Benihbaik_2026-03-05_177268099969a8f72728815.jpeg
Anak

Operasi Tertunda Akibat Kejang Tak Berhenti, Asshafa Berjuang dari Jantung Bocor

Rp 10.000 dari Rp 10.900.000

91 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Asshafa Putri Agnuvina Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Kuningan

“Ya Allah, kalau Engkau berkenan, pindahkan saja seluruh rasa sakit anakku itu kepadaku. Biarlah aku yang menanggung, aku tidak tega melihatnya menderita. Jika Engkau masih mengizinkan umurnya panjang, sembuhkanlah ia sepenuhnya. Tapi jika Ia sakit terus, aku akan belajar ikhlas untuk Ia kembali ke sisi-Mu ya Allah.’ Doa itu kupanjatkan dengan tangis yang gemetar.”

“Setiap hari aku melatih kesabaran dan menerima dengan lapang dada kenyataan yang tak terbayangkan sebelumnya. Ketika sedang merasa lelah, aku sadar anakku pasti jauh lebih lelah karena kesakitan. Ada kekuatan dalam diriku yang sering muncul ketika melihat perjuangan anakku. Aku tak boleh menyerah untuk harapan hidupnya yang lebih baik.” -Nur Fitriyani, orang tua Asshafa-

Duniaku runtuh saat tahu tangisan anakku ada jeritan kesakitan yang tak terucap. Aku beri nama anakku, Asshafa Putri Agnuvina. Ia lahir begitu cantik, mungil dan sehat. Tidak ada firasat buruk apapun, aku memeluknya dengan penuh syukur dan membayangkan hari indah bersamanya.

Namun, saat usianya 40 hari, tangisannya berubah menjadi sangat kencang dan berlangsung selama berjam-jam. Aku sangat kebingungan dan panik, apalagi saat itu bibirnya membiru, dadanya naik turun dengan cepat, jantungnya berdetak sangat kencang dan setiap menyusu sering tersedak hingga henti napas sesaat.

Aku tetap terus berusaha menenangkan diri, mungkin itu fase biasa yang dialami bayi. Seiring waktu, kondisinya tak kunjung membaik dan akhirnya aku memutuskan membawanya ke dokter. Saat itulah, duniaku mendadak gelap, dokter mengatakan anakku sakit jantung bocor.

Ketakutanku diperparah karena ada dua lubang besar di jantungnya dan Ia harus dioperasi. Aku dan suami menangis sejadi-jadinya, tubuhku sampai lemas dan tak sanggup berdiri. Tak pernah ku sangka, tangisan panjangnya selaka ini berasal dari penyakit mematikan.

Aku dan suami juga sempat bingung saat itu, karena kondisi ekonomi keluarga juga serba kekurangan. Namun, aku nekat berangkat dari Kuningan, Jawa Barat, ke Jakarta meski tidak punya bekal uang sama sekali. 

Namun, belum selesai anakku menjalani pengobatan, tiba-tiba Ia mengalami kejang saat usia 9 bulan. Tubuhnya kaku, matanya berbalik ke atas, wajahnya pucat seperti orang kehabisan napas. Hatiku perih, tak sanggup menyaksikan kondisi anakku.

Dokter mengatakan anakku mengalami epilepsi (gangguan sistem saraf otak).  Sejak itu, hidupku berada di antara ruang tunggu dan ruang rawat inap. Saat ini, kondisi anakku seperti bayi yang baru lahir, Ia belum bisa duduk, berdiri dan bahkan belum bisa merespon. Ia juga masih sering kejang.

Anakku sudah sempat akan menjalani operasi, tapi saat hari yang seharusnya menjadi harapan kesembuhan itu, Ia justru mengalami kejang hebat. Akhirnya operasi pada anakku terpaksa ditunda dan Ia harus kembali menunggu jadwal tindakan berikutnya.

Pengobatan anakku masih panjang. Aku sudah menjual handphone, mesin jahit dan barang berharga lainnya untuk pengobatan anak selama ini. Suamiku bekerja dari pagi sampai pagi sebagai penjahit, tapi penghasilannya sering tak menentu. Aku juga berupaya menjual jasa dengan mencuci pakaian tetangga.

Aku juga berutang karena karena ingin terus membawa anakku berobat. Bahkan pernah diminta pergi dari rumah orang tua karena pinjaman yang belum mampu ku bayar membuat penagih datang ke sana. Sementara anakku saat ini masih membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Asshafa  tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Asshafa!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya