Benihbaik_2025-12-29_176700262769525203bf4cf.jpeg
Anak

Lahir dengan paru-paru yang belum matang! Anakku Harus Berobat ke Jakarta

Rp 190.001 dari Rp 27.405.000

86 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Nur Eliza Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kota Pekanbaru

“Anakku lahir dengan kondisi paru-parunya yang belum matang! Seketika hatiku terpukul melihat tubuh mungilnya berjuang untuk bernapas, aku merasa gagal sebagai ibunya. Baru saja melewati proses melahirkan yang melelahkan, tubuhku lemas, tapi batinku jauh lebih rapuh.”

“Dokter merujuk anakku untuk operasi di Jakarta, aku menangis sejadi-jadinya. Suamiku hanyalah seorang sopir dengan penghasilan pas-pasan, bagaimana mungkin kami membawa buah hati kami berobat ke kota besar?” -Nur Eliza, Orang tua Sabrina-

Sabrina Ramadani (7 bln) harus menginap di rumah sakit selama seminggu sejak Ia lahir. Hari-hariku menjadi seorang Ibu harus diisi kecemasan tanpa henti. Saat dokter akhirnya memperbolehkan anakku pulang, aku mengira badai itu usai. Tapi ternyata, itu hanya awal dari ujian panjang kami.

Di usia 2 bulan, Sabrina mulai sering mengalami flu dan batuk yang tak kunjung sembuh. Aku membawanya ke puskesmas, dan saat itu mereka mengatakan Sabrina mengalami down syndrome dan gizi buruk. Namun hingga usianya 7 bulan, sakitnya terus datang berulang. Aku tahu ada yang jauh lebih serius dan meminta anakku dirujuk ke rumah sakit.

Setelah pemeriksaan lanjutan, ternyata anakku sakit jantung bawaan dan infeksi paru-paru. Duniaku seperti terhenti seketika!Ia harus menjalani perawatan intensif, namun sudah tiga bulan berlalu dan belum ada perubahan berarti.

Setiap hari, Sabrina masih sering sesak napas hingga kami harus menyediakan tabung oksigen di rumah. Ia makan dan minum melalui selang NGT karena napasnya kerap tersendat saat menyusu. Ada kalanya kondisinya tiba-tiba memburuk, membuat kami harus buru-buru membawanya ke rumah sakit dengan hati yang panik dan gemetar.

Untuk pengobatannya, aku sudah menghabiskan tabungan sekolah kakaknya, berharap kesehatan Sabrina membaik. Namun tabungan itu sekarang telah habis, sementara perjalanan pengobatan masih sangat panjang. 

Dokter menyarankan agar Sabrina dirujuk ke Jakarta. Aku sudah berupaya meminjam uang kepada kerabat dekat, tapi biaya yang dibutuhkan sangat besar. Selain untuk transportasi, anakku juga butuh biaya untuk obat yang tidak dicover BPJS, tempat tinggal selama merantau, dan kebutuhan lainnya.  

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sabrina tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sabrina!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya