Bangun Tidur Tiba-tiba Buta! Anak Kurir Alami Penyakit Saraf Langka
Rp 1.057.001 dari Rp 9.767.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“‘Ma! Kok mata Azzam nggak bisa lihat apa-apa?’ Begitulah teriak panik anakku. Pagi itu, anakku berjalan sambil meraba-raba benda di sekitarnya, mencari keberadaanku dengan wajah penuh ketakutan. Ia kehilangan penglihatannya begitu bangun tidur.”

“Kini, anakku hidup dalam dunianya yang gelap. Bukan karena tak ada harapan, tapi karena aku belum mampu membiayai tes genetik yang sangat besar. Sementara hanya tes itu satu-satunya jalan untuk mengetahui pengobatan apa yang seharusnya diberikan untuk anakku.” -Eni Maret, Orang tua Azzam-

Keadaan Azzam Ikhwan Nurrochman (7 thn) sampai saat ini masih membuat hatiku terasa perih.Ia masih buta dan sulit berbicara. Masa sekolah yang seharusnya penuh warna, berubah menjadi hari-hari yang gelap dan membingungkan baginya.

Saat awal penyakit itu muncul, aku benar-benar kalang kabut. Betapa tidak, dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, berharap ada satu dokter saja yang bisa memberi penjelasan. Namun tak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anakku.

Hingga akhirnya, setelah menjalani MRI, semuanya terungkap. Anakku mengalami adrenoleukodystrophy, penyakit genetik langka yang menyerang sistem saraf pusat. Seketika perasaanku hancur dan kebingungan.

Padahal sebelumnya, Azzam adalah anak yang hampir tidak pernah sakit. Bahkan, Ia tak pernah mengalami kejang dan demam. Tak pernah terpikir sedikitpun bahwa suatu hari ia akan kehilangan penglihatannya begitu cepat.

Kini, Ia harus menjalani tes genetik yang biayanya mencapai jutaan rupiah, sesuatu yang terasa sangat berat bagiku untuk membiayainya. Suamiku hanyalah seorang kurir barang, penghasilannya pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari.

Kian hari, kondisi anakku mengalami kemunduran. Senyum cerianya menghilang dan langkah kecilnya yang menyambutku sudah tak ada lagi. Tubuhnya sulit bergerak, bahkan sekedar mengunyah pun Ia tak mampu. Banyak waktu yang ia habiskan hanya terbaring di kasur, tak berdaya.

Ada saat-saat ketika demamnya tinggi, napasnya tersengal, dan tubuhnya kaku. Beberapa kali ia harus kembali dirawat di rumah sakit. Merasa bersalah sekali karena belum mampu memberikan pengobatan yang benar-benar ia butuhkan. Ia seolah dipaksa menerima kondisinya, hanya karena kami tidak mampu.

Saat ini, Azzam masih rutin kontrol ke rumah sakit agar dokter bisa terus memantau keadaannya. Namun jarak dari rumah kami ke RSCM cukup jauh. Sering kali aku kebingungan mencari biaya untuk ongkos transportasinya.

Belum lagi kebutuhan lain seperti tes genetik, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan keperluan perawatan sehari-hari.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Azzam tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Azzam!

-
Pencairan Dana Rp 690.795
Ke rekening ****1401 a/n Rochman
Dana digunakan untuk 1. Susu Dancow Rp40.000 x 14 dus = Rp560.000,- 2. Pampers baby happy Rp50.000 x 2 ball = Rp100.0002026-01-05 09:25:37
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Hasna Berusaha Tersenyum, Meski Kanker Menggerogoti Tubuhnya Lagi!
Subandri Rio
Rp 1.303.002
42 hari lagi
Menderita Beberapa Kelainan Otak, Adiva Hanya Bisa Terbaring Lemah
Eliana Aprilia Saraswati
Rp 35.332.004
65 hari lagi
Kateterisasi Gagal, Fathan Gagal Akibat Kebocoran Jantungnya Meluas
Hanan ahmad
Rp 1.610.002
30 hari lagi
Tak Hanya Merenggut Penglihatannya, Kanker Otak Membuat Ukkasya Tak Bisa Berjalan
abdul rosid supriadi
Rp 681.001
77 hari lagi
Anak Tukang Cuci Berjuang Sembuh dari Bibir Sumbing dan Sindrom 13!
Muhammad zaini
Rp 6.760.500
14 hari lagi
