Enam Tahun Menanggung Derita, Hana Tak Kunjung Sembuh dari Peradangan Usus dan Luka Lambung
Rp 0 dari Rp 10.000.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Enam tahun lamanya anakku harus menahan penyakit yang setiap hari membuatnya menderita. Sampai sekarang, Ia masih mengalami sakit perut hebat, BAB bercampur darah, muntah darah hingga dehidrasi akut. Anakku harus rutin minum obat pereda nyeri untuk terus bertahan.”

“Penyakitnya itu juga membuat anakku sering tidak bisa mengikuti kegiatan sekolah karena terlalu sering harus menjalani rawat inap. Di usia ketika seharusnya Hana bisa belajar, bermain, bertemu teman-temannya, dan menikmati masa kecil, ia justru harus lebih sering berhadapan dengan rumah sakit dan berbagai tindakan medis.” -Rina, Orang tua-

Aku masih mengingat jelas kejadian pahit itu, ketika anakku, Hana Khaerunnisa (6 thn), menginjak berusia 6 bulan. Tubuhnya mengalami pembengkakan hingga Ia harus mendapatkan perawatan di ICU rumah sakit. Ada rasa khawatir luar biasa karena saat itu aku tak tahu apakah anakku bisa bertahan atau tidak.

Anakku memang sempat membaik, tapi aku tidak memiliki biaya untuk membawa Hana yang saat itu harus rutin periksa ke rumah sakit. Setelah itu, kondisi anakku semakin memburuk. Ia sering muntah-muntah, diare hingga sesak napas akibat infeksi paru-paru (pneumonia).

Hingga suatu hari, anakku mengalami BAB bercampur darah dan bahkan memuntahkan cairan merah itu juga dari mulutnya. Aku benar-benar tak sanggup melihatnya, hingga pikiranku dipenuhi ketakutan. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anakku dan hanya ingin Ia segera mendapat pertolongan.

Aku melarikannya ke rumah sakit, dan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya peradangan serius pada usus anakku. Penyakit itu dicurigai karena autoimun disertai luka pada lambung. Seketika hatiku terasa sangat terpukul!

Akibat penyakit itu, Hana belum bisa makan seperti anak pada umumnya karena kondisi pencernaannya. Ia harus makan dengan alat bantu makan yang dipasang melalui lubang di perut dan langsung menuju lambung. Asupan nutrisinya juga hanya dari susu khusus yang dianjurkan oleh dokter.

Hana sudah menjalani 15 kali tindakan pemeriksaan pada tubuhnya. Setiap kali Hana harus menjalani tindakan tersebut, aku selalu merasa takut. Aku tahu pemeriksaan itu diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuhnya, tetapi tetap saja hatiku terasa sakit melihat tubuh kecilnya harus melalui segala hal berat.

Namun, Hana tetap mampu bertahan. Ada kalanya aku dan ayahnya merasa lelah, takut, dan hampir putus asa, tetapi melihat Hana yang tetap berusaha kuat justru membuatku kembali menguatkan diri. Demi mempertahankan pengobatan Hana selama ini, aku sudah melakukan apapun yang kami mampu.

Seluruh aset dan tabungan yang aku kumpulkan sudah habis, aku juga harus mencari pinjaman ke sana kemari untuk pengobatan Hana. Sekarang, aku bahkan tidak lagi sanggup membayar kontrakan sehingga harus menumpang tinggal di rumah orang tua.

Suamiku bekerja sebagai tenaga kontrak outsourcing sebagai janitor bagian kantin di sebuah pabrik, penghasilannya terbatas. Sepulang bekerja, suamiku masih berusaha mengambil pekerjaan sebagai pengemudi ojek online untuk mendapatkan tambahan uang.

Terkadang, tetangga dan pengurus RT membantu membelikan susu dan obat untuk Hana. Di tengah keadaan ketika aku tidak tahu harus berbuat apa, ternyata ada orang yang masih membantu. Dari sana aku kembali belajar bahwa terkadang pertolongan datang melalui tangan orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Pengobatan Hana masih panjang dan biayanya tidak sedikit. Hana sangat membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hana tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hana!

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Dari Panti Asuhan, Deyana Berjuang Mengumpulkan Harapan untuk Operasi Jantung Fabyan
Deyana Faradilla
Rp 2.178.000
48 hari lagi
Terbaring Lemah Tak Berdaya, 7 Penyakit Mengintai Nyawa Anak Buruh Tani
Barrackzaugi Zaugi
Rp 23.898.503
77 hari lagi
Bermula Kejang 2 Jam, Kini 4 Tahun Anakku Tak Bisa Apapun Akibat Gangguan Otak!
Muhammad Hadi Ramdani
Rp 14.173.001
56 hari lagi
Harus Transfusi Darah Seumur Hidup! Kondisi Nazwa Mengkhawatirkan Akibat Thalasemia
Nazwa azrina meca
Rp 6.165.000
48 hari lagi
Perjuangan Single Parent Merawat Anaknya yang Menderita Epilepsi
Indriyani
Rp 23.077.505
79 hari lagi