi
Bantuan Sembako untuk Yatim, Duafa, dan Lansia di Panti Babussalam Cisalak
MUKHTAR LUTFI
Rp 15.991.446
5 hari lagi
