Panggilan Mendesak

camp
Kemanusiaan

Berbagi Nutrisi untuk Anak-Anak NTB dan NTT

#GiziUntukAnakHebatPemenuhan gizi yang cukup dan seimbang di masa sebelum pandemi virus corona ada sudah menjadi masalah yang sangat serius di Indonesia.Ditambah adanya pandemi Covid-19 yang terus bertambah angka kasus infeksinya dan berdampak pada banyak sektor sampai perekonomian juga menjadikan masalah pemenuhan gizi bagi anak-anak turut membutuhkan perhatian lebih.#TemanBaik, Benihbaik.com bersama Yayasan Sahabat Hebat Indonesia mengajak #sahabat semua di manapun berada untuk sama-sama membantu anak-anak Indonesia khususnya yang ada di daerah 3T - Tertinggal, Terluar, Terpencil.Diharapkan dengan bantuan berupa donasi ini, dapat memberikan nutrisi cukup kepada anak-anak ini. Semoga bantuan pemenuhan nutrisi ini bisa membuat adik-adik kita tetap tumbuh menjadi generasi kuat di masa yang akan datang.Hasil donasi nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi, mulai dari pemberian susu, vitamin, madu, sarapan, serta sembako untuk membantu keluarga mereka yang notabene dari keluarga pra sejahtera.Donasi yang terkumpul melalui #GiziUntukAnakHebat akan disalurkan ke berbagai daerah yang ada di Indonesia khususnya di provinsi NTB dan NTT. Mari berdonasi untuk generasi masa depan Indonesia, dengan cara:Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiPilih berdonasi dengan apa. Lebih praktis dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI)
Dana terkumpul Rp 21.682.290
1 hari lagi Dari Rp 25.000.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Makanan Bergizi untuk Perbaikan Gizi Anak Indonesia Timur

“Selama ini aku cuma bisa kasih makan anakku dengan ubi, singkong, dan talas,” - guru di pedalaman PapuaHai TemanBaik!Aku Marthen, seorang guru sekaligus salah satu ayah di Desa Eregi, Papua. Aku merasa khawatir dengan kondisi anak-anak kami yang dalam kondisi lapar, ketika mereka belajar di sekolah. Desa kami cukup jauh, berada di pegunungan. Semua bahan makanan di sini jadi terbatas sekali. Kami harus menempuh jarak 15 km ke kota untuk membeli bahan makanan yang lengkap. Untuk kami, kondisi ini sulit sekali. Bukan karena akses yang terbatas saja, tapi juga daya beli masyarakat yang tergolong rendah. Makanya, masyarakat di pedalaman, seperti kami (Indonesia Timur), kenyangnya dengan umbi-umbian saja.Wajar sekali kalau wilayah bagian timur merupakan wilayah dengan angka anak pengidap stunting atau kekurangan gizi kronis terbanyak di Indonesia.Lihatlah, betapa senangnya mereka ketika bisa menikmati nasi lengkap dengan lauk dan sayurnya.Bantuan untuk perbaikan gizi anak-anak di wilayah Indonesia Timur dapat disalurkan dengan cara klik tombol Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul Rp 37.331.002
1 hari lagi Dari Rp 70.000.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Anak Kembar Umur 10 Tahun, Harus Melanjutkan Hidup Tanpa Orang Tua

Semenjak ditinggal kedua orang tuanya, Ika dan Ila harus menyiapkan semuanya berdua. Sementara kebutuhan makan, mereka selalu mengharapkan belas kasih tetangga.Halo, TemanBaik!Perkenalkan si kembar, Ika dan Ila (10th). Mereka berasal dari Dusun Opelan, Desa Bilaporatimur, Ganding Sumenep, Kota Sumenep - Jawa Timur. Mereka telah kehilangan kedua orang tuanya. Ditinggal bapaknya 9 tahun lalu, sementara ibunya baru meninggal bulan kemarin.Naas, mereka harus tinggal berdua di rumah kecil yang sangat sederhana. Rumah, yang hanya beralaskan semen dan semua serba terbatas.Semenjak tidak ada ibunya, mereka harus menyiapkan semuanya berdua. Termasuk, saat sebelum sekolah. Pagi-pagi, harus mengurus rumah dulu sebelum berangkat. Untung, tetangga-tetangga di sebelah cukup perhatian dengan nasib si kembar, yang terkadang memberikan makanan untuk mereka.Sementara kebutuhan sehari-hari lainnya bagaimana? Ya, mereka tidak punya penghasilan sama sekali. Sejauh ini, mereka kerap “dibekali” oleh para tetangga. Seperti, uang jajan dan baju seragam untuk sekolah.Walaupun begitu, si kembar masih terus semangat untuk tetap hidup dan meneruskan sekolahnya. Semata-mata, karena mereka ingin sekali kelak menjadi guru. Terus bersekolah, adalah jalan untuk mempertemukan dengan impiannya.Yuk, TemanBaik! Lanjutkan perjuangan Ika dan Ila dalam meneruskan hidupnya yang ditinggal kedua orang tua, serta memperjuangkan cita-citanya menjadi guru. Klik tombol Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul Rp 14.697.707
2 hari lagi Dari Rp 29.020.000
Donasi

Pilihan Campaign