Sering Opname dan Tranfusi Darah, Elbara Berjuang dari Gangguan Hati Kronis
Rp 440.000 dari Rp 14.880.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Aku hampir kehilangan kewarasan melihat perut anakku kian hari kian membuncit, akibat organ hatinya membengkak. Tangisannya setiap hari membuatku ketakutan, apakah Ia bisa bertahan? Rasa bersalah juga menghantuiku, karena tak banyak yang bisa ku lakukan selain mengusap kepalanya sambil menahan air mataku jatuh.”

“Harapan hidupnya kini bergantung pada operasi cangkok hati! Namun aku tak berdaya, tidak bisa membantu mencari nafkah tambahan karena harus merawat anak. Sementara suamiku hanya kuli bangunan yang penghasilannya pas-pasan. Jangankan operasi, membawa anakku berobat ke Jakarta terasa bagai mimpi.” -Lingga Purwanti, Orang tua Elbara-

Entah sudah berapa kali anakku, Elbara Kenan Arcelo (15 bln), harus terbaring lemah menjalani opname di rumah sakit. Kotoran dari BAB-nya sering ada bercak darahnya, tak terbayangkan seberapa sakit penderitaan yang harus ditanggung tubuh kecilnya.

Ujian ini muncul saat anakku berusia 3 bulan, aku curiga tubuhnya kuning. Aku mencoba menjemurnya di bawah sinar matahari, berharap itu membuatnya kembali normal, tapi tak ada perubahan. Hingga usianya 8 bulan, anakku mengalami flu tak kunjung sembuh selama sebulan, BAB-nya tampak dempul, dan perutnya mulai membengkak.

Awalnya, anakku didiagnosa mengalami gangguan aliran empedu. Namun, kondisinya terus menurun. Ia dirujuk dari Banyuwangi ke rumah sakit di Bali untuk menjalani opname. Setelah pemeriksaan lanjutan, anakku didiagnosa gangguan hati kronis.

Saat itu, duniaku seakan berhenti berputar. Aku tak mampu berkata apa pun. Dalam diam, aku hanya bisa bertanya pada Tuhan, mengapa harus anakku? Ia masih terlalu kecil untuk menanggung rasa sakit sebesar ini. Apalagi pengobatannya membutuhkan biaya yang sangat besar.

Setiap minggu, kami harus bolak-balik ke rumah sakit di Bali. Akhirnya, aku menjual segala harta yang tersisa agar bisa tinggal di Bali dan anakku bisa pengobatan lebih mudah. Aku tak peduli apa pun lagi, aku akan berjuang asal anakku tetap bisa berobat.

Kini, kondisi Elbara semakin berat. Ia bisa buang air kecil hingga 15 kali sehari, seluruh tubuhnya terasa gatal tanpa henti, dan Ia sering mengalami anemia hingga harus transfusi darah. Setiap malam aku memeluknya, berharap rasa sakit itu bisa berpindah ke tubuhku saja.

Namun cobaan ini belum berakhir. Dokter menyatakan Elbara harus menjalani transplantasi hati, dan pengobatan lanjutan hanya bisa dilakukan di Jakarta. Aku dilanda kebingungan dan ketakutan. Biaya menjadi penghalang terbesar, sementara waktu terus berjalan. Tanpa pengobatan, usia anakku mungkin tak akan lama.

Saat ini, anakku membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak Pengobatan anakku membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Elbara tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Elbara!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Bangun Tidur Tiba-tiba Buta! Anak Kurir Alami Penyakit Saraf Langka
Azzam Ikhwan Nurrochman
Rp 1.057.001
36 hari lagi
Pirlo Butuh Cuci Darah untuk Bertahan Hidup
Ida Fitriana
Rp 23.921.548
16 hari lagi
Tumor Ganas Menggerogoti Perut Nadia, Perutnya Terus Membengkak!
Sri ayu andira
Rp 4.517.501
14 hari lagi
Napasnya Sesak dan Dadanya Sakit, Daviena Harus Operasi Jantung ke Jakarta
Ummu Hanifah
Rp 1.778.007
2 hari lagi
Tubuh Lemah Kayla Bertahan dari Infeksi Hati dan Kurang Gizi
Jelita Binti piter
Rp 8.385.003
9 hari lagi
