Panggilan Mendesak

camp
Kesehatan

Bermula dari Tumor, Evi Didiagnosa Kanker Paru-paru Stadium Akhir!

“Berawal dari kejadian sederhana saat menjemput anak pulang sekolah, jariku terkilir ketika membuka jendela angkot.  Ada bunyi seperti tulang retak, sakitnya tak tertahankan! Selama 3 bulan aku terapi pijat, tapi justru jariku semakin membengkak!”“Siapa sangka, dokter rumah sakit bilang ada tumor di jariku! Tapi ada kecurigaan lain, setelah pemeriksaan lanjutan, aku dinyatakan kanker paru-paru stadium 4! duniaku seketika runtuh dalam sekejap” -Evi Rahmawati (41 thn)-Aku pernah hampir putus asa, karena tak sanggup menahan sakit ini. Tak hanya di jariku, sakit juga tiba-tiba muncul pada pinggangku. Bagai mimpi tanpa henti, ternyata aku didiagnosa mengalami penyempitan tulang belakang sehingga sarafku terjepit.Tumor ganas di jariku pun semakin mengkhawatirkan, hingga dokter menyarankan amputasi. Namun, berat bagiku untuk kehilangan anggota tubuh. Akhirnya, dokter pun memutuskan untuk operasi pengangkatan tumor, serta rekonstruksi tulang jariku diganti dengan tulang betis.Kini, aku pun mulai menjalani kemoterapi. Syukurlah, sakit di pinggangku mulai  berkurang. Aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring, karena masih terasa sakit untuk duduk atau banyak bergerak. Segala aktivitasku dibantu suami.Sejak pengobatan, aku jadi semangat untuk sembuh. Apalagi suami selalu sabar merawatku dan aku masih memiliki 3 anak yang masih membutuhkan kehadiranku sebagai ibuya. Meski kadang aku harus minum obat pereda nyeri jika kambuh, atau menyaksikan rambutku yang rontok akibat kemoterapi.Namun, perjuangan ini tidaklah mudah. Biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari membengkak. Suamiku sebelumnya bekerja sebagai penjaga konter hp, tapi sekarang penghasilannya terhenti, karena Ia tidak bisa mencari nafkah demi mengurusku.Selama ini biaya sehari-hari dan pengobatanku lebih banyak mengandalkan bantuan dari saudara, bahkan pemilik toko tempat suamiku bekerja. Sekarang aku bingung, harus meminjam uang kemana lagi.Saat ini aku membutuhkan biaya untuk ongkos ke ke rumah sakit, pampers, makanan bergizi dan kebutuhan lainnya untuk terus melanjutkan perjuangan ini.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ibu Evi tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ibu Evi!
Dana terkumpul Rp 3.470.000
1 hari lagi Dari Rp 2.320.000
Donasi
camp
Kesehatan

Nuh Alami Penyakit Langka Sampai Kehilangan Penglihatannya

“Tak pernah terbangkan bagiku, anakku mengidap penyakit langka yang hanya terjadi pada 3 anak di Indonesia di tahun ini! Semua terungkap setelah saat menakutkan itu, ketika aku hampir kehilangannya yang mengalami henti napas.”Dokter mengirimkan sampel darah anakku ke Jerman dan Hongkong untuk diteliti, ternyata anakku mengalami mutasi genetik Maple Syrup Urine Disease (MSUD). Ia terpaksa minum air dan gula, karena aku tak sanggup membeli susu khusus yang harganya sangat mahal. Sementara semua susu biasa adalah racun bagi anakku!” -Arisha Trisna, Orang tua Nuh-Seminggu setelah lahir, Nuh Tsabit Qies Sinulingga (2 thn) mendadak sering memejamkan matanya dan menolak minum susu. Aku terus berusaha meminumkannya karena berat badannya turun drastis, tapi justru membuatnya tersedak.Dokter mengatakan anakku mengalami dehidrasi dan infeksi paru-paru. Ia harus menggunakan alat medis karena sempat henti napas secara tiba-tiba. Dua minggu berlalu di ruang perawatan, anakku masih tetap tak membuka matanya.Tapi ketika dicubit, Ia tetap merespon meski lambat, tanda Ia masih berjuang.Sebulan kemudian, hasil tes keluar. Air mataku langsung jatuh. Di urin anakku ditemukan penumpukan zat beracun yang bisa merusak otak, menyebabkan pembengkakan, kejang, bahkan koma dan kematian. Aku serasa kehilangan napas. Dokter mengatakan, jika kondisinya membaik, Nuh perlu menjalani transplantasi hati.Biaya pengobatan yang ada saja sudah begitu berat, lalu bagaimana selanjutnya? Bahkan anakku sampai dipulangkan dari rumah sakit karena kami tak kehabisan uang. Suamiku hanya bekerja sebagai staf administrasi honorer di pemerintahan dengan penghasilan terbatas. Namun, demi keselamatannya, aku menjual semua harta yang kami punya dan menggalang dana bersama teman-teman. Dari situlah kami bisa membawa Nuh berobat ke Malaysia, tempat yang katanya memiliki fasilitas lebih baik untuk penyakitnya.Kini, kondisi anakku hanya bisa berbaring ke kanan dan ke kiri. Terkadang, Ia mengalami kejang hingga tubuhnya kaku, lupa menelan dan kehilangan penglihatannya. Meski begitu, aku tetap yakin suatu hari nanti anakku bisa tersenyum dan tumbuh sehat seperti anak-anak lain.Aku percaya, selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha dan bertawakal. Saat ini, anakku membutuhkan biaya untuk membeli susu khusus, transportasi ke rumah sakit, obat dan vitamin yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Nuh tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Nuh!
Dana terkumpul Rp 5.514.001
15 hari lagi Dari Rp 62.128.000
Donasi

Pilihan Campaign