Benihbaik_2026-01-30_1769773358697c992e0a39e.jpeg
Anak

Sempat Henti Jantung! Anak Pengemudi Ojol Asal Aceh Berjuang Berobat di Jakarta

Rp 315.000 dari Rp 6.685.000

85 hari lagi

Penerima Donasi

anon
QAISYA NAILA AMALINA Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Aceh Besar

“Aku terduduk lemas saat dokter mengatakan jantung anakku sempat berhenti berdetak! Aku hanya bisa berbisik dalam hati, ‘Ya Allah, semua ini atas kehendak-Mu, tolong berikan anakku umur panjang, angkatlah penyakitnya.’ Hari-hari aku lalui dengan ketakutan mendapat kabar buruk yang mungkin bisa datang kapan saja.”

“Namun, di tengah keputusasaan itu, Allah menghadirkan mukjizat. Dokter menyampaikan kabar yang tak pernah berhenti aku syukuri, anakku telah siuman dan boleh dibawa pulang. Sungguh, kuasa Allah! Semua perjuanganku membawanya berobat dari Aceh ke Jakarta tak sia-sia. Aku semakin yakin, selalu ada jalan untuk kesembuhan anakku.” -Heni Supita, Orang tua Qaisya-

Dokter mendiagnosa anakku, Qaisya Naila Amalina (8 bln), mengalami sakit jantung sejak usianya baru 15 hari. Hatiku semakin hancur lagi ketika dokter mengatakan bahwa kondisi jantung anakku termasuk kasus yang sulit ditangani, dan Ia harus berobat ke Jakarta. 

Sejak hari itu, hari-hari aku lalui dengan menangisi keadaan. Aku bingung sekali, tidak punya biaya untuk membawa anak berobat ke Jakarta. Sementara suamiku hanyalah pengemudi ojek online, dengan penghasilan sehari-hari hanya cukup untuk makan dan membeli susu anak. Bahkan untuk berharap saja begitu berat. 

Saking pasrahnya, aku dan suami sempat berpikir untuk menjual satu-satunya motor yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama keluarga kami. Motor yang menjadi penopang hidup keluarga kami.  Namun setelah dihitung, motor itu tak menutupi biaya ke Jakarta.

Di tengah kebuntuan dan kelelahan batin, Allah menghadirkan keajaiban lewat cara yang tak pernah aku duga. Suatu hari, saat aku termenung sedih di teras rumah, seorang tetangga menghampiriku dan menanyakan keadaanku. Dengan suara bergetar, aku menceritakan kegelisahanku yang tak mampu membawa anakku berobat ke Jakarta.

Siapa sangka, tetanggaku dengan tulus menawarkan tabungan pribadinya agar aku bisa membawa anakku berobat. Ia berkata, “Bawa anakmu, jangan pikirkan masalah lain dulu. Fokuskan untuk kesembuhan anak.” Air mataku jatuh, tak menyangka masih ada orang sebaik itu menolong anakku.

Makasih Allah, Engkau bukakan jalan untuk anakku. Entah berapa kali aku mengucapkan rasa syukurku. Kini, anakku sudah menjalani pengobatan di Jakarta. Namun kondisinya masih sangat lemah, kuku, bibir, telapak kaki, dan tangannya masih membiru. Ia masih bergantung pada alat bantu napas oksigen.

Di sisi lain, biaya hidup di Jakarta sangat besar dan aku keuanganku sudah sangat menipis. Pernah aku dan suami tidak makan dari malam hingga malam berikutnya, hanya minum air putih demi bertahan.

Aku tak memiliki rumah untuk dijual, saat ini pun kami hanya tinggal di kontrakan. Namun aku tetap harus memikirkan biaya transportasi berobat anakku ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan penting lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Qaisya tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Qaisya!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya