Ibu Indeung Melawan Penyakit Pengeroposan Tulang Selama 16 Tahun
Rp 0 dari Rp 1.500.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Sudah 16 tahun sejak suamiku meninggal dunia. Sejak saat itu, aku harus menjalani hidup dengan segala keterbatasan yang ada. Namun, kini ujian hidupku semakin berat ketika tubuhku mulai digerogoti berbagai penyakit.”

“Aku mengalami pengeroposan tulang, darah tinggi, hingga masalah pada saraf mata yang membuatku harus menjalani operasi. Rasanya begitu berat ketika tubuh yang selama ini kugunakan untuk berjuang mencari nafkah kini justru semakin lemah dan tak lagi mampu beraktivitas seperti dahulu.” -Indeung, pasien-

Awal penyakit ini datang, aku hanya merasakan sakit di bagian lutut. Kukira rasa sakit itu akan segera membaik, tetapi ternyata kondisiku semakin parah dan begitu menyiksa hingga aku kesulitan berjalan.
Belum sempat pulih dari masalah tulang, aku kembali dihadapkan dengan penyakit lain. Masalah pada saraf mataku membuatku harus menjalani operasi hingga dua kali. Aku juga harus menjalani fisioterapi dan pemeriksaan rutin untuk memantau kondisi kesehatanku.

Dalam sebulan, aku bisa sampai delapan kali pergi ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Jarak dari rumah ke rumah sakit memakan waktu sekitar satu jam. Setiap kali harus menempuh perjalanan itu, tubuhku terasa begitu lelah. Belum lagi rasa sakit yang harus kutahan selama perjalanan karena kondisiku semakin memburuk.
Di tengah perjuanganku melawan penyakit, ada kenyataan lain yang tak kalah menyakitkan. Kini, aku sudah tidak mampu bekerja seperti dahulu dan tidak memiliki penghasilan tetap. Padahal, kebutuhan pengobatanku terus berjalan.

Aku membutuhkan biaya transportasi untuk bolak-balik ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta kebutuhan lainnya. Sementara itu, keadaan ekonomi kami sangat terbatas.
Aku tahu, anakku sudah berusaha sekuat tenaga untuk membantuku. Ia bekerja mencuci dan menyetrika dari rumah ke rumah, dengan penghasilan yang tidak seberapa dan terkadang bahkan tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali.
Aku sering merasa sedih ketika melihatnya harus bersusah payah mencari uang demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mengusahakan pengobatanku. Sebagai seorang ibu, aku tentu ingin meringankan bebannya, bukan justru membuatnya semakin kesulitan.

Ada kalanya aku berusaha menguatkan anakku dan memintanya untuk tetap bersabar, meskipun sebenarnya aku sendiri juga lelah menghadapi semua ini. Aku hanya tidak ingin ia terus bersedih melihat keadaanku. Di balik kata-kata penyemangat yang kusampaikan, ada rasa takut yang kusimpan sendiri. Aku takut penyakitku semakin parah, takut tidak bisa menjalani pengobatan dengan baik karena keterbatasan biaya.
Berbagai usaha sudah dilakukan anakku untuk mencari bantuan. Ia bahkan mencoba meminjam uang ke sana kemari, tetapi kini semakin sulit menemukan tempat untuk meminta pertolongan. Sementara itu, aku masih harus menjalani pengobatan secara rutin.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ibu Indeung tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ibu Indeung!
Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Mari Tuntaskan Tbc Di Indonesia
I Wayan Sugamiasa
Rp 0
206 hari lagi
Ma, Aku Ingin Bisa Berjalan dan Sekolah Lagi
Dewi Sri Agustina
Rp 20.826.589
16 hari lagi
Kesakitan Sepanjang Hidup, Alif Infeksi Saluran Kencing Hingga Terancam Lumpuh!
Yulyanti
Rp 18.803.059
3 hari lagi
Tubuhnya Lumpuh! Pak Aron Alami Penyumbatan pembuluh Darah dan Diabetes
Ngalminah
Rp 2.214.000
7 hari lagi
Di Usia Senja, Bayi Suminar Justru Berjuang Melawan Sesak dan Kerusakan Jantung
Bayi suminar
Rp 7.317.007
17 hari lagi