Benihbaik_2026-10-12_17918026856accbd3d760f7.jpeg
Hewan

Lima Kucing Mati dalam Seminggu, Kini 45 Kucing Bergantung di Kontrakan Kecil Farrah

Rp 0 dari Rp 7.537.500

89 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Farrah ferdiana Ningrum Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Lima ekor kucing mati dalam satu minggu! Ada juga kucing yang aku termukan dalam kondisi rahangnya patah dan satu matanya hilang. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya sebelumnya. Lalu, aku juga menemukan bayi kucing dalam tong sampah, tubuhnya begitu kecil, lemah, bahkan ari-arinya masih menempel.”

“Namun, tak semua kucing yang aku temui bisa aku bawa ke dokter karena keuanganku terbatas. Akhirnya, aku hanya bisa menangis sendirian karena telah gagal menolong kucing lainnya. Ternyata rasa sayang saja tidak cukup untuk menolong para kucing terlantar.” -Farrah Ferdiana Ningrum, Cat Rescuer-

Aku Farrah Ferdiana Ningrum, sudah sejak 6 tahun lamanya aku mulai merawat kucing terlantar. Awalnya aku hanya memberi makan beberapa kucing liat yang sering datang ke depan kontrakanku di Jember. Diantara hewan tersebut ada yang sangat kurus, hamil, sakit bahkan dibuang pemiliknya.

Setiap melihat para kucing itu, aku tak tega. Akhirnya, aku satu per satu kucing itu mulai aku bawa masuk ke kontrakan. Bermula dari 3 ekor, lama-kelamaan aku menampung puluhan nyawa dalam hidupku. Namun, setelah itu jadi banyak orang yang membuang kucing di depan kontrakanku.

Sebagian kucing yang ditinggalkan di sekitar kontrakanku dalam kondisi kurus dan berjamur. Ada juga yang mengalami flu berat, matanya dipenuhi nanah sampai tak bisa terbuka. Ada yang trauma dan sangat mengenaskan. Aku tahu, aku tak bisa menyelamatkan seluruh kucing di dunia. 

Saat ini, ada 45 kucing yang berada di kontrakan kecilku. Setiap hari aku selalu bangun subuh untuk membersihkan kandang hingga menyiapkan makanan dan obat untuk para kucing. Sepulang kerja, aku akan kembali melakukan kegiatan serupa seperti saat pagi.

Sebagian besar aku merawat kucing-kucing sendirian, kadang ada beberapa teman yang membantu mengantarkanku ke dokter hewan. Dalam sehari aku membutuhkan sekitar 5-6 kilogram dry food dan sekitar 15 sachet wet food. Itu belum termasuk pasir, obat, vitamin, biaya dokter, dan kebutuhan lainnya.

Masalahnya, penghasilanku sebagai tukang ojek tak menentu dan sangat terbatas. Terkadang, aku mengambil pekerjaan sebagai cat sitter untuk penghasilan tambahan. Aku sampai menjual barang pribadi agar kebutuhan makanan kucing terpenuhi.

Syukurlah, ada beberapa donatur dari media sosial yang sesekali membantu biaya para kucing. Namun kebutuhan mereka tidak pernah berhenti. Sekarang aku kembali berada di titik yang sangat sulit, benar-benar sedang minus. Sewa kontrakan satu bulan lagi akan habis, tetapi aku belum memiliki uang untuk memperpanjangnya. 

Pakan sering terlambat terbeli sampai aku terpaksa mencampur nasi dengan ikan cue agar para kucing tetap bisa makan. Obat cacing dan vitamin sudah habis. Aku juga sudah memiliki utang di petshop langganan. Aku tidak ingin membuang mereka, tapi juga tak ingin mereka dirawat sembarang orang.

Di Jember, belum ada shelter besar yang mampu menampung puluhan kucing. Saat ini, para kucing membutuhkan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan kucing-kucing terlantar tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup kucing-kucing terlantar! 

Aktivitas donasi kosong-01

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya