Panggilan Mendesak

camp
Kesehatan

Adelia Ingin Sembuh dari Kanker Kelenjar Getah Bening

Hai Teman Baik, nama saya Adelia Arie Pradita, usia 29 tahun. Akhir tahun 2016 saya merasakan benjolan di leher sebelah kanan. Benjolan keras dan tidak sakit, tapi saya merasa gatal-gatal padahal sebelumnya tidak ada riwayat alergi, keringat dingin pada malam hari, mudah lelah dan sulit bernafas, batuk dan mudah sakit.Saya memeriksakan diri ke dokter umum, diberi obat tapi tak kunjung membaik. Akhirnya saya dirujuk ke dokter penyakit dalam. Setelah diperiksa dan konsultasi dengan dokter bedah, dokter mengatakan saya harus dibiopsi. Saya mencari pendapat lain, periksa ke dokter penyakit dalam yang lain. Namun hasilnya sama, saya harus dibiopsi.Pada Oktober 2017, akhirnya saja menjalani biopsi di RS Elisabeth Semarang. Dan hasil laboratorium menyatakan saya terkena kanker kelenjar getah bening (lymphoma hodgkin). Sejak itu, saya harus menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali di RSUP Dr. Kariadi Semarang, mulai Desember 2017 setiap 3 minggu sekali. Karena sel kanker belum bersih, saya menjalani 2 kali kemo kembali dan dokter menyatakan sel kanker sudah bersih.Saya menjalani hidup seperti biasa, beraktivitas kembali. Februari 2019, benjolan kecil sebesar kelereng muncul di leher dan ketiak sebelah kiri. Benjolan semakin besar sehingga Oktober 2019 saya kembali dibiopsi. Hasil laboratorium menunjukkan sel kanker aktif lagi. Saya harus menjalani kemoterapi lagi tiga siklus, enam kali masuk obat tiap dua minggu. Seharusnya saya kemo 6 siklus tapi karena 3 siklus lainnya harus menggunakan obat yang tidak ditanggung BPJS saya hanya menjalani 3 siklus saja. Tidak ada biaya. Kanker kelenjar getah bening saya semakin membesar dan menghalangi saluran nafas. Saya merasakan sesak nafas, batuk, dan tak bisa bangun dari tempat tidur. Saya sempat dilarikan ke IGD dan menjalani perawatan di rumah sakit serta tetap melanjutkan kemoterapi.Akhirnya penyinaran yang harus saya jalani selesai. Tapi setelah CT scan, sel kanker ternyata belum bersih. Dokter memutuskan saya harus menggunakan obat Adcetris 50mg seharga Rp 50 juta/vial (rencana butuh 6 vial) untuk menuntaskan rangkaian siklus kemoterapi ini. Tetapi obat ini tidak di-cover BPJS. Saya mendapat bantuan untuk 5 vial, tapi yang 1 vial saya harus menanggung biayanya. Saya dan keluarga bingung dari mana biaya sebesar itu untuk membeli 1 vial. Saya mengetuk hati Teman Baik semua semoga berkenan untuk membantu saya menebus 1 vial obat ini demi kesembuhan saya. Saya rindu hidup normal seperti lainnya. Terima kasih.Teman Baik, ayo bantu Adelia supaya sembuh dari sakit kanker kelenjar getah bening. Tanam kebaikan selagi masih ada kesempatan.
Dana terkumpul Rp 7.047.993
1 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi
camp
Kesehatan

Bantu Zanirah Sembuh Melawan Tumor Tulang

Hai Teman Baik! Udah 1 tahun, Teman Kita Zanirah merintih kesakitan dan ngga nyaman karena tumor di kaki kirinya semakin lama membesar. Ayahnya yang tak lagi jualan di sekolah ngga sanggup untuk membawanya ke rumah sakit untuk biaya pengobatan. Sebelum besar seperti sekarang, saat lahir di kaki kiri Zanirah udah ada benjolan. Karena Teman Kita ngga nunjukkin gejala apa-apa orang tua Zanirah cuma kasih salep dan benjolan di kakinya cuma dikompres aja.Benjolan ini makin besar waktu Zanirah masuk umur 7-8 bulan dan lagi belajar merangkak. Ternyata ga cuma benjol aja, kaki kiri Teman Kita terutama dibagian dengkul ikut memerah dan kulitnya mulai pecah-pecah.Hal ini buat keluarga Zanira khawatir karena Teman Kita ngalamin demam yang tinggi dan juga ngalamin kejang-kejang. Akhirnya, Zanirah dibawa ke RS PMI Bogor untuk dilakukan CT Scan dan dirawat selama sebulan.Setelah tau hasil scan dari rumah sakit, orang tua Zanirah sangat terpukul. Bidadari kecilnya ternyata menderita tumor femur atau tumor tulang. Dan yang hal yang dikhawatirkan lainnya sana keluarga Zanirah adalah tumor ini bisa nyebar ke seluruh tubuh dan bisa merusak jaringan tubuh lain.Jalan satu-satunya untuk bisa sembuh dari tumor ini caranya operasi pengangkatan tumor, tapi ini sangat berisiko karena sebelum dilakukan operasi Teman Kita perlu dibius.Akhirnya keluarga Zanirah memberanikan diri untuk membawanya ke rumah sakit Gatot Subroto, Jakarta. Tapi bukannya mendapatkan perkembangan kondisi Zanirah, justru mereka semakin perihatin.Menurut hasil diagnosa dokter ortopedi kondisi kaki kiri Zanirah udah semakin parah, terburuknya apabila kondisi ini tidak ditangani lebih lanjut bisa berujung pada operasi amputasi kaki.Karena sudah hampir 7 bulan ngga lagi jualan, Ayah Teman Kita sama sekali tidak ada pemasukan, maka dari itu Pak Soleh berharap Teman Baik bisa membantu putri kecilnya.Donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan Pak Soleh untuk biaya rawat inap, biopsi, dan kontrol secara berkala Teman Kita. Yuk Teman Baik mari kita bantu Zanirah agar sembuh dari penyakitnya dengan klik Donasi Sekarang, berapapun nominalnya akan sangat berarti baginya.
Dana terkumpul Rp 6.223.093
3 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi
camp
Kesehatan

Bantu Biaya Kemoterapi Bu Lucy Penyintas Kanker Payudara

Hai Teman Baik. Yuk bantu Teman Kita Bu Lucyanna Nilasary penyintas kanker payudara. Dia butuh bantuan untuk membiayai kemoterapi Trastuzumab yang tidak dicover oleh BPJSnya.Bu Lucy didiagnosa kanker payudara pada Oktober 2018. Dia didiagnosa memiliki kanker payudara yang ganas (Hasil lab PA dan IHKnya positif semua dengan Grade 3). Sampai sekarang Bu Lucy telah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Seluruh biaya ditanggung BPJS, kecuali untuk membeli obat Trastuzumab. Obat ini dibutuhkan Bu Lucy untuk mengobati kankernya, agar tidak terjadi metastase (penyebaran). Sebenarnya ada beberapa merk obat yang mengandung Trastuzumab. Akan tetapi karena terkendala biaya, dia hanya mampu membeli yang merk Hertraz -paling murah diantara semua.Bu Lucy selesai menjalani kemoterapi pada April 2020. Seharusnya dilanjutkan lagi dengan kemoterapi Trastuzumab, akan tetapi ditunda karena dana makin terbatas. Suaminya terkena PHK di tempat kerja dan belum mendapatkan pekerjaan baru sampai sekarang. Bu Lucy baru bisa membeli obat Trastuzumab karena bantuan keluarga dan teman-temannya di sekitar.Teman Baik yang budiman. Dokter menyarankan Bu Lucy agar melakukan kemoterapi Trastuzumab sebanyak 18 kali, memeriksa ulang tiap 3 bulan sekali dan melakukan CT Scan 6 bulan sekali. Jujur Bu Lucy tidak mampu menanggung semua biaya itu, terutama Trastuzumab yang membutuhkan Rp 10 juta per sekali kemoterapi. Apalagi dia harus menemani sang suami dan membesarkan kedua anaknya yang baru berumur 8 dan 3 tahun.Yuk kita ringankan beban Bu Lucy lewat donasi. Caranya:1. Share campaign ini di facebook, twitter dan instagram kamu. Semoga makin banyak yang tahu dan mau bantu Bu Lucy2. Klik "Donasi Sekarang"3. Isi nominalnya.4. Pilih donasi dengan apa. Bisa lewat OVO, DANA, LinkAja, Sakuku, BCA KlikPay, BRI E-Pay, GoPay Transfer Bank dll.
Dana terkumpul Rp 5.075.104
6 hari lagi Dari Rp 60.000.000
Donasi

Pilihan Campaign