Demi Luna Menjadi Sarjana, Aku Terus Dihantui Ketakutan Tak Mampu Membayar Kuliahnya
Rp 0 dari Rp 10.000.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Di rumah, anakku menangis dalam kecemasan! Ia takut tak bisa melanjutkan kuliah akibat orang tuanya tidak memiliki cukup uang untuk membayar pendidikannya. Membayangkan anakku yang bersemangat belajar harus kehilangan kesempatan menggapai mimpinya, membuat hatiku hancur.”
“Akhirnya, aku mencoba sebagian gaji kepada perusahaan agar dibayarkan di awal. Tapi, permintaanku tak kunjung dipenuhi. Dalam keadaan terdesak, aku memberanikan diri menghadap manajer dan menceritakan kondisi anakku. Alhamdulillah, manajerku mengerti dan akhirnya aku bisa membayar uang kuliah anakku.” -Yuri Sakti, Orang tua Luna-
Setiap satu masalah terselesaikan, masalah lain akan selalu datang. Aku kembali menghadapi biaya kuliah anakku, Luna Fatma Aryfah, saat ia masuk semester kedua. Aku terpaksa menjual sepeda motor yang selama ini aku gunakan untuk pergi bekerja dan beraktivitas sehari-hari.

Syukurlah, memasuki semester ketiga, pertolongan datang dari orang baik yang tiba-tiba membantuku untuk membiayai pendidikan anakku. Namun, perjalanan anakku masih panjang. Aku harus memikirkan biaya kuliah semester berikutnya.
Aku takut suatu hari anakku berhenti kuliah bukan karena tak mampu belajar, melainkan karena aku tidak mampu membiayainya. Sejak kecil, anakku tumbuh menjadi anak yang memahami keadaan. Selain belajar, Ia juga sering memenangkan kejuaraan pramuka dan paskibraka.

Sering aku berpikir, anak seusia Luna seharusnya bisa menghabiskan waktunya untuk belajar, berteman, dan menikmati masa mudanya. Namun, sejak kecil, ia harus tumbuh di tengah keadaan yang mengajarkannya untuk tidak mudah mengeluh.
Aku yakin anakku memiliki kemampuan untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi. Aku ingin anakku kelak memiliki kehidupan yang tidak sesulit kehidupan papa dan mamanya. Namun, untuk mengantarkan Luna sampai pada cita-citanya, aku harus berjuang dengan kemampuan yang ada.

Aku bekerja di perusahaan swasta dengan sistem kontrak setiap tiga bulan dan penghasilan terbatas. Penghasilan itu harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai pendidikan anak-anak, dan membayar berbagai keperluan lainnya.

Pada saat Luna kuliah, anak keduaku juga baru saja mendaftar masuk SMA. Dua kebutuhan pendidikan datang bersamaan, sementara penghasilanku tidak bertambah. Aku harus membagi uang yang ada sebaik mungkin, meskipun sering kali jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi semuanya.
Ketika kebutuhan mendesak datang, aku berusaha meminjam uang kepada saudara dan teman. Namun, karena status pekerjaanku tidak tetap, aku kesulitan mendapatkan kepercayaan untuk memperoleh pinjaman dari bank.
Aku ingin mengatakan kepadanya bahwa ia tidak perlu khawatir tentang apa pun karena semua kebutuhannya sudah tersedia. Namun, aku kesulitan membiayai semesteran anakku dan kebutuhan pendidikannya yang lain.
#TemanBaik, seorang ayah terus berjuang demi mewujudkan mimpi Luna menjadi sarjana. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Luna tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Luna!

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya