Benihbaik_2026-03-25_177441645569c37247ba83d.jpeg
Pendidikan

Saat Biaya Pengobatan Menghimpit, Pendidikan Danish Terancam Putus

Rp 0 dari Rp 5.906.000

84 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Danish Dayana Batrisya Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

Cobaan terus datang pada perjalanan Danish menempuh pendidikannya. Tiga tahun terakhir, Neneknya sering sakit dan harus rutin kontrol ke rumah sakit. Dua tahun terakhir, adiknya pun harus menjalani pengobatan rutin. Meski biaya rumah sakit ditanggung BPJS, ongkos perjalanan tetap menjadi beban berat bagi orang taunya.

Titik terendah itu terasa begitu dalam ketika adiknya harus menjalani operasi bersamaan dengan waktu Danish akan masuk SMP. Dalam keadaan tak berdaya, orang tuanya yang berpenghasilan pas-pasan hanya bisa meminjam uang pada saudara. Hati orang tuanya terbelah, memilih antara kesembuhan anak atau pendidikan.

Di balik seragam putih biru yang Ia kenakan Danish Dayana Batrisya (14 tahun), tersimpan mimpi yang sangat besar. Danish yang saat ini duduk di bangku kelas VII di SMP Negeri 2 Panggang, Yogyakarta. Namun, jalannya menuju cita-cita itu tidaklah mudah.

Jika pagi Ia menuntut ilmu di sekolah, maka ketika sepulang sekolah Ia lebih memilih membantu orang tuanya. Kemudian, Ia menutup Minggu sorenya dengan mengaji di pondok. Hari-harinya sederhana, namun penuh makna dan perjuangan.

Di tengah keterbatasan, Danish tak henti-hentinya menorehkan prestasi sebagai bekal menyambut masa depannya. Ia juara lomba drumband, juara cerita Bahasa Jawa, juara sepak takraw, hingga menjadi anggota Pramuka Garuda. 

Kelak, Danish sangat optimis bahwa Ia bisa menjadi seorang TNI, Ia ingin berdiri gagah membela negeri. Bahkan kini, Ia mulai melatih dirinya dengan baris-berbaris dan latihan fisik, seakan tak ingin mimpinya hanya menjadi angan.

Namun, orang tuanya hanyalah seorang petani dan buruh serabutan. Demi Danish, Ayahnya sudah memulai hari dengan bekerja dari sebelum fajar menyingsing, pukul 04.30 pagi sudah berjualan di pasar tradisional. Lalu Ayahnya melanjutkan pekerjaan mengantar galon air hingga siang, dan kembali ke ladang hingga sore hari. 

“Lelah memang, tapi harapan melihat anakku tetap sekolah membuatku terus bertahan,” ungkap Yuni Iswanto, orang tua Danish.

Tak pernah sekalipun ia mengeluh, meski uang sakunya seringkali sangat terbatas. Sepulang sekolah, Ia tetap membantu mengurus rumah dan belajar dengan tekun. Ia sering bercerita tentang cita-citanya, tentang keinginannya mengabdi pada negara saking semangatnya.

Usaha dan doa selalu menjadi senjata bagi harapan yang Danish genggam. Saat ini, ekonomi keluarganya sedang sulit dan cobaan terus menghampiri. Sementara Danish masih terus membutuhkan biaya untuk membayar uang sekolah, membeli perlengkapan sekolah, transportasi ke sekolah dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Danish untuk tetap melanjutkan pendidikan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Danish!

Aktivitas donasi kosong-01

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya