Minum Air Hujan Jadi Penopang Hidup Pengurus Gereja yang Mengidap Kanker Prostat
Rp 60.000 dari Rp 13.809.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Ya Tuhan, suamiku yang lemah karena kanker prostat terpaksa minum air hujan! Di tempat kami, air bersih sangat minim dan menjadi kemewahan yang tak terjangkau. Aku hanya bisa memandang dompet kosong di tanganku, menangis dalam diam, menyaksikan tubuh suamiku terkulai tak berdaya di atas kasur tipis.”

“Kain seadanya terpaksa aku gunakan sebagai pengganti popok yang tak mampu kubelikan untuk suamiku. Tubuhnya kian menyusut, tinggal tulang yang terbungkus kulit. Ia hanya bisa meringkuk, menahan nyeri yang tak ada habisnya. Berobat ke rumah sakit hanyalah mimpi yang terlalu jauh, obat warung murah menjadi satu-satunya harapan pereda nyerinya…” -Modesta Malo, Istri Pak Yohanes-

“Sembuhkanlah aku, ya Tuhan, maka aku akan sembuh, selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah yang kupuji.” (Yeremia 17:14). Doa itu tanpa henti dipanjatkan suamiku, Yohanes Bulu Poety (62 thn), Ia menanti keajaiban terjadi di tengah penderitaannya.

Dahulu, suamiku adalah sosok yang aktif melayani gereja dan mengabdikan hidupnya untuk Tuhan. Namun semua itu harus terhenti ketika nyeri hebat mulai menyerang pinggangnya. Awalnya, suamiku mengira Ia mengalami usus buntu. Tapi kenyataan lebih buruk dari mimpi buruk manapun.

Kanker ganas menyerang saluran kencingnya. Risiko kelumpuhan terus mengancam. Dokter menyarankan kemoterapi dan operasi pengangkatan sel kanker, dengan biaya puluhan juta rupiah. Kami mencoba memohon ke pihak rumah sakit agar suamiku bisa berobat tanpa biaya, tapi hasilnya sia-sia.

Sudah 4 Tahun suamiku berjuang melawan kanker ganas ini. Berkali-kali ia berteriak histeris menahan nyeri di pinggangnya. Persendian lututnya pun sering terasa seperti diremuk, hingga kakinya tak lagi bisa digerakkan.

Lahan hingga peternakan sudah dijual demi pengobatan suamiku. Bolak-balik dari Sumba, NTT ke Denpasar, Bali menguras segalanya. kini, tak ada lagi harta tersisa, bahkan untuk sekedar kontrol rutin jarang dilakukan.

Kini, akulah yang menggantikan perannya sebagai tulang punggung keluarga. Setiap subuh aku pergi ke ladang memanen sayuran. Siangnya, aku menyiapkan makanan dan mengganti popok kain suamiku. Setelah itu, aku berkeliling menjual hasil ladang, berharap cukup untuk makan hari ini.

Aku harus bertahan menghadapi terik matahari, hujan deras, rasa lapar, dan haus, demi sesuap nasi. Syukurlah, Tuhan masih menghadirkan orang-orang baik. Tetangga kerap mengantarkan makanan dan sesekali membantu merawat suamiku.

Saat ini, suamiku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, air mineral, susu dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Yohanes tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Yohanes!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
5 tahun Tak Tahu Alami Kanker Otak, Oktapiani Kini Terancam Buta!
BAHARU SAPARUDIN PENIKAT
Rp 2.262.000
66 hari lagi
Terlunta di Jakarta Demi Kesembuhan, Habib Faizal Lawan Diabetes Hingga Sakit Jantung
Habib Faizal al aydrus
Rp 110.000
87 hari lagi
Akibat Kanker Serviks, Aku Mengalami Pendarahan Tanpa Henti dan Nyeri Hebat
wiki widiawati
Rp 2.371.000
75 hari lagi
Tempurung Kepala Anak Saya Dilepas Akibat Kanker Otak
Nafa MAULIAWATY
Rp 35.669.021
22 hari lagi
Berjuang Pengobatan Jantung, Pak Subandi Malah Mengalami Pendarahan Otak!
Ustadz Subandi
Rp 898.000
75 hari lagi
