Panggilan Mendesak

camp
Anak

Derita Penyakit Jantung Bawaan, Aina harus Jalani Operasi Segera!

Aina (3 tahun) sebenarnya sudah menderita penyakit jantung bawaan sejak lahir. Namun kami orang tuanya baru mengetahui saat ia berusia 11 bulan.Ketika usianya 4 bulan, Aina mengalami flu disertai batuk hebat yang cukup lama sembuhnya. Sudah dibawa ke bidan namun tak sembuh, dan setelah dibawa ke dokter spesialis anak, barulah dokter menyatakan Aina didiagnosis penyakit jantung bawaan komplek.Aina kemudian dirujuk ke RSUD Banyumas, namun di sana harus dirujuk lagi ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Di sana Aina menjalani tindakan kateterisasi jantung dan dirawat selama 8 hari. Setelah menjalani pengobatan selama 1 tahun. Aina dirujuk ke RS Jantung Nasional Harapan Kita.Kondisinya drop, bahkan ia sempat mengalami batuk berdarah karena ada pendarahan di lambungnya. Saturasinya 19%, dan dilakukan tindakan bedah PDA stenting pemasangan ring jantung.Saat ini Aina sedang menjalani pengobatan rawat jalan untuk persiapan operasi rastelli prosedur dengan contegra. Inilah yang menjadi kesulitan kami karena kami harus membeli alat tersebut yang harganya sangat mahal.Tapi kami tidak bisa membiarkannya begitu saja. Aina harus bisa operasi, karena kalau tidak maka pembuluh darah yang dipasang stent semakin menyempit.Jujur kami saja mengalami kesulitan untuk biaya sehari-hari, apalagi harus bolak-balik Cilacap-Jakarta setiap 3 bulans ekali untuk pengobatan Aina. Prosesnya sangat panjang karena melewati tahap demi tahap.TemanBaik, operasi rastelli prosedur dengan contegra tidak ditanggung BPJS. Kami berharap ada bantuan dari TemanBaik untuk Aina agar ia bisa sembuhd ari penyakit jantung bawaannya.Bantuan dari TemanBaik dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul Rp 72.354.153
1 hari lagi Dari Rp 72.024.000
Donasi
camp
Anak

Rival Anak Seorang Penjual Gorengan Sedang Berjuang Melawan Gagal Ginjal

Orang tua Rival tak menyangka, putra kesayangannya, harus merasakan rasa sakit akibat menderita gagal ginjal hingga selang harus menempel di bagian kaki, perut, hingga leher. Tanpa operasi dan pengobatan cuci darah senilai puluhan juta rupiah, masa depan Rival menjadi taruhannya. Kini, kedua orang tua Rival yang hanya bekerja sebagai penjual gorengan dengan pendapatan yang sangat pas-pasan tak berdaya untuk cukupi biaya tersebut.Setiap harinya, kedua orang tua Rival menjajakan gorengannya di sekitaran rumah dari pagi hingga sore. Walau mereka bekerja tanpa hari libur, upah yang didapat hanya kurang dari 100 ribu perhari. Di dalam pikirannya pun juga tak tenang, bagaimana tidak, di setiap bungkus gorengan yang dijual mereka sambil berdoa untuk kesembuhan Rival yang sedang berjuang melawan gagal ginjal dan uang yang didapatkan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.Semua berawal Rival mengeluh sering lemas, kakinya pegal, nafasnya sesak, dan ketika Rival buang air kecil, urine yang keluar sangat sedikit dan mengalami rasa perih. Karena kondisinya semakin hari kian tak membaik, dengan uang tabungan yang tak seberapa kedua orang tuanya pun membawa Rival ke rumah sakit.Sesampainya di rumah sakit, Rival pun langsung mendapatkan penanganan, dia diinfus dan melakukan serangkaian tes, dan benar saja. Kedua orang tua Rival harus menerima kenyataan pahit, dokter mendiagnosa Rival menderita gagal ginjal, jalan satu-satunya untuk bisa sembuh, Rival harus operasi dan menjalani cuci darah secara rutin tiap minggunya, kalau tidak nyawa pun jadi taruhannya.Untuk operasi dan pengobatan sampai benar-benar sembuh total, kedua orang tua Rival harus siapkan uang puluhan juta. Namun, rasanya tak mungkin uang dari menjual gorengan yang hanya kurang dari 100 ribu bisa mencukupi pengobatan selama beberapa tahun ke depan.Tak pernah terbesit di benak kedua orang tua Rival akan mengalami penyakit seperti ini, entah bagaimana jadinya, jika mereka kehilangan Rival karena tak bisa kumpulkan uang puluhan juta. Sebagai orang tua, tentunya mereka ingin melihat Rival tumbuh sehat seperti anak lainnya, bisa sekolah dan bisa menggapai cita-citanya.TemanBaik, perjuangan Rival untuk bisa sembuh masih sangatlah panjang, dia perlu menjalani serangkaian pengobatan cuci darah selama beberapa tahun ke depan. Yuk, kita sama-sama bantu Rival dan kedua orang tuanya dari penyakit gagal ginjal dengan cara:Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).Selain donasi, teman-teman juga bisa share link galang dana ini ke orang-orang terdekat supaya semakin banyak yang turut membantu Rival sembuh.
Dana terkumpul Rp 2.066.035
1 hari lagi Dari Rp 30.000.000
Donasi
camp
Anak

