Baru Seminggu Lahir, Anakku Didiagnosis Gangguan Aliran Empedu dan Kista
Rp 170.000 dari Rp 11.076.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Tak pernah terbayangkan rasanya, ketika aku berada di posisi melihat anakku sendiri tak bisa minum susu karena tak ada uang sama sekali. Aku dan suami sampai mencoba menawarkan jualan nasi berkah melalui media sosial, sementara suami mencari penghasilan tambahan dari menjadi tukang ojek sampai tengah malam.”
“Jika ada pekerjaan sebagai tukang bangunan hingga pencucian motor, pasti suamiku akan mengambilnya. Syukurlah, Tuhan memberi jalan bagi yang berjuang. Banyak yang memborong nasi berkahku, bahkan banyak juga yang membantu membeli kebutuhan anakku.” -Anisa Apriliani, Orang tua Hestamma-

Aku pernah kehilangan anakku karena sakit. Luka itu belum benar-benar sembuh, tapi sekarang aku sudah harus dihadapkan ketakutan yang sama ketika melihat anakku yang lain, yaitu Hestamma Alsyafiq Kanigara (4 bln). Tamma juga harus berjuang melawan penyakit sejak bayi.

Seminggu setelah lahir, Hestamma tampak terlihat kuning dan fesesnya pucat. Tak pakai pikir panjang, aku langsung membawanya periksa ke rumah sakit. Hasil diagnosanya membuat seluruh tubuhku lemas, aku tak sanggup mempercayai bahwa anakku mengalami gangguan aliran empedu di dalam hati.

Tak berhenti sampai disitu, dokter menemukan anakku mengalami gerd, terkena virus, hingga ditemukan kista di kepalanya. Tidak ada yang bisa menggambarkan cemasnya hatiku, ketika malam demi malam anakku harus menginap di rumah sakit.

Ketika Ia seharusnya menghabiskan waktu untuk tidur nyenyak, menyusu dan tidur dalam dekapan orang tuanya, anakku harus berjuang dengan bergantung alat medis yang menempel di tubuhnya. Ia juga harus menggunakan selang NGT untuk minum susu. Selang oksigen juga harus sedia karena Ia kerap mengalami sesak napas.

Dokter menjelaskan bahwa jika kondisi Tamma tidak mendapatkan penanganan yang sesuai, fungsi hatinya dapat terganggu dan ia berisiko mengalami gangguan saraf. Ada ketakutan yang selalu aku simpan sendiri. Aku takut kondisi Tamma memburuk tapi Ia terlambat mendapatkan pertolongan karena aku kesulitan biaya.

Melihat tubuh mungil Tama yang kesulitan bernapas, hatiku hancur. Aku ingin memastikan Hastamma bisa terus menjalani pemeriksaan dan pengobatan tanpa harus terlalu sering terhambat oleh keterbatasan biaya.

Di tengah semua kesulitan itu, aku sering merasa sedih dan menyalahkan diri sendiri karena tak bisa memberikan pengobatan untuk anakku. Ada kalanya aku hanya bisa memeluknya sambil berusaha menenangkan hati sendiri, meskipun sebenarnya aku pun sedang ketakutan.

Aku harus memikirkan biaya transportasi bolak-balik ke rumah sakit, susu medis, serta sewa alat yang dibutuhkan untuk membantu kondisinya. Saya hanya berharap, selama masih ada kesempatan untuk mengupayakan kesembuhannya, saya bisa terus membawa Tamma berobat.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hestamma tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hestamma!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Dikira Tanda Lahir, Ternyata Ada Tumor Jinak di Pipi Khai
Nur sari dewi
Rp 1.742.000
61 hari lagi
Aku Harus Bekerja Jauh dari Anakku yang Berjuang Menjalani Pengobatan Jantung di Jakarta
Adianto
Rp 548.000
66 hari lagi
Sejak Lahir Tubuhnya Membiru, Kini Radhika Harus Berjuang Melawan Kelainan Jantung
Enik Ulviyah
Rp 470.000
83 hari lagi
Di tengah Keterbatasan Ekonomi Keluarga, Tami Harus Transfusi Darah Seumur Hidup
teti Nurhayati
Rp 1.435.000
33 hari lagi
Sejak Lahir, Shaqeena Berjuang Bernapas dengan Bantuan Alat Medis
Shaqeena Araminta Qinara
Rp 23.018.001
4 hari lagi
