Panggilan Mendesak

camp
Kesehatan

10 Tahun Melawan Gagal Ginjal Kronis, Kini Kamu Bisa Bantu Rifky Sembuh

Halo Teman Baik, perkenalkan aku  Rifky Akbar Rariswanto S atau yang biasa disapa Rifky. Sekarang umurku 21 tahun, selama 10 tahun terakhir aku hidup sedikit berbeda dengan kebanyakan orang. Sejak umur 11 tahun aku divonis menderita Gagal Ginjal Kronis. Sudah tak terhitung berapa kali pengobatan yang kulalui selama 1 dekade ini dari aku kecil hingga sekarang dewasa. Jika ditanya apa harapan besar yang kuinginkan, jawabannya sederhana saja aku hanya ingin hidup normal dan kembali seperti sedia kala. Aku tak pernah berhenti berdoa agar tuhan mewujudkan harapan itu. Semangat dan mimpi untuk sembuh dan pulih selalu ku pertahankan, 10 tahun tentu bukan waktu yang sebentar untuk aku bertahan dengan rasa sakit ini.Awal mula penyakit ini kurasakan ketika tiba-tiba wajahku membengkak dan tubuhku semakin melemah. Dokter bilang bahwa aku terkena  sindrom nefrotik, jadinya aku mau tidak mau harus rawat jalan dan cuci darah 2 kali dalam seminggu.Di umur saat ini dimana teman teman bisa menimba ilmu atau bekerja untuk membantu orangtua mereka, aku tidak dapat berbuat banyak karena kondisiku yang lemah dan mudah drop. Sedih sekali melihat orang tuaku berusaha mencari nafkah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan adik-adikku namun juga biaya pengobatan yang tidaklah murah, mulai dari biaya transport ke rumah sakit hingga obat-obatan & vitamin yang tidak dicover BPJS. Ibuku selalu meyakinkan dan menemaniku untuk tetap semangat berjuang melawan penyakit ini ia sering bilang bahwa semua ini akan baik-baik saja dan aku akan kembali seperti sedia kala. Ibu sudah seperti sebagian jiwaku dalam melewati penyakit ini. Sayangnya sebagian jiwaku ini telah meninggalkanku terlebih dahulu. Ia telah berpulang mendahuluiku, tanpa kusadari ibu juga punya penyakit yang diam-diam disimpannya. Aku merasa bersalah dan sedih karena belum bisa membahagiakan dan membanggakan ibuku.Kini aku hanya punya ayah dan saudara saudaraku dan harapanku sembuh untuk membanggakan dan melihat senyum mereka selalu ku pertahankan, untuk mewujudkannya teman baik bisa membantuku bersama dengan Yayasan Ginjal Indonesia.Bantuan sekecil apapun darimu sangat berarti dan memberikan harapan bagiku untuk hidup normal kembali seperti sedia kala. Cara membantuku sangatlah mudah1. Klik “Donasi Sekarang”2. Isi nominal donasi3. Pilih berdonasi dengan apa. Lebih praktis dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).Bantuan ini nantinya dapat membantuku untuk memenuhi biaya transportasi cuci darah seminggu 2 kali cuci darah dan 1 kali cek ke poli Nefrologi, Biaya obat dan vitamin yang tidak dicover BPJS, Biaya Suplemen seperti Susu Nephrisol (khusus pasien gagal ginjal) yang tidak dicover BPJS, dan sebagainya. Selain itu, Temanbaik juga bisa membagikan link galang dana ini di Facebook, Twitter atau Instagram kamu. FORWARD juga ke sahabat dan kerabatmu di Whatsapp, Telegram, dll untuk bantu sebarkan kabarku ke banyak orang. Aku percaya kebaikan dan kebahagian akan selalu menyertai mereka yang membantu orang lain.
Dana terkumpul Rp 1.770.040
5 hari lagi Dari Rp 25.000.000
Donasi
camp
Kesehatan