Kepala Anakku terus Membesar karena Derita Hidrosefalus

Kami terus berusaha agar pengobatannya bisa terus berjalan. Sebab, kalau berhenti nanti kondisinya bisa lebih parah dari sekarangAnakku, Rizki (4th) bisa dibilang terlahir dengan kondisi yang sehat. Bahkan kalau dilihat dari foto kelahirannya dulu, ia nggak menunjukan ada gejala aneh. Namun, setelah beranjak 4 bulan, barulah terjadi perubahan pada kesehatannya yang tiba-tiba kejang tanpa sebab. Karena panik, kami bawa Rizki ke puskesmas terdekat karena khawatir terjadi apa-apa. Tapi dari pihak puskesmas, anakku dirujuk ke rumah sakit lain sampai akhirnya rujukan terakhir di RSUD Ulin Banjarmasin. Setelah pemeriksaan dilakukan, kami kaget - karena hasilnya menunjukan kalau anakku menderita hidrosefalus. Penyakit ini bukan penyakit biasa. Ini penyakit yang bisa mengancam kesehatan anakku sebab ada cairan di kepala anakku yang membuat kepalanya terus membesar. Lihatlah, bentuk kepalanya bahkan nggak normal. Itulah kenapa semenjak divonis, kami terus membawanya berobat rutin karena takut kalau kondisinya bisa lebih parah. Di umurnya yang masih 1 tahun saat itu, anakku sudah harus merasakan operasi pertamanya. Nggak tega sebenarnya, tapi ini semua demi kesembuhannya supaya kondisinya bisa membaik. Entah itu caranya dengan pengobatan medis maupun non medis, semua sudah kami coba. Saat ini kami tinggal di Desa Melayu Ilir, Kalimantan Selatan. Jujur, pemasukan keluarga kecil kami hanya dari penghasilan ayahnya sebagai buruh tani dan bangunan sebesar Rp 1,5 juta. Tentu belum bisa mencukupi kebutuhan anak kami selama masa pengobatannya. Itulah yang sedang kami usahakan saat ini. Besar harapan kami, Rizki bisa sembuh. Lalu tumbuh dan bermain bersama teman-temannya nanti. Kalau TemanBaik mau membantu anakku, bisa menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul Rp 3.513.041
1 hari lagi Dari Rp 15.265.000
Donasi

Pilihan Campaign