Panggilan Mendesak

camp
Anak

Sekujur Tubuh Nur Menguning, Adik Kecil Ini Butuh Bantuanmu

Nuramaliah Iskandar (2th) atau yang sering dipanggil Nur, harus menerima kenyataan bahwa tubuh kecilnya harus merasakan berbagai macam penyakit, mulai dari infeksi herpes, hepatitis hingga meningitis tuberklosis. 2 Tahun silam, Nur lahir melalui prosedur Caesar dan terlahir sehat tanpa keluhan. Namun semua berubah saat umurnya 3 bulan. Mendadak tubuhnya menguning mulai dari bagian hidungnya. Orangtuanya pun membawa buah hati mereka ke RS Proklamasi Karawang, Nur pun melakukan pengecekan lab. Setelah hasilnya keluar diketahui bahwa kadar bilirubin (pigmen kuning dalam darah) meninggi. Kata dokter ada kelainan hati di tubuh mungil Nur. Orangtuanya memutuskan untuk melakukan rawat jalan demi kesembuhan anak mereka. Namun perlahan sekujur tubuh Nur menguning saat umurnya 5 bulan. Ditambah lagi badannya panas tinggi disertai kejang. Sang ayah dan ibu sangat panik saat itu, pihak rumah sakit memutuskan untuk merawat Nur di Ruang NICU selama 6 hari.Dokter kemudian menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit lain yakni ke RSHS Bandung karena tubuh Nur kejang dan terdiagnosa hepatitis. Saat dibawa ke RSHS Bandung dan dirawat jalan, Nur terdiagnosa penyakit lain yakni  infeksi herpes dan Meningitis Tuberkulosis.Hingga saat ini Nur masih melakukan rawat jalan dan kontrol seminggu 3 kali. Hingga beberapa waktu kedepan orangtuanya berjuang bersama Nur untuk bisa melewati berbagai macam penyakit yang diderita anaknya.Namun untuk tetap bisa berjuang dan bertahan tidaklah mudah bagi mereka. Sang ayah sebelumnya bekerja sebagai satpam, namun kontrak kerjanya telah habis dan masih berjuang mencari pekerjaan hingga sekarang. Sedangkan sang anak masih tetap perlu diobati. TemanBaik mari kita bantu perjuangan Orangtua Nur untuk bisa kembali melihat anak mereka sehat kembali, kamu dapat membantu dengan berdonasi dengan cara berikut:Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).Tidak hanya berdonasi, kamu juga bisa membagikan link galang dana ini ke orang-orang terdekatmu. Kami percaya kebaikan dan kebahagian akan selalu menyertai mereka yang membantu orang lain.Saatnya tanam kebaikan, selagi masih ada kesempatan
Dana terkumpul Rp 560.031
1 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi
camp
Anak

