Duli Bertahan dari Jantung Bocor, Infeksi Paru-paru, Epilepsi dan Penyakit Lainnya
Rp 16.250.005 dari Rp 16.233.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Meski anakku belum bisa bicara, tapi aku sangat mengerti setiap kali Ia mulai merasakan sakit, yaitu dari tatapan dan rintihannya yang menyayat hatiku. Berbagai penyakit menggerogoti tubuhnya, Ia selalu mendapatkan diagnosa baru setiap kembali ke rumah sakit.”

”Biaya untuk memperjuangkan kesembuhan anakku kian hari kian membengkak. Demi mendahulukan pengobatannya, keluargaku sering hidup dalam gelap karena listrik diputus, hanya mengandalkan lilin untuk cahaya. Kami diusir dari kontrakan karena terus menunggak, bahkan memungut sayuran sisa yang dibuang di pasar untuk bertahan hidup.” -Anastasia, Orang tua Duli-

Duli Akhdan Aleando Paokuma (2 thn) lahir dengan sesak napas dan langsung masuk ruang NICU. Sejak hari pertama hidupnya, aku harus bergelut dengan rasa takut kehilangan. Kondisinya terus menurun hingga dokter mendiagnosa anakku down syndrome disertai gangguan fungsi kelenjar tiroid.

Meski anakku mengalami kekurangan, aku masih mencoba bersyukur. Setidaknya Tuhan masih memberiku kesempatan untuk memeluknya. Namun, rasa lega itu tak bertahan lama ketika dokter kembali memanggilku dan menyampaikan kabar yang bagai luka baru, anakku didiagnosa jantung bocor.

Tubuhku seketika lemas, air mataku tak henti-hentinya mengalir. Belum sempat hatiku menguat, anakku kembali mengalami sesak napas hebat. Anakku mendapat diagnosa baru, Ia dinyatakan infeksi paru-paru (pneumonia).

Sejak itu, anakku harus menggunakan alat bantu napas dan sering keluar masuk rumah sakit. Hari demi hari napas anakku terdengar keras, aku mulai curiga dengan itu. Kekhawatiranku terbukti, anakku mengalami kelainan pada saluran napasnya hingga berbunyi (laringomalasia).

Demi keselamatannya, anakku disarankan makan dan minum melalui selang NGT agar tidak berisiko tersedak. Setelah bertubi-tubi harus menerima keadaan, anakku harus menjalani pemeriksaan lanjutan karena Ia sering demam, muntah dan diare. Siapa sangka, hasilnya menunjukkan anakku alergi susu sapi.

Jangankan membeli susu khusus, makan saja aku sering minta bantuan orang tua atau saudara karena keuangan terbatas. Suamiku hanya lulusan SD, sulit untuknya mendapatkan pekerjaan dengan gaji layak. Demi anak, akhirnya suamiku mencoba bekerja sebagai pengemudi ojek online, mengecat rumah orang, hingga kenek bangunan.

Aku pun tak tinggal diam, aku turut mencari tambahan dana dengan membuka jasa membersihkan kamar mandi tetangga, cuci dan gosok pakaian, menjaga rumah kosong hingga terjual, dan menjual semua barang-barang bekas yang ada di rumah.

Di tengah perjuangan itu, anakku tiba-tiba mengalami sesak napas berulang hingga dinyatakan TB Paru dan asma. Tak lama setelah itu, anakku juga mengalami kejang dan sempat henti napas. Lagi-lagi Ia mendapat diagnosa baru, yaitu epilepsi.

Perjuangan suamiku juga menunjukkan titik terang saat itu, Ia diterima bekerja sebagai petugas kebersihan. Namun, penghasilannya masih sering terbatas untuk menutupi biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, alat bantu napas dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Duli tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Duli!

-
Duli Sedang Menjalani Masa Pemulihan Setelah Pulang Dari Perawatan
Halo #TemanBaik,
Terima kasih kepada Allah SWT, keluarga besar, dan semua #TemanBaik yang senantiasa mendukung kami dalam doa dan menyisihkan sebagian rezekinya.
Sejak lahir hingga hari ini, anak kami, Duli, terus berjuang melawan penyakitnya. Perjuangan itulah yang membuat kami sebagai orang tua menjadi lebih kuat dan sabar dalam menjalani setiap proses demi kesembuhannya. Dengan harapan yang kuat, doa yang tak pernah putus, dan dukungan dari #TemanBaik, kami tetap tegar menghadapi semuanya.
Alhamdulillah, saat ini Duli sudah berada di rumah dan sedang menjalani masa pemulihan setelah pulang dari perawatan.
Dana bantuan dari #TemanBaik digunakan untuk pembelian susu dan diapers.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua doa dan bantuan dari #TemanBaik. Semoga segala kebaikan dibalas dengan keberkahan yang berlipat ganda.












2026-04-11 18:43:36
-
Pencairan Dana Rp 1.275.300
Ke rekening ****2691 a/n Anastasia Tati Raha
Dana digunakan untuk 1. Reimburse Susu Chilkid soya Rp138.500 x 5dus = Rp692.500 2. Reimburse Susu Chilkid soya Rp144.200 3. Reimburse Susu Chilkid soya Rp136.900 x 2dus = Rp273.800 4. Reimburse Diapers Makuku Rp82.400 x 2ball = Rp164.8002026-03-30 11:57:51
-
Kondisi Duli Sempat Menurun Dan Masuk Rumah Sakit
Halo #TemanBaik,
Duli tidak bisa dirawat di rumah saja, sehingga kami selaku orang tuanya membawanya ke rumah sakit karena kondisinya yang semakin menurun. Duli mengalami demam tinggi hingga 39,4°C, batuk berdahak, diare, muntah-muntah, serta disertai sesak napas. Kondisi diare dan muntah tersebut membuat Duli mengalami dehidrasi, sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis.
Alhamdulillah, semua dapat ditangani dengan baik dan cepat, dan saat ini Duli sudah mendapatkan ruangan untuk menjalani perawatan. Sekarang Duli masih dalam masa observasi dan pengobatan.
Anak hebat kami sedang berjuang, dan sebagai orang tua kami harus tetap kuat dan semangat demi kesembuhan Duli.
Dana bantuan dari #TemanBaik digunakan untuk pembelian susu serta diapers.
Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #TemanBaik yang selalu mendoakan serta memberikan dukungan, baik moril maupun melalui donasi. Sekecil apapun bantuan yang diberikan sangat berarti bagi kami dan untuk kesembuhan Duli.









2026-03-25 20:12:24
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Tolong Umar Pulih! Kejang & Koma Mengancam Hidupnya
Sanah
Rp 10.564.000
49 hari lagi
Derita Kelainan Jantung, Kondisi Anak Petani Kopi Ini Tak Stabil dan Sering Drop
Nur Sofiati
Rp 18.773.000
18 hari lagi
Suamiku Siap Berikan Organ Hatinya Demi Selamatkan Nyawa Anak Kami
Ahmad fauzi
Rp 12.481.000
13 hari lagi
Ibu Disabilitas Berjuang Demi Kesembuhan Anaknya yang Sakit Jantung
Nelce Eunike Watfenu
Rp 2.515.002
55 hari lagi
Aku Sampai Jadi Pengamen Demi Anakku Operasi Jantung di Jakarta
Aep Saepuloh
Rp 5.002.500
12 hari lagi
