Senyum Getir Fayzel di Tengah Kerusakan Organ Hatinya yang Terus Memburuk
Rp 0 dari Rp 19.970.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Saat dokter mengatakan anakku mengalami gangguan organ hati serius, momen itu menjadi titik yang menghancurkanku. Lututku lemas, dadaku sesak menahan tangis. Di hadapanku terbaring tubuh anakku yang begitu rapuh, membuatku terus bertanya, mampukah Ia bertahan dari penyakit yang mengancam nyawanya setiap detik?”

“Sejak itu, suamiku terpaksa berhenti bekerja karena fokus merawat anak. Setiap bulan, anakku harus dibawa kontrol rutin dari Lampung ke Jakarta. hanyalah guru honorer dengan penghasilan yang tak seberapa, itupun aku sering cuti demi anak. Kondisi ini membuat keluarga kami kesulitan ekonomi. bahkan kebutuhan sehari-hari kini sering bergantung bantuan keluarga.” -Asri Bunga, Orang tua Fayzel-

Fayzel Ghava Kareem (9 bln) mulai menunjukkan gejala sakitnya saat usianya baru 1 minggu. Tubuhnya tiba-tiba tampak berwarna kuning. Awalnya aku mencoba menenangkan diri, berpikir mungkin ini hanya kuning biasa pada bayi. Namun, kian hari warna kuning itu tak memudar, justru makin pekat dan mengkhawatirkan.

Hingga akhirnya dokter mengatakan ada yang tidak biasa. Aku masih ingat betul bagaimana paniknya aku saat mendengar kenyataan pahit yang terjadi pada anakku. Ternyata, anak yang baru saja ku peluk dengan rasa syukur, harus menghadapi kelainan metabolik-genetik yang menyerang fungsi hatinya.

Penyakit itu menyebabkan organ hati anakku membesar dan mengeras hingga membuat perutnya membengkak. Kulit hingga matanya kuning, tubuhnya mengalami anemia, trombositnya rendah, pertumbuhannya terganggu, bahkan beresiko pendarahan.

Saat ini, anakku tidak bisa beraktivitas seperti bayi seusianya. Ia mudah lelah, napsu makannya sering menurun dan perkembangan motoriknya terhambat. Dalam kondisi tertentu, anakku bisa beresiko untuk menjalani transplantasi hati jika kerusakannya semakin parah.

Namun di balik tubuhnya yang lemah, Fayzel adalah anak yang luar biasa kuat. Tangisnya tak pernah lama meski Ia sakit setiap waktu. Ia tetap tersenyum setiap kali diperiksa dokter, seolah ingin menguatkanku bahwa ia belum menyerah. Senyum kecil itulah yang menjadi sumber kekuatanku. Aku percaya, Tuhan masih menyimpan harapan untuknya.

Kini Fayzel masih dalam pemantauan intensif. Perjuangannya belum selesai. Namun di tengah ikhtiar untuk menyelamatkan anakku, aku dihadapkan pada kenyataan biaya yang tak sedikit. Untuk kontrol saja, kami harus menyeberang pulau dengan biaya transportasi yang besar. Belum lagi obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, susu khusus, serta kebutuhan hariannya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Fayzel tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Fayzel!

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Selain Harus Operasi Cangkok Jantung, Amanda Juga Berjuang dari TB Paru dan Gizi Buruk
Siti Maunah
Rp 3.529.000
16 hari lagi
Bangun Tidur Tiba-tiba Buta! Anak Kurir Alami Penyakit Saraf Langka
Azzam Ikhwan Nurrochman
Rp 1.362.001
9 hari lagi
Nyawanya Terancam! Dareen Harus Segera Operasi Jantung ke Jakarta
Vera Anggraini
Rp 5.838.002
83 hari lagi
Saat Sakit dan Biaya Jadi Beban, Mari Jadi Harapan Mereka!
BenihBaik
Rp 1.680.000
70 hari lagi
“Aku Janji Jadi Anak Baik Kalau Sembuh,” Anak Petani dari Sumba Berjuang Melawan Penyakit Jantung
Noel Saputra
Rp 2.175.022
54 hari lagi