Napasnya Tersengal Tiap Dorong Gerobak, Pejual Es Berjuang dari Sakit Jantung dan Batu empedu
Rp 243.000 dari Rp 3.872.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Napasku tersengal-sengal, kesulitan mendorong gerobak es yang menjadi penopang hidupku. Langkahku sering terhenti di tengah jalan dan tanganku refleks memegang dada yang nyeri, berharap penyakit jantungku tidak membuatku pingsan tiba-tiba. Semua perjuangan ini agar aku bisa terus berobat dan menghidupi 3 anakku.”

“Namun, hidup terus mengujiku. Aku tiba-tiba didiagnosa sakit batu empedu dan motor satu-satunya yang menjadi sumber penghasilan keluarga kami hilang dicuri. Suamiku kini kehilangan cara untuk mencari nafkah. Akhirnya, aku terpaksa menolak operasi, bukan karena tak ingin sembuh, tapi tidak ada biaya...”

Namaku Marpuah (34 thn). Entah bagaimana menggambarkan betapa letihnya tubuhku menahan sakit, sementara aku tetap harus berdiri dan berjalan demi bertahan hidup. Mau tak mau aku terus menyusuri jalanan mendorong gerobak es, menembus panas dan hujan. Pembeli kadang sepi, aku hanya bisa pulang dengan tangan hampa.

Suamiku tak tinggal diam, Ia berupaya meminjam motor saudara untuk ngojek, itupun kalau motornya tidak dipakai. Penghasilanku dan suami tak pernah pasti. Jangankan untuk berobat, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari saja susah.
Awalnya, aku sendiri tak pernah tahu bahwa ada penyakit jantung bawaan dalam tubuhku. Hingga suatu hari, tiba-tiba dadaku terasa panas dan napasku sesak. Saat aku ke rumah sakit, barulah kenyataan pahit itu terungkap. Dokter langsung menyarankan agar aku operasi jantung.

Sebenarnya aku takut, sangat takut. Tapi setiap kali aku menatap wajah anak-anakku, aku tahu aku harus bertahan. Aku ingin tetap hidup untuk mereka. Berbekal keberanian yang tersisa, aku akhirnya menjalani operasi dan kini harus rutin kontrol untuk memastikan kondisiku tetap stabil.

Namun, cobaan belum juga berhenti. Tak lama setelah itu, rasa sakit hebat kembali datang, kali ini bukan di dada, tapi di perut. Setelah diperiksa, aku didiagnosis menderita batu empedu. Sejak saat itu, aku harus mengkonsumsi obat rutin untuk menghancurkannya.
Nyeri di bagian bawah pinggang terasa terus-menerus, membuatku semakin sulit bergerak, apalagi bekerja. Sku kehilangan kemampuan untuk beraktivitas dan mencari nafkah seperti dulu. Modal jualan es pun habis, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.

Tak ada pemasukan, tak ada pegangan. Aku pernah berada di titik di mana hanya ada satu butir telur ceplok di dapur dan itu harus kubagi untuk kami berempat, untuk anak-anakku. Tetangga tak mau meminjamkan uang, mungkin takut aku tak mampu mengembalikannya.
Saat ini, aku masih berjuang dan masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung, vitamin, dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Marpuah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Marpuah!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Bantu Habib Faizal Lawan Diabetes Hingga Sakit Jantung
ZUBIR Alfiansyah
Rp 0
32 hari lagi
Nuh Alami Penyakit Langka Sampai Kehilangan Penglihatannya
DAVID KURNIANSYAH
Rp 7.580.001
57 hari lagi
Tak Disangka, Diagnosa Tipes Berujung Vonis Penyakit Jantung pada Pak Budiman
Selly
Rp 1.230.000
20 hari lagi
Leher Nida Menonjol Akibat Tumor Ganas, Menoleh pun Tak Bisa!
Nida Alyanur
Rp 6.125.005
20 hari lagi
Berjuang Pengobatan Jantung, Pak Subandi Malah Mengalami Pendarahan Otak!
Ustadz Subandi
Rp 1.863.000
20 hari lagi
