Jeritannya Menyayat Hati, Anugerah Berjuang dari Hidrosefalus, Infeksi Paru-paru dan Diare Kronis
Rp 345.007 dari Rp 8.433.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Mati-matian aku berjuang demi pengobatan anakku, tapi di saat itu dokter mengatakan resiko kematian anakku sudah tinggi! Duniaku runtuh! Namun, disaat aku berada di titik terendah hidupku, Allah berkehendak lain. Mukjizat itu datang, anakku kembali ke pelukanku, Ia bertahan dan memilih untuk terus hidup!”

“Perjalanan kesembuhan anakku tidak mudah. Aku meninggalkan harga diri, mengemis meminta pertolongan biaya. Alih-alih uluran tangan, aku justru mendapat hinaan. Anak pertamaku pun terpaksa berhenti sekolah sementara, karena biaya pendidikannya harus dialihkan demi menyelamatkan nyawa adiknya.” -Adinda, Ibunda Anugerah-

Dokter berkali-kali bertanya padaku dengan cemas, apakah anakku sudah mendapat bantuan biaya untuk pengobatan? Karena jika diare yang terjadi pada anakku terus dibiarkan, nyawa anakku benar-benar terancam. Tapi aku belum pernah mendapatkan pertolongan sekalipun.

Anakku, Anugerah Alfarizqy (6 bln), didiagnosa mengalami hidrosefalus (penumpukan cairan di kepala), infeksi paru-paru, hingga diare kronis akibat alergi susu sapi. Hampir setiap malam aku terjaga, dihantui pertanyaan tak terjawab, bagaimana aku bisa membeli susu khusus yang harganya jauh di luar kemampuanku?

Sejak dalam kandungan, anakku memang sudah didiagnosa hidrosefalus. Ia lahir dengan ukuran kepala mencapai 50 cm. Seiring waktu, kepalanya semakin lonjong ke belakang dan muncul bentuk benjolan.Usianya masih seumur jagung, tetapi ia sudah harus bertarung dengan maut, menjalani operasi kepala hingga 5 kali.

Setiap kali penyakitnya kambuh, tangisannya melengking tajam hingga urat di ubun-ubunnya menonjol. Muntahnya menyembur, dan Ia bisa diare sampai 10 kali dalam sehari. Akibatnya, badannya lemas luar biasa, napasnya sesak dan terkadang kesadarannya sampai hampir hilang.

Segala cara telah kulakukan demi kesembuhan anakku. Barang-barang berharga satu per satu terjual, pinjaman kutagih ke sana-sini. Suamiku hanyalah buruh harian, kadang memasang plafon, kadang mengelas, dan sering kali pulang tanpa pekerjaan sama sekali.

Aku sendiri tak lagi bisa bekerja karena harus merawat anakku sepanjang waktu. Dulu aku seorang penyanyi, kini jika ada kesempatan, aku tak ragu mencuci dan menyetrika pakaian orang lain atau berjualan sarapan. Hasilnya memang tak seberapa, tapi itulah satu-satunya cara agar dapur kami tetap mengepul.

Anak-anakku yang lain pun ikut berkorban. Aku terpaksa mengurangi jatah makan; satu bungkus mi instan harus kubagi berempat. Tas sekolah mereka sudah rusak, sepatu terasa sempit, tak bisa beli demi pengobatan adiknya. Kontrakan terus menunggak sampai berbulan-bulan.

Sementara itu, pengobatan anakku masih panjang. Ia masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, susu khusus, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Anugerah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Anugerah!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
4 Kali Operasi Otak dalam 2 Tahun, TB Meningitis Hingga Hidrosefalus Menyerang Nabila
Santi Wulandari
Rp 18.089.003
3 hari lagi
Berawal dari Diare, Ahmad Diketahui Sakit Jantung dan Harus Operasi di Jakarta
Sudaryanto
Rp 8.922.500
72 hari lagi
Anak Satpam Berjuang Sembuh dari Sakit Jantung
AISYAH ZAHROTUSYITA
Rp 28.903.001
74 hari lagi
Napas Ayesha Terus Tersendat Akibat Jantung Bocor!
Maharani Widyasari
Rp 18.683.500
38 hari lagi
Bantu Ridwan Melawan Penyakit Kronis Yang Bersarang Ditubuhnya
Bela Sumartina
Rp 0
6 hari lagi
