Berjuang di Sisa Usia, Pak Mugni Berjuang Melawan Kanker Usus Stadium 4
Rp 4.477.001 dari Rp 31.005.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Saat ini aku sedang bertarung melawan kanker stadium empat! Namun, perjuangan ini bukan hanya milikku seorang, tapi juga ada istriku, wanita yang tak pernah pergi meski setiap hari menyaksikanku menahan sakit. Di usia kami yang tak lagi muda, kami hanya hidup berdua, tanpa anak, dan saling menguatkan.”

“Setiap hari perutku melilit hebat, membuatku merintih. Di sisi tempat tidur, istriku hanya bisa menangis, tak berdaya karena sering tak punya biaya untuk membawaku berobat. Ia hanya bisa mengusap perutku berulang kali, berharap sentuhannya bisa meredakan rasa sakit yang menggerogoti tubuhku.”

Aku Mugni (57 thn). Dulu aku seorang petani, pekerjaan yang membuatku merasa hidup, karena membuatku menafkahi diriku dan istriku. Namun, penyakit ini merenggut segalanya, tak hanya tubuhku, tapi juga penghasilanku. Kini, hidupku semakin sulit karena tak bisa bekerja lagi.

Perut sebelah kiriku bengkak dan mengeras saat pertama kali penyakit ini datang. Aku sampai tidak bisa BAB, bahkan buang angin pun tidak. Dengan harapan sembuh, aku bergegas ke rumah sakit. Tapi kenyataannya, perutku malah makin membengkak hanya dalam waktu 1 malam.

Dokter mengungkapkan kenyataan yang begitu kejam, aku didiagnosa kanker usus. Duniaku runtuh, sejak itu hidupku tak mudah. Aku buang air melalui perutku yang dilubangi, dengan ususku berada diluar perut setelah 2 kali menjalani operasi. Tubuhku semakin kurus dihabisi penyakit, bagai tulang dibalut kulit.

Selama ini, kebutuhan sehari-hari dan pengobatan, aku hanya bisa menunggu bantuan dari keluarga dan tetangga. Kadang ada, kadang tidak sama sekali. Pernah kondisi tubuhku memburuk karena pengobatan terputus karena tak ada biaya.

Di tengah semua kesulitan itu, istriku setiap hari merawatku, mengantarkanku bolak-balik ke rumah sakit dengan tubuhnya yang juga mulai renta. Kesabarannya menjadi kekuatan yang sering kali membuatku menahan air mata.

Aku masih ingin sembuh. Aku ingin bisa bekerja lagi, berdiri di atas kaki sendiri, dan tidak merepotkan siapa pun. Namun jalanku masih panjang. Aku masih harus menjalani kemoterapi dan berbagai pengobatan lainnya.

Saat ini aku sangat membutuhkan biaya transportasi dari Banten ke rumah sakit di Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS, kantong kolostomi untuk menampung kotoran buang air, alat medis, dan kebutuhan lainnya.

-
Pencairan Dana Rp 192.675
Ke rekening ****6802 a/n Mugni
Dana digunakan untuk Pembelian buah-buah2026-01-19 15:18:33
-
Kondisi Kesehatan Pak Mugni Mengalami Penurunan
Halo #TemanBaik,
Saat ini kondisi kesehatan Pak Mugni mengalami penurunan. Berat badannya semakin menurun karena beliau hanya dapat mengonsumsi makanan lembek dengan kandungan gizi yang terbatas. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesulitan saat buang air besar. Dalam sehari, Pak Mugni dapat menggunakan kantong kolostomi sebanyak 3-4 kali karena kantong tersebut hanya sekali pakai.
Dana digunakan untuk pembelian kantong kolostomi.
Kami dari pihak keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #TemanBaik, yang telah mendoakan dan memberikan bantuan untuk Pak Mugni. Semoga kebaikan para donatur dibalas dengan kesehatan dan rezeki yang berlimpah, serta semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu kedepannya.


2026-01-13 19:12:38
-
Pencairan Dana Rp 2.081.950
Ke rekening ****6802 a/n Mugni
Dana digunakan untuk 1. Kantong kolostomi 35 pcs x Rp45.000= Rp1.575.000 2. Obat morfikaf sr 20pcs x Rp25.000= Rp500.0002026-01-07 14:58:21
-
Pak Mugni Buang Air Masih Menggunakan Kantong Kolostomi
Halo #TemanBaik,
Kondisi hingga saat ini masih belum banyak perubahan. Pasien masih harus rutin mengkonsumsi obat. Untuk buang air besar dan buang air kecil masih menggunakan kantong kolostomi, dengan kebutuhan sekitar 3-4 kantong per hari. Aktivitas masih sangat terbatas, hanya mampu duduk sebentar.
Kami berharap semakin banyak #TemanBaik yang berkenan membantu dan mendoakan agar pada pertengahan bulan ini dapat melanjutkan pengobatan ke RS Dharmais.
Berikut kami lampirkan bukti pembelian kantong kolostomi.

2026-01-02 13:49:21
-
Pencairan Dana Rp 719.840
Ke rekening ****6802 a/n Mugni
Dana digunakan untuk Kantong kolostomi 16 buah x Rp45.000= Rp720.0002025-12-30 10:32:37
-
Saat Ini Kondisi Kesehatan Pak Mugni Masih Belum Mengalami Perubahan
Halo #TemanBaik,
Saat ini kondisi kesehatan masih belum mengalami perubahan. Pasien masih rutin mengkonsumsi obat, dan untuk buang air besar maupun buang air kecil masih menggunakan kolostomi.
Terima kasih untuk #TemanBaik yang telah membantu. Semoga kalian selalu diberikan kesehata dan rezeki yang lancar.
Berikut kami sampaikan laporan pembelian obat dan kantong kolostomi.



2025-12-23 12:30:16
-
Pencairan Dana Rp 765.799
Ke rekening ****6802 a/n Maris
Dana digunakan untuk 1. Obat Morfikaf SR 15 mg 20 butir x Rp24.480= Rp489.600 2. Kantong kolostomi 9 biji x Rp30.000= Rp270.0002025-12-17 14:15:33
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Gagal Jantung di Usia 30, Aku Hampir Tak Kembali dari saat melahirkan anakku
Jumiyati
Rp 1.040.000
38 hari lagi
Anak Kuli Bangunan Tak Ada Biaya untuk Operasi Jantung
Novita Rostianti
Rp 41.139.901
70 hari lagi
7 Tahun Tak Bisa Berjalan, Nenek Kiyah Hidup Bergantung pada Bantuan Orang
Kiyah Kiyah
Rp 767.000
436 hari lagi
Nuh Alami Penyakit Langka Sampai Kehilangan Penglihatannya
DAVID KURNIANSYAH
Rp 5.214.001
18 hari lagi
5 tahun Tak Tahu Alami Kanker Otak, Oktapiani Kini Terancam Buta!
BAHARU SAPARUDIN PENIKAT
Rp 460.000
86 hari lagi
