Pendidikan

Di Tengah Tunggakan SPP, Seth Tak Pernah Berhenti Bermimpi Sekolah di Michigan Amerika

Rp 200.007 dari Rp 6.915.000

70 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Seth Felix Faustinus Lase Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Bekasi

“Anakku, Seth Felix Faustinus Lase (11 thn), tak pernah berhenti bermimpi. Cita-citanya besar, suatu hari nanti Ia berharap mendapatkan beasiswa hingga bisa melanjutkan sekolah ke Michigan, Amerika Serikat dan menjadi voice actor berbahasa Inggris untuk film animasi.”

“Setiap kali melihat Seth berangkat sekolah dengan seragam yang mulai kekecilan, hatiku rasanya sesak karena tak mampu membelikan yang baru. Dalam diam aku selalu berdoa, semoga aku masih mampu mengantarkannya mengejar mimpi.” -Katherina, Orang tua Seth-

Anakku seperti mempersiapkan mimpinya. Setiap pulang sekolah Ia akan mengambil pensil dan buku gambarnya, lalu menciptakan tokoh-tokoh yang lahir dari imajinasinya. Sambil menggambar, Ia akan berlatih berdialog bahasa inggris, menirukan berbagai karakter suara dari video yang dipelajarinya dari internet. 

Hal yang membuat hatiku sebagai orang tua semakin terharu adalah semua itu Ia lakukan tanpa pernah dipaksa. Ia bermimpi karena percaya bahwa suatu hari nanti kerja kerasnya akan membawanya menuju kehidupan yang lebih baik. 

Namun, dibalik senyum dan semangat anakku meraih mimpinya, ada pula cobaan berat yang harus dihadapi. Sudah hampir tiga tahun kondisi ekonomi keluarga kami mengalami penurunan. Aku bahkan sudah menghabiskan tabungan pribadi hingga menjual emas untuk mempertahankan pendidikan anakku. 

Aku masih terus mencari pekerjaan tetap sambil membuat kue rumahan untuk dijual secara online dan dititipkan di kantin sekolah. Sementara itu, suamiku terus berjuang mengembangkan usaha sabun kebersihan, menawarkan produk dari satu tempat ke tempat lainnya. Meski hasilnya belum seberapa, kami tidak pernah berhenti mencoba.

Ada malam-malam ketika aku menangis diam-diam memikirkan tunggakan SPP yang belum mampu aku lunasi. Hatiku semakin sesak saat Seth pulang sekolah dengan wajah ceria lalu berkata, "Ma, aku sekarang sudah kelas lima." Kalimat sederhana itu justru membuat air mata saya hampir jatuh, karena bingung bagaimana membeli buku pelajaran barunya.

Di saat aku tenggelam kecemasan, anakku datang memelukku sambil berkata, "Mama jangan bingung Ma." Ia bercanda, membuat saya tertawa, seolah ingin menghapus semua beban yang sedang saya pikul. Anak sekecil itu justru menjadi penguat bagi kedua orang tuanya.

Ia juga sering berkata, "Ma, aku mau belajar yang rajin supaya nanti bisa dapat beasiswa." Seth tidak pernah meminta barang mahal atau mengeluhkan keterbatasan yang kami alami, syukurlah Ia menerima semuanya dengan lapang hati.

Aku hanya ingin Seth terus bersekolah tanpa dihantui kekhawatiran tentang biaya. Aku ingin bakatnya dalam bahasa Inggris, menggambar, dan voice acting terus berkembang hingga suatu hari nanti benar-benar menjadi kenyataan. Namun, Ia masih membutuhkan biaya untuk uang sekolah dan kegiatan sekolahnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Seth tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Seth!   

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya