Panggilan Mendesak

camp
Anak

Urgent! Bantu Alfaizan untuk Segera Kemo Leukemia

“Alfaizan Hidayat, semoga kamu lekas sembuh ya, Nak. Ibu dan ayah akan sekuat tenaga mencari bantuan demi kesembuhan Alfaizan.” - Ibu, AlfaizanHai TemanBaik, TemanKita Alfaizan butuh pertolongan untuk melawan penyakit leukemia di tubuh mungilnya. Ayah dan ibu Alfaizan tak memiliki tabungan banyak.Ayahnya yang bekerja sebagai penjual makanan kecil-kecilan rasanya tidak memungkinkan mengumpulkan uang untuk membayar biaya pengobatan TemanKita Alfaizan . Juga untuk membiaya kebutuhan lain keluarga dan dua anak.Saat memasuki usia 13 bulan, Alfaizan mengalami demam dan kejang-kejang. Sudah berbagai tempat pengobatan disambangi oleh orangtua Alfaizan. Awalnya Alfaizan berobat ke bidan di daerahnya kemudian sang bidan merekomendasikan orangtua Alfaizan untuk membawa anaknya berobat ke Puskesmas terdekat.Setelah dibawa ke Puskesmas, keadaan Alfaizan mulai membaik dan dokter menyarankan untuk rawat jalan. Namun, selang beberapa hari, Teman Kita kembali mengalami demam tinggi dan kejang-kejang yang tidak berhenti sampai dibawa ke klinik terdekat dan dirawat selama 2 hari 2 malam.Karena di Klinik tersebut tidak menerima BPJS, akhirnya Alfaizan dibawa pulang paksa dan menjalani perawatan dirumah seadanya.  Namun, kondisi Alfaizan tak kunjung membaik, justru semakin parah dan kejang-kejang semalaman hingga sempat mengalami koma. Kondisi ini membuat ibu Alfaizan panic. Alfaizan segera dilarikan ke RS SMCSetelah mendapatkan perawatan selama 8 hari, Alfaizan yang  Hb nya  selalu rendah dan pernah melakukan transfusi darah sebanyak 2labu,  dokter menyatakan bahwa Alfaizan menderita Leukemia dan juga Pembengkakan Limpa.  Dokter menyarankan untuk membawanya ke RSHS Bandung untuk melakukan Kemotherapy. Tetapi, karena Keadaan ekonomi keluarga yang terbatas membuat orangtua Alfaizan tak meneruskan pengobatan Alfaizan.Kini Alfaizan hanya mendapatkan perawatan seadanya di rumah. Jika mendapatkan pengobatan di rumah sakit secara berkala, penyakit Teman Kita bisa lebih cepat disembuhkan.Alfaizan butuh pertolongan untuk melawan penyakit Leukemianya. TemanBaik bisa wujudkan harapan agar TemanKita lekas sembuh dengan klik tombol “Donasi Sekarang”. Berapapun jumlahnya akan sangat berarti bagi Teman Kita.Yuk, kita sama-sama tanam kebaikan selagi masih ada kesempatan.
Dana terkumpul Rp 10.217.281
1 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi
camp
Anak

Alwi Butuh Pertolongamu Untuk Sembuh dari Lumpuh Otak

Lihat Alwi (2) nangis terus saya sedih karena nggak ngerti dia butuh apa. Saya ingin Alwi sembuh, seenggaknya nangisnya bisa berhenti, nggak tega saya lihat dia begini.Perkenalkan saya orangtua dari Alwi Tirta Nugraha yang didiagnosa dengan celebral palsy. Kami sudah membawanya ke puskesmas dan rumah sakit namun kami tidak memiliki biaya untuk melanjutkan pengobatannya padahal kasihan lihat Alwi setiap kali menangis begini.Awal gejala yang dialami seperti sering menangis, sulit tidur, demam, dan kejang-kejang. Lalu, kami bawa untuk periksa ke puskesmas tapi di sana dokter angkat tangan dan menyarankan kami ke rumah sakit yang lebih besar.Kami memilih untuk ke RS Immanuel untuk memeriksakan Alwi, setelah serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosanya dengan lumpuh otak atau yang dikenal juga dengan celebral palsy. Sehari-hari Alwi hanya bisa menangis. Menurut Dokter tangisannya bukan karena menahan sakit, tapi karena dia tidak bisa mengekspresikan keinginannya. Dengan Tangisan, dia berusaha berkomunikasi dengan sekitarnya. Saya nggak tega melihat Alwi yang menangis sepanjang hari, saya sedih karena tidak mengerti apa yang dialaminya.Ayah Alwi bekerja sebagai buruh yang penghasilannya serba pas-pasan untuk kehidupan sehari-hari. Jangankan untuk pengobatan Alwi, untuk keseharian saja kami terbatas sekali padahal pengobatannya membutuhkan biaya banyak dan waktu yang panjang.TemanBaik, Alwi membutuhkan biaya yang banyak untuk bisa menjalankan pengobatan namun kehidupan mereka juga serba terbatas. Yuk, kita bantu dengan berdonasiKlik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).Selain berdonasi, kamu juga bisa membagikan link galang dana ini supaya semakin banyak yang membantu Alwi untuk sembuh.
Dana terkumpul Rp 1.388.001
1 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi
camp
Anak

Ayah Seorang Buruh Harian Berjuang Demi Fadhil Bisa Mendengar

Ketika pertama kali mendengar Fadhil divonis mengalami GDD, speech delay, profound hearing loss, dan cerebri atrofi dalam waktu yg bersamaan, di depan dokter air mata saya pecah tidak menyangka ini terjadi kepada anak saya. Hancur hati saya memikirkan masa depannya, apalagi ini adalah pengalaman pertama memiliki anak.Perkenalkan nama saya Sri Suwarni, ibu dari seorang putra yang kami beri nama Muhammad Khadziq El Fadhil. Pada usianya yang belum genap 3 tahun, Fadhil telah mengalami cobaan yang sangat berat. Ia terancam kehilangan pendengaran pada kedua telinganya.Fadhil divonis mengalami gangguan pendengaran sangat berat telinga kanan kiri. Gangguan ini terjadi sejak lahir, namun baru diketahui ketika usia Fadhil 1 tahun di mana seharusnya ia sudah bisa mengoceh. Sewaktu hamil Fadhil saya merasa baik-baik saja dan tidak ada kendala. Kemudian Fadhil lahir secara normal dengan BB.2,5 kg, panjang 50cm serta bisa menangis spontan. Ketika usia 4 bulan ia sudah bisa menegakkan kepala. Namun pada usia 9 bulan ia belum bisa duduk. Ketika usia Fadhil 1 tahun, khawatir dengan perkembangannya saya memeriksanya ke RSUD Sleman. Ternyata Fadhil mengalami gangguan tumbuh kembang, dan hasil USG otaknya mengindikasikan ia mengalami ventrikulomegali ringan. Fadhil kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk pemeriksaan lanjutan. Dari pemeriksaan CT scan lingkar kepala Fadhil normal, namun volume otaknya mengalami pengecilan/cerebri atrofi . Fadhil divonis mengalami global development delay (GDD) dan speech delay. Dari uji pendengaran dengan tes BERA, audiometri dan ASSR baru ketahuan kalau Fadhil juga mengalami gangguan pendengaran profound hearing loss SNHL 105 Desible telinga kanan kiri.Berdasarkan diagnosis-diagnosis tersebut Fadhil dianjurkan untuk menjalani fisioterapi dan terapi wicara. Dari BPJS Fadhil hanya mendapat jatah fisioterapi 1 kali terapi wicara 1 kali setiap minggu, masih kurang dari jumlah ideal setidaknya masing-masing 3 kali seminggu. Dengan berat hati, demi perkembangan Fadhil kami membawanya ikut terapi wicara tambahan di Klinik Rumah Kata, yang biayanya tidak ringan bagi kami. Alhamdulillah pada usia 18 bulan Fadhil sudah bisa jalan. Fisioterapi pun dihentikan dan sebagai gantinya Fadhil menjalani terapi okupasi untuk melatih fokusnya.Namun dikarenakan terjadi pandemi semua terapi di RSUP Dr. Sardjito terpaksa berhenti karena pihak rumah sakit belum berani memberikan terapi untuk anak-anak, dengan alasan imunitas anak-anak masih lemah dan rentan terpapar infeksi. Terapi wicara di Klinik Rumah Kata pun sempat terhenti dan saat ini tahapan latihannya harus mulai lagi dari awal. Fadhil secara rutin juga harus minum obat syaraf otak Piracetam. Untuk pendengarannya, Fadhil sangat memerlukan alat bantu dengar (ABD) yang sayangnya tidak bisa di-cover oleh BPJS. Padahal tanpa alat bantu dengar Fadhil akan semakin sulit mengejar ketertinggalan tumbuh kembangnya khususnya kemampuan berkomunikasinya.Demi perkembangan Fadhil kami sebenarnya ingin membeli sendiri ABD tersebut. Namun ternyata harganya sangat mahal, tidak terjangkau dengan kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan. Apalagi suami saya, Nur Rohmad, saat ini tidak bekerja karena baru saja mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan jari kelingkingnya harus diamputasi dan jeri 3-4 patah dan disambung dengan kawat, sudah menjalani operasi 2x, sampai saat ini belum sembuh dan belum bisa mencari nafkah. Untuk biaya hidup dan makan sehari-hari saja kami juga pas-pasan dan masih harus membayar iuran BPJS yang kami bayar secara mandiri. Kami pernah berusaha meminta bantuan pengadaan ABD kepada dinas terkait. Hanya saja hingga saat ini tidak ada respon positif yang kami dapatkan. Selain itu kami sudah coba menghubungi lembaga-lembaga zakat namun belum ada yang bisa membantu karena mahalnya harga ABD tersebut. Entah bagaimanapun caranya kami akan tetap berusaha membelikan ABD untuk Fadhil. Agar suatu saat dia bisa mendengar, mengenal suara, mengenal bunyi, tumbuh dan berkembang seperti anak-anak yang lain.Sungguh tinggi harapan kami terhadap kesembuhan Fadhil.Doa yang selalu saya panjatkan untuk Fadhil semoga ia menjadi anak yang sholeh, kuat, tangguh agar kelak ia sukses dunia akhirat membanggakan orang tua. Besok ketika dewasa semoga Fadhil bisa punya usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja untuk org lain sesuai dengan arti namanya: anak yg cerdas dan berguna. Aamiin.Untuk itu, sangat besar harapan saya akan bantuan dan doa para #TemanBaik agar Muhammad Khadziq El Fadhil bisa melanjutkan pengobatan hingga selesai
Dana terkumpul Rp 1.636.030
1 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi

Pilihan Campaign