Benihbaik_2022-10-20_166626077663511f28687c5.jpeg
Anak

Hidup Anak saya Bergantung pada Tabung Oksigen

Rp 5.210.121 dari Rp 179.610.000

48 hari lagi

Penggalang Dana

user
Kartini Rifai ceklis Identitas terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Azzura Ajwa Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kota Palu

Bayi kecil kami Azzura Ajwa (9 bulan) lahir dengan berat badan yang normal dan divonis menderita down syndrome serta tiroid. Ia sempat dirawat sebulan di RS karena tubuhnya menguning, tidak menangis kalau lapar ataupun buang air kecil. 

Kami orang tua merasa aneh ketika Azzura sulit sekali minum asi dan mengalami BAB yang tidak wajar sampai menghabiskan 10 diapers. Kami membawanya ke IGD RS Anutapura dan langsung dilakukan X-Ray, hasilnya anak kami mengalami infeksi paru-paru efek pneumonia. Dokter meminta agar di-echo juga, benar saja ketahuan kalau Azzura mengidap kebocoran jantung VSD dan ASD. 

Anak kami terpaksa bolak-balik rumah sakit untuk dirawat menggunakan O2 dan kontrol karena ia sesak bahkan sempat transfusi. Meskipun dirawat di rumah, ia tetap menggunakan oksigen. Kondisi tersebut membuatnya dirujuk ke RS jantung Harapan Kita Jakarta. 

Kami sekeluarga cukup berjuang membawanya ke Jakarta dengan menggunakan oksigen dan membawa pendamping perawat. Tak lupa bantuan ambulance dari yang mengantarkan dan menjemput kami dari bandara.

Tanggal 7 Juni 2022, keluarlah hasil konferensi bedah yang menyatakan belum ada tindakan untuk anak kami karena berat badannya belum memenuhi syarat. Setelah dirujuk ke RS Anak dan Bunda, kami konsul. Alhamdulillah beratnya mencapai target yang ditentukan. Azzura akhirnya dijadwalkan untuk operasi pertama dengan tahap operasi post pH banding dan ligasi PDA pada tanggal 31 Agustus 2022.

Kondisinya baik setelah operasi selama 2 jam dan masuk ICU selama 15 hari. Setelah itu kami dijadwalkan lagi untuk kontrol ke poli bedah dengan tujuan pencabutan benang operasi dan ke  dokter jantung untuk di-echo kembali, memastikan kondisi pasien pasca operasi.

Sayang sekali, mungkin karena pada saat masa perawatan dan kontrol ke poli sangat padat, Azzura justru terpapar flu dan pilek. Suhu badannya naik, kami memberinya paracetamol saja sesuai yang diresepkan dokter. Azzura wajib ganti NGT seminggu sekali di IGD RSAB.  

Tapi kondisinya tidak membaik bahkan sesak dan muncul ruam-ruam di sekujur tubuh dan dicurigai terkena virus campak. Akhirnya kami dipindahkan ke kamar observasi isolasi. Azzura kembali menggunakan oksigen karena apabila tidak, saturasinya bisa drop sampai ke 46 persen saja. 

Sampai saat ini kami masih menunggu waktu kontrol, jadwal kateterisasi dan jadwal operasi ke-2 karena Azzura disarankan untuk selalu standby. Azzura harus menjalani operasi untuk menghindari gagal jantung akibat kebocoran pertukaran darah jantung ke paru begitu deras.

Namun biaya untuk proses pengobatannya begitu mahal. Kami di sini juga tinggal di kos, sementara kami masih memiliki anak yang berada di Palu. Ayah Azzura seorang pelatih olahraga panahan yang hanya dibayar per tatap muka. 

Sudah banyak sekali usaha yang kami lakukan untuk Azzura. Kami menjual motor dan tanah agar dapat menutupi kebutuhannya. 

TemanBaik, kami membutuhkan bantuan untuk bisa membayar alat yang digunakan di jantungnya, yang mana itu tidak dicover BPJS lagi. Kami ingin anak kami sembuh dari kebocoran jantung. 

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya