benihbaik_2021-03-3016170777596062a5ff17f1a.jpg
Kemanusiaan

Dukung Kampung Illunggime, Papua Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Air

Rp 2.050.086 dari Rp 200.000.000

Berakhir

Penggalang Dana

user
Yayasan Hano Wene Indonesia ceklis Identitas terverifikasi

Penerima Donasi

anon
Masyarakat Kampung Illunggime Papua Identitas terverifikasi user

Fundraiser ( 1 Orang )

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.


user
Handriyanti Diah P Mari Dukung Hano Wene Mewujudkan Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Kampung Illunggime, Papua Telah mengajak 2 orang berdonasi Rp 100.049


Hai TemanBaik, Neas Wanimbo (25 tahun), putra asli Papua ini ingin mengentaskan buta huruf di Papua dan Indonesia Timur serta memajukan tanah kelahirannya. Salah satu impiannya adalah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kampung Illunggime, Kabupaten Lanny Jaya, Papua.



Neas berasal dari keluarga yang tidak mampu. Orangtuanya hanya petani biasa. Namun Neas tak putus asa dan ingin mengejar impiannya untuk tetap sekolah setinggi-tingginya. Dia mendapat beasiswa di Universitas Tanri Abeng, Jakarta. Setelah lulus kuliah, dia membuat sebuah gerakan literasi Yayasan Hano Wene Indonesia. 


Nama Hano Wene merupakan bahasa lokal Papua, yang berarti kabar baik (hano = baik, wene = kabar/berita). Secara filosofis, Hano Wene merupakan perpustakaan yang membawa kabar baik di desa-desa terpencil di pedalaman Papua. 


Saat ini, Neas dan masyarakat di Kampung Illunggime juga tengah berupaya untuk membangun listrik tenaga air. Neas membutuhkan dukungan dan bantuan TemanBaik semua untuk mewujudkan mimpinya, listrik bisa menerangi kampung. Teman-temanKita ini membutuhkan bantuan untuk pengadaan mesin, biaya pemasangan dan pengiriman dll. 



Di kampung halamannya, Neas melihat terdapat potensi air sungai yang banyak sehingga PLTA memungkinkan untuk dibangun. Selama ini kampung Neas belum teraliri listrik. Daerahnya ini terdiri dari tebing-tebing yang tidak memungkinkan saluran kabel masuk. 


“Saya dulu sekolah di kampung tidak ada listrik, saya belajar mengunakan lampu pake baterai bekas. Puji Tuhan saya bisa mendapatkan beasiswa dan lanjut sekolah ke Jayapura dan Jakarta. Setelah lulus, saya balik kampung dan kondisi tak berubah, masyarakatku masih tinggal dalam kegelapan,” ujar Neas.


Neas beranggapan listrik adalah salah satu kunci untuk mendorong anak-anak dan warga agar keluar dari kegelapan malam. Dengan adanya listrik, Neas berharap warga di kampung terdorong secara pendidikan dan ekonomi.



TemanBaik, ayo kita ambil bagian untuk mewujudkan cahaya di Kampung Illunggime, Tanah Papua. Tanam kebaikan selagi masih ada kesempatan dengan cara:

1. Klik “Donasi Sekarang”

2. Isi nominal donasi

3. Pilih berdonasi dengan apa. Lebih praktis dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).


TemanBaik juga bisa #tanamkebaikan dengan cara SHARE link campaign ini di Facebook, Twitter atau Instagram kamu. FORWARD juga ke sahabat dan kerabat kamu di Whatsapp, Telegram, dll.

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Bantu Campaign Lainnya