Perutnya Sampai Dilubangi, Radikta Berjuang dari Tumor Ovarium Stadium 3
Rp 0 dari Rp 44.430.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Anakku mengalami tumor ovarium stadium 3 di usianya yang baru menginjak 5 tahun! Sejak itu, tiada hari yang aku lalui tanpa air mata. Hatiku hancur, melihat tubuh kecilnya yang dulu ceria, kini terbaring lemah menahan sakit. Makan dan minum pun kini harus bergantung pada selang NGT yang ditancapkan ke hidungnya.”

“Tak hanya itu, untuk buang air besar pun ia harus melalui lubang di perutnya yang dipasangi kantong kolostomi. Setiap detik yang ia jalani terasa seperti pertarungan melawan rasa sakit. Tubuh kecilnya belum mampu melakukan banyak hal, sehingga hampir sepanjang waktu Ia hanya bisa berada dalam pelukanku.” -Tarilah, Orang tua Radikta-

Semua terjadi begitu mendadak! Tiba-tiba anakku, Radikta Aprilia Najwa (5 thn), mengalami sembelit. Aku juga menemukan benjolan di bagian kiri perut bawahnya. Aku yang cemas pada hal janggal itu langsung membawanya ke puskesmas.

Saat itu dokter menduga ada fases (kotoran) yang mengendap di perut anakku, lalu Ia diberi obat. Hari demi hari aku menunggu dengan penuh harap agar kondisinya membaik. Namun kenyataannya tidak seperti yang aku bayangkan. Ia masih kesulitan BAB. Akhirnya dokter merujuk anakku periksa ke rumah sakit besar.

Hasil pemeriksaan membuat hatiku seperti teriris. Ada bakteri di paru-paru anakku, fungsi ginjalnya juga tidak bekerja dengan baik, dan yang paling membuatku terpukul, anakku didiagnosa tumor ovarium. Ia pun harus dirujuk dari Cirebon ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sejak saat itu, anakku harus menjalani serangkaian operasi besar. Tumor di tubuhnya diangkat, lalu dibuatkan lubang di perutnya sebagai jalur untuk buang air, dan dipasang selang dari ginjal yang keluar melalui tubuhnya. Tak tega rasanya melihat tubuh kecilnya harus menanggung begitu banyak luka operasi.

Kini anakku sedang menjalani kemoterapi. Tubuhnya semakin lemah, ia sering muntah, kehilangan nafsu makan, dan masih kesulitan BAB. Meski begitu, di tengah rasa sakitnya Ia sering berkata ingin segera sembuh agar bisa kembali sekolah dan bermain bersama teman-temannya seperti anak-anak lain.

Sebagai seorang ibu, aku hanya bisa terus berharap dan berdoa untuk kesembuhannya. Namun di sisi lain, aku juga harus menghadapi kenyataan pahit tentang biaya pengobatan. Suamiku hanyalah seorang buruh proyek dengan penghasilan sekitar Rp75 ribu.

Demi terus mengobati anakku, aku sudah meminjam uang ke sana-sini bahkan menjual barang-barang yang ada di rumah. Sementara itu, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi bolak-balik ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta berbagai kebutuhan lainnya selama menjalani pengobatan.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Radikta tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Radikta!

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser ( 1 Orang )
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Jadi Fundraiser
Bantu Campaign Lainnya
Aku Hanya Pedagang Sayur yang Berjuang Demi Anak Sakit Jantung
Heri iswanto
Rp 7.879.000
24 hari lagi
Operasi Tertunda Akibat Kejang Tak Berhenti, Asshafa Berjuang dari Jantung Bocor
Nur Fitriyani
Rp 1.153.000
85 hari lagi
Ada 3 Lubang di Jantungnya! Anak Tukang Ojol Harus Operasi Bedah di Jakarta
Reni Misnawati Nadeak
Rp 2.667.000
7 hari lagi
“Aku Janji Jadi Anak Baik Kalau Sembuh,” Anak Petani dari Sumba Berjuang Melawan Penyakit Jantung
Noel Saputra
Rp 2.175.022
45 hari lagi
Bantu Jasmin & Jihan Bayi Kembar Penderita Epilepsi Parah
Jihan Jasmin
Rp 0
70 hari lagi