Benihbaik_2026-09-10_17890134156aa22da749db9.jpeg
Kesehatan

Dulu Keliling Jualan Jamu, Kini Ibu Siti Berjuang Kembali Berjalan Setelah Pembuluh Darah Otak Pecah

Rp 0 dari Rp 7.195.000

90 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Siti Rohanah Identitas terverifikasi user
anon
Surat Rujukan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Hasil Laboratorium Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Serang

“Saat Ibuku sedang menunaikan ibadah solat, beliau tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri. Aku panik dan langsung berteriak memanggil ibu, berharap Ia segera terbangun. Aku juga berupaya memijatnya, tapi Ibuku tetap pingsan bahkan muntah dalam kondisi mata tertutup.”

“Ibuku langsung masuk IGD rumah sakit dan dipasangi infus. Namun, Ia tak kunjung sadarkan diri. Setelah pemeriksaan mendalam, barulah diketahui bahwa Ibuku mengalami pembuluh darah pecah dan penyumbatan di otak. Akhirnya, Ibuku harus dioperasi dalam kondisi tak sadarkan diri.” -Eva, anak dari Ibu Siti-

Ibuku, Siti Rohanah (53 thn), memang memiliki riwayat tekanan darah tinggi yang selama ini sulit terkontrol. Namun, tidak pernah terbayangkan olehku bahwa penyakit itu akhirnya membawa ibuku pada kondisi yang mengkhawatirkan.

Sebelum sakit, Ibu adalah seorang perempuan pekerja keras. Ibu berjualan jamu gendong keliling kampung. Penghasilannya mungkin tak seberapa, tetapi bagi Ibu itu hasil dari keringatnya untuk membantu kebutuhan keluarga.  

Melihat perempuan yang dahulu kuat tapi kini tak bisa beraktivitas, membuat hatiku benar-benar sedih. Selama Ibuku berada di ruang ICU, menjadi hari-hari yang berat bagiku dan keluarga. Perjuangan Ibu untuk kembali pulih ternyata terasa sangat panjang. 

Setelah melewati masa kritis, syukurlah perlahan-lahan Ibu mulai menunjukkan perkembangan. Kini, sudah enam bulan berlalu, kondisi Ibuku jauh lebih baik. Ia sudah bisa duduk sendiri, berdiri bahkan perlahan berjalan. Setiap pagi, Ibu berusaha olahraga ringan, semangatnya membuatku terharu.

Kini sudah sekitar enam bulan berlalu. Alhamdulillah, Ibu sudah jauh lebih baik. Ibu sudah bisa duduk sendiri, berdiri, bahkan berjalan perlahan. Setiap pagi, Ibu berusaha melakukan olahraga ringan dengan berjalan kaki. Semangatnya untuk sembuh benar-benar membuat saya terharu.

Namun, Ibu masih belum sepenuhnya pulih. Tangan kirinya masih kaku dan belum bisa digunakan seperti dulu. Ibu juga belum mampu jongkok, sehingga untuk buang air besar masih harus menggunakan popok. Ibu masih sering merasa pusing dan tubuhnya mudah lemas.

Ibu masih harus terus menjalani terapi dan kontrol secara rutin dan terapi secara rutin di rumah sakit. Jarak perjalanan menuju rumah sakit sekitar satu jam. Setiap kali membawa Ibu berobat, aku harus kembali memikirkan biaya transportasi, obat-obatan, popok, makanan, buah-buahan, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Aku hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan kerupuk keliling kampung. Penghasilanku terbatas, tetapi dari situlah aku berusaha mendapatkan uang untuk membantu biaya pengobatan Ibu. Ketika uang tidak cukup untuk membayar kebutuhan kontrol, aku terpaksa meminjam uang.

Aku tidak ingin Ibu merasa sendirian dalam perjuangannya. Harapanku hanya ingin melihat Ibu benar-benar sehat. Aku ingin melihat Ibu kembali berjalan dengan kuat, tidak lagi kesulitan menggunakan tangan kirinya, dan bisa melakukan aktivitas tanpa harus selalu dibantu.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Siti tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Siti!   

Aktivitas donasi kosong-01

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya