Dulu Kuat Menebas Rumput, Kini Pak Kadarisman Berjuang Melawan Jantung Bocor
Rp 515.000 dari Rp 8.240.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Cobaan kembali datang saat dokter meminta suami aku mencabut 7 gigi berlubang sebelum operasi, dan biaya itu tidak ditanggung BPJS. Aku hanya bisa bingung dan menangis karena tidak memiliki uang sama sekali. Akhirnya saya kembali meminjam uang kepada tetangga demi pengobatan suamiku, meski hingga kini hutang itu belum mampu aku lunasi.” -Paniyem, Istri dari Pak Kadarisman-

Suamiku, Kadarisman (54 thn), adalah sosok pekerja keras yang tak pernah mengeluh. Sehari-hari di tengah terik matahari, Ia menebas rumput milik tetangga menghidupi keluarga. Namun sejak usianya 52 tahun, semuanya berubah.

Tiba-tiba suamiku mengalami batuk sampai sesak napas dan nyeri pada dadanya. Tapi karena keterbatasan pengetahuan dan ekonomi, aku hanya mampu memberikannya obat dari apotek. Bukannya membaik, kondisi suamiku justru semakin memburuk hingga akhirnya aku nekat membawanya ke puskesmas.

Namun, petugas kesehatan di puskesmas malah merujuk suamiku ke rumah sakit. Saat itu aku mulai cemas, apakah kondisi suamiku parah? Segala pemeriksaan dijalani dan hasilnya membuat hatiku hancur, dokter menyampaikan suamiku mengalami jantung bocor.

Tidak hanya itu, ia juga memiliki riwayat darah tinggi yang membuat kepalanya sering terasa berat dan pusing. Sejak saat itu, hidup kami dipenuhi rasa takut dan ketidakpastian. Kini, sudah 1,5 tahun suamiku berjuang melawan penyakitnya dan tubuhnya semakin melemah.

Sesak napas datang hampir setiap hari, batuknya tak kunjung reda, dadanya sering nyeri, kedua kakinya membengkak, bahkan terkadang perutnya ikut membesar. Saat penyakitnya kambuh, aku hanya bisa memasukkan air panas ke dalam botol untuk mengompres tubuhnya, berharap rasa sakitnya berkurang.

Melihat suamiku yang dulu kuat kini hanya bisa duduk dan berbaring, membuat hatiku terasa hancur. Sekedar mandi dan makan saja harus disiapkan karena tubuhnya sudah terlalu lemah untuk bergerak. Di sisi lain, biaya pengobatan juga menjadi hal yang menyesakkan untuk dihadapi.

Aku sendiri berupaya mencari nafkah dengan berjualan gorengan, cendol, dan gado-gado di pos ronda pinggir jalan. Setiap pagi aku mendorong gerobak sederhana berisi kompor, kuali, termos es dan toples dagangan dari pagi sore. Itupun jualanku belum tentu laku.
Suamiku harus melanjutkan pengobatan dari Bengkulu ke Jakarta. Lantara tidak memiliki kendaraan pribadi dan biaya transportasi sangat mahal, aku sampai harus meminjam uang kepada tetangga di kampung.

Selama 4 bulan menjalani pengobatan di Jakarta, kami tidak memiliki sanak saudara tempat mengadu. Pernah suatu hari aku membawa suami berjalan kaki menuju rumah sakit karena benar-benar kehabisan ongkos untuk naik kendaraan. Demi bisa bertahan hidup, aku juga rela bekerja mencuci piring di warung makan.
Saat ini, suamiku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, alat medis dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Kadarisman tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Kadarisman!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Alami Kelainan dan Epilepsi, Riyanto Tidak Bisa Berjalan dan Bicara Hingga Usianya 39 Tahun!
Bonih
Rp 3.213.009
6 hari lagi
7 Tahun Tak Bisa Berjalan, Nenek Kiyah Hidup Bergantung pada Bantuan Orang
Kiyah Kiyah
Rp 1.767.000
24 hari lagi
Buruh Las Menjadi Tak Berdaya Akibat Melawan Epilepsi Akut Selama 3 Tahun
RAPIAH
Rp 655.001
26 hari lagi
Ditabrak Saat Pulang Kerja, Yontrinus Harus Operasi Bedah Tulang!
Narto Yabu
Rp 2.180.000
24 hari lagi
Dikira Cuma Keseleo Biasanya, Ternyata Ada Tumor Sel Raksasa di TUlang Tumit Aji
Aji Gunnawan
Rp 555.000
47 hari lagi
