Lahir dengan paru-paru yang belum matang! Anakku Harus Berobat ke Jakarta
Rp 190.001 dari Rp 27.405.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Anakku lahir dengan kondisi paru-parunya yang belum matang! Seketika hatiku terpukul melihat tubuh mungilnya berjuang untuk bernapas, aku merasa gagal sebagai ibunya. Baru saja melewati proses melahirkan yang melelahkan, tubuhku lemas, tapi batinku jauh lebih rapuh.”

“Dokter merujuk anakku untuk operasi di Jakarta, aku menangis sejadi-jadinya. Suamiku hanyalah seorang sopir dengan penghasilan pas-pasan, bagaimana mungkin kami membawa buah hati kami berobat ke kota besar?” -Nur Eliza, Orang tua Sabrina-

Sabrina Ramadani (7 bln) harus menginap di rumah sakit selama seminggu sejak Ia lahir. Hari-hariku menjadi seorang Ibu harus diisi kecemasan tanpa henti. Saat dokter akhirnya memperbolehkan anakku pulang, aku mengira badai itu usai. Tapi ternyata, itu hanya awal dari ujian panjang kami.

Di usia 2 bulan, Sabrina mulai sering mengalami flu dan batuk yang tak kunjung sembuh. Aku membawanya ke puskesmas, dan saat itu mereka mengatakan Sabrina mengalami down syndrome dan gizi buruk. Namun hingga usianya 7 bulan, sakitnya terus datang berulang. Aku tahu ada yang jauh lebih serius dan meminta anakku dirujuk ke rumah sakit.

Setelah pemeriksaan lanjutan, ternyata anakku sakit jantung bawaan dan infeksi paru-paru. Duniaku seperti terhenti seketika!Ia harus menjalani perawatan intensif, namun sudah tiga bulan berlalu dan belum ada perubahan berarti.

Setiap hari, Sabrina masih sering sesak napas hingga kami harus menyediakan tabung oksigen di rumah. Ia makan dan minum melalui selang NGT karena napasnya kerap tersendat saat menyusu. Ada kalanya kondisinya tiba-tiba memburuk, membuat kami harus buru-buru membawanya ke rumah sakit dengan hati yang panik dan gemetar.

Untuk pengobatannya, aku sudah menghabiskan tabungan sekolah kakaknya, berharap kesehatan Sabrina membaik. Namun tabungan itu sekarang telah habis, sementara perjalanan pengobatan masih sangat panjang.

Dokter menyarankan agar Sabrina dirujuk ke Jakarta. Aku sudah berupaya meminjam uang kepada kerabat dekat, tapi biaya yang dibutuhkan sangat besar. Selain untuk transportasi, anakku juga butuh biaya untuk obat yang tidak dicover BPJS, tempat tinggal selama merantau, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sabrina tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sabrina!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Tubuh Lemah Kayla Bertahan dari Infeksi Hati dan Kurang Gizi
Jelita Binti piter
Rp 8.230.003
41 hari lagi
10 tahun hidup dengan tumor yang tumbuh di tulang ekornya! Puji Terus Kesakitan
Nor Siami
Rp 948.000
66 hari lagi
Alami Sakit Jantung Langka! Alfi Sering Terkejut Saat Tidur Hingga Sesak Napas
LOVITA ANGGELINA
Rp 7.710.502
32 hari lagi
Tubuhnya Kaku! Heni Berjuang dari Perkembangannya yang Terhambat
Yurniwanti
Rp 3.150.001
13 hari lagi
Perjuangan Raffasya Sembuh dari Jantung Bocor
Khotima
Rp 86.202.468
34 hari lagi