Berawal dari Benjolan di Leher, Ternyata Attaya Derita Tumor Limfangioma

Hai TemanBaik, perkenalkan nama saya Achmat Juliansyah, orangtua Attaya. Saat ini Attaya menderita sakit lymphangioma cystic atau tumor limfangioma dan masih menjalani pengobatan. Belum tahu sampai kapan….Attaya dilahirkan secara sesar di RS Evasari Jakarta pada 31 Oktober 2018. Saat lahir terdapat benjolan di leher sebelah kiri. Awalnya kami merasa biasa saja, namun ternyata benjolan itu tak kunjung hilang. Attaya pun jalani CT scan dan harus jalani operasi.Setelah operasi, Attaya jalani pemeriksaan. Dokter mendiagnosis Attaya menderita tumor limfangioma dan harus menjalani operasi tidak hanya sekali namun berkelanjutan. Menginjak usia 6 bulan, benjolan kembali muncul di leher Attaya. Kami membawa Attaya ke rumah sakit dan dilakukan USG. Tampak ada pembengkakan di leher anak kami ini. Dokter pun memutuskan untuk dilakukan operasi kembali. Kami dan keluarga tidak setuju dengan operasi tersebut. Hal ini karena menurut kami tidak ada hasil yang signifikan. Akhirnya kami membawa Attaya berobat ke RS Kanker Dharmais untuk pengobatan lebih lanjut. Sampai saat ini, Attaya masih menjalani terapi skleroterapi (TACE).Kami sebagai orangtua yang bekerja sebagai karyawan swasta biasa tidak punya cukup biaya untuk operasi dan perawatan Attaya selama sakit. Selama ini kami mengandalkan gaji, namun semakin lama biaya pengobatan, biaya operasional, dan kebutuhan sehari-hari yang harus dikeluarkan melebihi kemampuan kami.Ada obat dan perawatan yang membutuhkan biaya di luar kemampuan kami. Terkadang kami terpaksa meminjam uang dari keluarga dan teman. Sebagai orangtua, kami berharap anak kami bisa sembuh dan tumbuh sehat. TemanBaik, ayo kita bantu Attaya dan keluarga supaya bisa terus melanjutkan pengobatan dan sembuh dari tumor limfangioma. Tanam kebaikan selagi masih ada kesempatan dengan cara:1. Klik “Donasi Sekarang” 2. Isi Nominalnya3. Pilih Metodenya. Donasi bisa lewat OVO, DANA, LinkAja, BCA KlikPay, KlikBCA, BRI E-Pay Sakuku, Go-Pay dll. Bisa juga lewat Transfer Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI). Atau lewat Kartu Kredit. 4. Jangan lupa bagikan cerita ini di media sosialmu, Instagram, Twitter, Facebook, dan FORWARD juga cerita ini ke WhatsApp dan LINE teman-temanmu serta ajak untuk bersolidaritas dan berbagi kebaikan sekarang.
Dana terkumpul Rp 7.001.281
1 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi
camp
Anak

Bantu Iren Sembuh dari Apert Syndrome

Iren sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Dompu untuk diperiksa dan di-rontgen. Hasilnya, bayi kecil ini didiagnosa Apert Syndrome (malformasi di kepala yang membuat banyak tekanan di otaknya), semua tangan dan kakinya menyatu, langit-langit mulut sumbing serta gizi buruk berat. Iren Sintia Putri, bayi umur 7 bulan ini lahir lahir di desa Daha, Kecamatan Hu´u, Kabupaten Dompu NTB. Iren lahir dengan kondisi malformasi di kepalanya. Belum lagi saat Iren tiba di Rumah Sakit Fatmawati untuk pengobatan, ia sempat terkena covid-19 dan harus diisolasi terlebih dahulu selama 7 hari di rumah sakit. Setelah hasilnya negatif, Iren di-opname di ruangan biasa.Iren dirujuk ke RSCM dan di-opname selama 8 hari. Dokter menyarankan untuk rawat jalan karena berat badan Iren yang hanya 4,3 kg belum cukup untuk operasi (minimal untuk bisa lakukan operasi kepalanya adalah 5,6 kg). Untuk itu Iren harus minum susu khusus yang direkomendasikan dokter. Menurut dokter bedah saraf, Iren harus dioperasi kepalanya dan membuatnya lebih besar supaya tidak ada gangguan di otaknya. Operasi itu bukan satu kali aja, tapi setiap berapa tahun harus operasi lagi, sampai Iren sudah dewasa dan tulang-tulangnya tidak tumbuh lagi. Tangannya dan kakinya serta mulutnya harus di operasi juga. Iren membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan, nutrisi yang ia butuhkan. Sedangkan orang tuanya hanya bekerja sebagai pengambil rumput laut di pinggir pantai. Penghasilan Rp 400 ribu per bulan tidak cukup menutupi kebutuhan Pengobatan Iren.  TemanBaik, kasihan Iren masih kecil harus menerima kondisi seperti ini. Yuk bantu dik Iren agar cepat mendapatkan penanganan serius agar bentuk tubuhnya sempurna. Bantuan dapat disalurkan dengan cara:  Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiPilih berdonasi dengan apa. Lebih praktis dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI)
Dana terkumpul Rp 51.116.677
3 hari lagi Dari Rp 50.406.207
Donasi

Pilihan Campaign