Benihbaik_2024-02-29_170919598765e042d320a6d.jpeg
Hewan

Satu Langkah untuk Kelestarian Badak Jawa, Bantu Tersedianya Pakan untuk Mereka!

Rp 5.440.018 dari Rp 500.000.000

39 hari lagi

Penggalang Dana

user
YAYASAN BADAK INDONESIA ceklis Identitas terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Yayasan Badak Indonesia Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Pandeglang

Badak Jawa merupakan satwa endemik Pulau Jawa yang dilindungi dalam Red List Data Book IUCN tahun 2008 dengan kategori critically endangered atau satwa yang terancam punah. Badak Jawa juga terdaftar dalam Appendix I CITES sebagai satwa yang tidak boleh diperdagangkan. Badak jawa saat ini terkonsentrasi di wilayah Semenanjung Ujung Kulon.

Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang merupakan salah satu kawasan konservasi yang ada di Indonesia tidak luput dari terjadinya kerusakan kawasan. Kerusakan kawasan TNUK terjadi karena adanya perambahan yang dilakukan oleh masyarakat, penebangan  liar, dan kebakaran hutan. 

Untuk mengantisipasi akibat dari kerusakan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mempunyai program yaitu pemulihan ekosistem. Pemulihan ekosistem ini merupakan kegiatan yang menjadi prioritas dari pemerintahan saat ini dengan harapan bahwa lahan-lahan dan area yang telah terjadi kerusakan dapat terpulihkan menjadi ekosistem semula sehingga keanekaragaman hayati dapat terjaga.Sesuai dengan Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) Yayasan Badak Indonesia (YABI) Tahun 2024 yang telah disepakati bersama Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Program Pemulihan Ekosistem Melalui Pembinaan Habitat dan Perluasan Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) untuk Meningkatkan Populasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus), melalui Sub-Program Pembinaan Habitat Badak melalui kegiatan Penanaman Pakan Badak Jawa, maka YABI menyusun kegiatan berupa Pengkayaan Tumbuhan Pakan Badak Jawa dan Pemulihan Ekosistem di Area JRSCA TNUK. 

Kegiatan pengkayaan tumbuhan pakan Badak Jawa dalam rangka pemulihan ekosistem di Areal JRSCA seluas 6,18 ha diprioritaskan terhadap areal yang telah terjadi kerusakan ekosistem seperti areal bekas perambahan berupa sawah dan kebun.

Mengapa Pakan Badak menjadi penting :

  1. Pemakan Tumbuhan: Badak adalah hewan herbivora, yang berarti mereka memakan tumbuhan sebagai sumber utama makanan mereka. 

  2. Konsumsi Harian: Rata-rata seekor badak dewasa dapat mengonsumsi antara 40 hingga 60 kilogram makanan setiap hari, tergantung pada jenis badak dan kondisi .lingkungan.

  3. Pilihan Makanan: Badak cenderung memilih tumbuhan dengan kandungan nutrisi tinggi, seperti pucuk daun dan tanaman berkayu muda. Mereka juga dapat mencari makanan tambahan seperti buah-buahan.

  4. Kebutuhan Air: Meskipun badak mendapatkan sebagian besar cairan dari tumbuhan yang mereka konsumsi, mereka juga membutuhkan akses ke air segar untuk minum, terutama pada musim kemarau.

  5. Pencarian Makanan: Badak Jawa, salah satu spesies yang paling terancam punah, biasanya mencari makanan di hutan hujan dataran rendah dan sabana.

  6. Pakan Sebagai Faktor Kesehatan: Ketersediaan pakan yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan badak. Badak jawa juga membutuhkan garam mineral khususnya sodium untuk Kesehatan dan kekebalan tubuhnya. 

Dukungan Anda untuk Pakan Badak akan sangat berarti :

  1. Kesehatan Badak: Mereka memerlukan nutrisi yang tepat untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

  2. Reproduksi: Ketersediaan pakan yang mencukupi mendukung tingkat reproduksi yang sehat, vital untuk kelangsungan hidup spesies.

  3. Perilaku Alami: Ketersediaan pakan memungkinkan badak mengekspresikan perilaku alami mereka, mendukung kesejahteraan psikis dan fisik.

  4. Mengurangi Konflik: Dengan pakan yang cukup di habitat alami, kita dapat menghindari konflik antara manusia dan badak yang mencari makan dekat permukiman.

  5. Keseimbangan Ekosistem: Badak Jawa berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem TNUK. Badak termasuk kedalam spesies payung (umbrella species) yang memiliki daya jelajah yang luas. Kegiatan konservatif pada spesies ini memberikan pengaruh pada spesies lainnya yang juga tinggal di dalam ekosistem yang sama. 

Badak Jawa mengkonsumsi sekitar 253 jenis, dan 73 famili dari 453 jenis dan 92 famili tumbuhan yang ada di TNUK (Rahmat, 2007). Jenis tumbuhan tersebut diantaranya cente (Lantana camara), sulangkar (Leea sambucina), lampeni (Ardisia humilis), areuy leuksa (P. suaveolens), dahu (Dracontomelon puellarum), ki tanah (Zanthoxylum rhetsa), dan kedondong (Spondias pinnata) (Vahlevi, 2020).

Nantinya pengadaannya untuk penanaman dengan cara memberdayakan masyarakat dalam membuat dan mengelola persemaian. Benih/bibit yang ditanam oleh masyarakat dengan usia bibit yang ditanam pada lahan tanam berusia sekitar 7 minggu dan/atau setinggi 50-100 cm. Rencana jenis bibit yang akan ditanam pada persemaian berjumlah 35 jenis.

Kami membutuhkan dukungan Anda! Mari bersama-sama menanam pakan Badak Jawa di TNUK. Setiap tindakan Anda akan membawa harapan bagi masa depan Badak Jawa

Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat mengakses:

Yayasan Badak Indonesia (YABI)

  • Alamat: Jl. Bima IV No. 10 Bumi Indraprasta I, Kelurahan Bantarjati Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, 16153

  • Telepon: +62 251 - 8380832

  • Email: info@badak.or.id

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya