Panggilan Mendesak

camp
Anak

Wujudkan Impian Yusup Memiliki Kaki Palsu

“Seandainya waktu bisa diputar kembali, saya juga tidak mau dilahirkan seperti ini. Kadang saya sering menangis sambil memukul kaki saya sendiri, kenapa saya tidak mempunyai kaki? Saya juga ingin bisa berjalan seperti anak normal. Apalagi ketika saya dibully, rasanya minder dan hancur sekali. Saya ingin sekali bisa seperti mereka, berjalan menggunakan kaki utuh meskipun menggunakan kaki palsu.” -Ilham Yusup-Halo Kak, saya Ilham Yusup (11 thn), saya memiliki kondisi fisik yang berbeda dari anak-anak lainnya. Saya lahir tanpa kaki, hanya kedua tangan saya yang menjadi penopang saya untuk beraktivitas selama ini. Merangkak dan menyeret tubuh menjadi cara saya tiap ingin berpindah tempat. Makanya, tangan saya banyak luka akibat sering tergesek aspal. Kalau saya akan bepergian jauh, saya akan menggunakan kursi roda saya yang sudah rusak dan reyot. Syukurlah, adik saya selalu membantu untuk mendorong kursi roda tiap pergi sekolah.Namun, saat ini kegiatan saya lebih sering hanya diam saja di rumah. Dalam sebulan, mungkin hanya 3 kali saja saya pergi ke sekolah karena tak tahan diledek ‘tidak punya kaki’ oleh teman-teman. Orang tua bahkan guru sudah membujuk saya untuk datang sekolah lagi, tapi saya tetap merasa minder.Saya ingin sekali memiliki kaki palsu agar bisa berjalan seperti orang-orang dan lebih percaya diri lagi. Saya juga ingin lebih mandiri dan tidak merepotkan adik saya yang selalu mendorong kursi roda saya kemana-mana. Tapi sayangnya, harga kaki palsu sangat mahal.Penghasilan ayah saya sebagai sopir tidak bisa memenuhi impian saya untuk memiliki kaki palsu. Selain itu, saya juga membutuhkan kursi roda yang lebih layak karena sudah rusak akibat dimainkan teman-teman di sekolah.  #TemanBaik, mari bantu Ilham Yusup agar bisa segera punya kaki palsu dan kursi roda dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 3.242.009
1 hari lagi Dari Rp 14.449.000
Donasi
camp
Anak

Pengobatannya Terancam Terhenti! Bantu Lanjutkan Perjuangan Yudis Sembuh dari Kanker Darah

‘’Sudah 6 tahun anak saya berjuang sembuh dari penyakit mematikan ini. Saat ini kondisinya jauh lebih baik, dia tidak boleh terlalu lelah dan tidak boleh jatuh.  Perasaan saya saat ini lega dan senang karena anak saya mengalami perkembangan yang baik. Anak saya selalu bilang ingin sekolah jika nanti sembuh,” ungkap Popi Nur’Afiati.Sebelumnya anak saya, Yudistira Athallah Razka (6 thn), sangat aktif bergerak dan berlarian kesana-kemari. Setiap hari tawa riangnya menghiasi setiap sudut rumah dan menularkan kebahagiaan kepada saya orang tuanya. Namun semua itu hilang, saat kanker mulai menyerangnya.Mulanya anak saya  mengalami demam yang tak kunjung turun, nafsu makan serta berat badannya ikut menurun, wajahnya pucat, dan enggan berjalan karena kakinya sakit. Saya sudah 3 kali bawa berobat ke klinik, tapi anak saya tak kunjung sembuh. Akhirnya anak saya dilarikan ke IGD rumah sakit karena denyut nadinya lemah dan tubuhnya lemas. Setelah diperiksa ternyata di tubuh Yudis ada sel kanker dan masih harus dilakukan observasi dahulu. Tapi saat observasi bulan keempat, Yudis terjatuh dan tidak bisa berjalan hingga kesehatannya kembali menurun.Setelah diperiksa lagi, dokter menyatakan Yudis sakit leukemia atau kanker darah. Saat itu juga Yudis harus segera melakukan kemoterapi dan diberikan obat langsung lewat tulang belakang serta lewat suntikan infusnya . Sampai sekarang Yudis masih rutin kontrol tiap 3 minggu sekali dan kemoterapi tiap 5 minggu sekali di Rumah Sakit Hermina Bekasi. Saat ini saya kesulitan untuk pengobatan anak saya karena saya single parent yang sekarang belum bisa bekerja karena harus fokus merawat anak. Apalagi saya ini perantauan di Jakarta dan biaya hidup sangat besar.#TemanBaik, mari bantu perjuangan Yudis untuk sembuh dari kanker darah dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 4.840.001
1 hari lagi Dari Rp 44.842.000
Donasi
camp
Anak

Operasi Lanjutan Selamatkan Nyawa Zikri dari Jantung Bocor

“Saat Zikri sedang di ruang ICU pasca operasi. Kami tak bisa berkata-kata, hanya bisa menangis. Kami berharap penyakit Zikri segera diangkat dan Ia bisa mendapatkan kesehatan” -Zuzilawati, Ibunda Zikri-Zikri Alif (6 thn) harus dilarikan ke rumah sakit saat usianya 7 bulan setelah mengalami sesak nafas tak tertahankan. Selama 10 hari Ia harus terbaring di ruang rawat inap hingga melakukan rontgen. Ternyata dokter menemukan suara berisik di jantungnya.Setelah pemeriksaan lanjutan, ternyata Zikri didiagnosa jantung bocor, penyempitan pembuluh darah, hingga gizi buruk. Sejak lahir Ia memang sering mengalami sesak, batuk, flu, kalau makan dan ASI sering muntah. Tapi orang tuanya mengira hanya sakit biasa.Tidak ada jalan lain selain operasi, Ia harus melanjutkan pengobatan di Jakarta. Zikri dan orang tuanya sudah bolak-balik Bengkalis-Jakarta untuk kontrol, tapi tidak bisa langsung penanganan karena Zikri harus mengantri jadwal operasi. Tapi keterbatasan akhirnya membuat orang tua Zikri melanjutkan pengobatan. Tapi akhirnya Zikri akhirnya drop dan kembali masuk rumah sakit, terpaksa orang tuanya harus berjuang mengulang pengobatan sang anak dari awal sampai saat ini.Selama 6 tahun hidupnya, Zikri sudah 2 kali berjuang hidup dan mati di ruang operasi RSCM Jakarta. Kini kondisi Zikri jadi lebih sehat, meski sering merasa sesak nafas, batuk, flu, dan mudah lelah. Kalau sesak, biasanya Ia susah mengambil nafas sampai harus berguling-guling karena udaranya terasa terbatas.Zikri harus menjalani operasi jantung lagi dan kontrol rutin, tapi orang tuanya terkendala biaya. Ayahnya bekerja sebagai pemadam kebakaran dan sudah berupaya menjalani pekerjaan sampingan menjadi buruh sawit hingga mencari ikan. Pinjaman dana juga sudah dilakukan orang tuanya, tapi belum cukup untuk pengobatan Zikri.#TemanBaik, mari bantu Zikri agar bisa mendapatkan jantung sehatnya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 4.400.003
1 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi

Pilihan Campaign