Dari Panti Asuhan, Deyana Berjuang Mengumpulkan Harapan untuk Operasi Jantung Fabyan
Rp 75.000 dari Rp 27.898.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Aku Deyana. Kini, aku dan adikku, Baraat Fabyan Noer (6 thn), tinggal di panti asuhan setelah Ibu meninggal dunia dan Ayah harus berurusan dengan hukum. Sejak lahir, Fabyan didiagnosis mengidap penyakit jantung bawaan. Ayah bahkan memintaku mengorbankan sekolah karena hanya aku satu-satunya yang bisa merawat Fabyan.”

“Namun, aku diam-diam tetap bersekolah meski aku dimarahi ketika ketahuan. Hingga akhirnya, kondisi Fabyan semakin memburuk. Ditengah beratnya hidup, syukurlah secercah harapan datang dari guru dan Dinas Sosial yang membantu membawanya berobat ke Jakarta. Tapi, perjalanan menyelamatkan nyawa Fabyan masih sangat panjang.”

Usiaku masih 18 tahun, ketika banyak teman seusiaku mengejar cita-cita, tapi aku justru harus belajar menjadi orang bagi adikku. Aku belum bekerja, tidak punya penghasilan, dan sampai hari ini hanya bisa berharap ada uluran tangan dari orang-orang baik agar adikku tetap bisa berobat.

Ada kenangan yang selalu membuat dadaku sesak setiap kali mengingatnya. Saat adikku masih bayi, aku hanya memberikannya minum air gula atau teh untuk mengganjal rasa laparnya karena tak sanggup membeli susu. Sementara aku sendiri bertahan hidup dari makanan yang diberikan tetangga.

Sebelum Ibu meninggal dunia, beliau berpesan, "Jangan pernah tinggalkan adikmu, rawat dia apapun yang terjadi." Pesan itu terus terngiang hingga hari ini. Jujur, aku sempat kecewa, karena aku juga ingin sekolah seperti anak lainnya yang memimpikan masa depan. Namun, aku juga tidak sampai hati untuk membiarkannya sendirian bersama penyakitnya.

Dengan berat hati, aku memilih mengorbankan pendidikanku. Uang beasiswa akhirnya aku relakan untuk kebutuhan hidup dan pengobatan adikku. Kelak, aku berharap adikku bisa sembuh, agar aku bisa kembali sekolah meski harus mengejar ijazah melalui Paket C dan kelak bisa bekerja.

Sayangnya, harapan itu terasa begitu jauh. Untuk membawa adikku kembali berobat ke Jakarta dari Tarakan, Kalimantan Utara, kami sama sekali tidak memiliki biaya. Bantuan dari dinas sosial pun telah berhenti karena anggarannya sudah habis. Aku benar-benar kebingungan.

Di tengah semua keputusasaan itu, secercah harapan akhirnya datang. Sebuah bank yang mendengar kisah kami berbaik hati membelikan tiket agar adikku bisa berangkat ke Jakarta menjalani pengobatan. Syukurlah, adikku sudah menjalani operasi belah dada.

Saat ini, sebagian tubuh adikku masih tampak kebiruan karena kekurangan oksigen. Ia tidak mampu banyak bergerak. Baru berjalan beberapa langkah saja, napasnya sudah terengah-engah. Meski lebih banyak diam, tapi adikku pernah mengatakan keinginannya untuk sembuh agar bisa bermain tanpa menggunakan stroller.

Adikku harus segera menjalani operasi jantung lanjutan, namun Ia kesulitan biaya untuk transportasinya ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Fabyan tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Fabyan!
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Senyum Getir Fayzel di Tengah Kerusakan Organ Hatinya yang Terus Memburuk
Asri Bunga Pertiwi
Rp 3.299.000
57 hari lagi
Anak Satpam Berjuang Sembuh dari Sakit Jantung
AISYAH ZAHROTUSYITA
Rp 36.872.001
78 hari lagi
Jatuh Hingga 20 Kali Dalam Sehari, Muammar Berakhir Lumpuh Total!
fifi Fauziah
Rp 1.901.000
37 hari lagi
Akibat Berat Badan Kurang, Ranita tidak Bisa Operasi Kelainan Pada Langit Mulutnya
Ranita Putri
Rp 1.463.000
63 hari lagi
Akibat ISK Hingga Thalasemia, Naufal Sampai Alami Gangguan Emosi dan Perilaku
Naufal Arya nurhadi
Rp 11.571.502
86 hari lagi