Kanker Payudara Sudah Menjalar, Ibu Rusnaeni Butuh Bantuan

"Ya Allah sembuhkanlah mama  Abi"        “Mendengar hal tersebut saya sebagai ayah merasa sedih, Abizar anak kami satu-satunya masih belum tau apa sakit ibunya,” cerita Pak Irfan.Saya Irfan Sikumbang seorang buruh serabutan yang sedang berjuang bersama istri yang didiagnosa kanker. Awal gejala istri saya mengalami nyeri di area payudaranya kadang-kadang juga sampai menimbulkan gatal di sana, lalu lama kelamaan gejalanya bertambah yaitu pusing dan nyeri hingga ke bagian leher sehingga mengakibatkan proses pemberian ASInya tidak lagi produktif. Akibat kekhawatiran saya dengan kondisi tersebut maka kami memutuskan untuk ke RS Salewangang Maros, Makassar. Setelah diperiksa kami dirujuk ke Primaya Hospital Makassar. Di sana istri mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut, dokter mengatakan kalau istri harus segera ditangani.Istri saya didiagnosa dengan Invasive Breast Carcinoma-NST, Mamma Dextra Grade (3) dengan metastasis tumor pada kelenjar limfe supraclavicular dan harus menjalani tiga kali kemoterapi, lalu operasi pengangkatan payudara dan kemoterapi lagi sebanyak tujuh kali. Pasca kemo yang pertama belum lama ini istri saya sempat mengeluh sakit kepala namun berangsur membaik, saat ini kami sudah kemo untuk kali kedua. Biaya pengobatan memang sudah tercover namun kami tetap butuh bantuan untuk bisa membiayai yang lainnya seperti vitamin-vitamin yang tidak tercover BPJS serta biaya untuk bolak-balik ke rumah sakit, sebab kami butuh 2 jam untuk mencapai rumah sakit.TemanBaik, ayo kita bantu TemanKita agar sembuh dari sakit yang dialaminya dengan cara:1. Klik “Donasi Sekarang”2. Isi nominal donasi3. Pilih berdonasi dengan apa. Lebih praktis dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).Selain donasi kamu juga bisa bagikan link galang dana ini ke grup atau orang-orang terdekat supaya banyak yang ikut membantu kesembuhan Ibu Rusnaeni.
Dana terkumpul Rp 1.835.000
7 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi
camp
Kesehatan

Perjuangan Bu Inayati Melawan Kanker Payudara yang Telah Menyebar

“Sejak isteri saya divonis kanker payudara, saya sudah tidak lagi bekerja karena harus jagain istri yang harus rutin pengobatan di rumah sakit” - Andi, suami Bu InayatiSudah lebih dari 1 tahun Bu Inayati (45 thn) berjuang untuk sembuh dari kanker payudara stadium 4 yang sudah sampai menyebar ke tulang belakang. Awalnya gejala yang dialami Bu Inayati seperti benjolan di payudara dan pinggang terasa sakit. Penyakit yang dideritanya ini mengakibatkan kondisinya menjadi hanya bisa berbaring lemas.Mengetahui kondisi itu, pak Andi suami Bu Inayati membawa ke RSUD Tarakan untuk dilakukan pengecekan. Miris hati mereka ketika mengetahui bahwa Bu Inayati dinyatakan menderita kanker yang sudah menyebar ke tulang belakang, paru-paru dan hati.Kata dokter, jalan satu-satunya supaya Bu Inayati bisa sembuh dengan cara pengobatan secara rutin. Sampai saat ini sudah dilakukan kemoterapi dan radioterapi, tapi belum ada perkembangan.Akibat kemoterapi yang dijalaninya, buat tubuh Bu Inayati semakin kurus dan rambutnya sudah mulai rontok.Dalam waktu Bu Inayati akan melakukan kemoterapi dan radioterapi sekali lagi agar kanker yang dideritanya tidak semakin parah. Kalau tidak, kanker Bu Inayati akan menyebar dan memperparah kondisinya.Walaupun biaya pengobatan sudah tercover BPJS, kebutuhan sehari-hari Bu Inayati dan Pak Andi sulit untuk terpenuhi, terlebih sudah 1 tahun Pak Andi tidak bekerja dan tabungan Bu Inayati yang sebelumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga jauh dari kata cukup.Perjuangan Bu Inayati masih sangatlah panjang, di tahun yang baru ini, dia hanya berharap bisa sembuh dari kanker yang dideritanya. Semoga bantuan yang diberikan bisa melanjutkan pengobatan Bu Inayati yang belum selesai.  TemanBaik bisa ikut bantu Bu Inayati dengan cara :Klik “Donasi Sekarang”Isi NominalnyaPilih Metodenya. Lebih praktis DONASI lewat OVO, DANA, LinkAja, BCA KlikPay, KlikBCA, Sakuku dll. Bisa juga lewat transfer Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI) atau lewat kartu kredit
Dana terkumpul Rp 14.832.267
8 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi

Pilihan Campaign