Benihbaik_2026-04-09_177570574869d71e94273eb.jpeg
Kemanusiaan

Sembako untuk Para Difabel di Pelosok Nusa Tenggara Timur!

Rp 400.000 dari Rp 22.365.000

58 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Nona Mas Ad Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Saat melakukan kunjungan pada difabel yang mengalami cerebral palsy dan hidrosefalus, yang aku dapatkan malah kepedihan hati. Aku menyaksikan difabel itu tidur tak berdaya di atas kain tipis, Ia hanya diberikan air gula karena keluarganya tak sanggup membelikan susu.”

“Seketika dadaku terasa sesak, air mataku seketika jatuh. Betapa pilunya melihat kenyataan tak ada beras yang tersisa, dan tak ada lauk untuk dimakan. Keluarganya yang lumpuh tak mampu mencari nafkah, hanya bisa berharap belas kasihan tetangga untuk makan. Itulah awal mula aku terketuk untuk menolong para keluarga difabel.”

Perkenalkan, aku Nona Mas’ad (34 thn), seorang perawat di sebuah puskesmas kecil di Watu Alo Desa Ndehes, Kecamatan Wae ri’i, Kabupaten Manggarai, Flores Nusa Tenggara Timur. Sejak 2021 lalu, aku membantu para difabel yang hidup dalam keterbatasan. 

Aku mencoba datang dari rumah satu ke rumah lainnya, mendata semua difabel serta mencatat kebutuhan mereka. Banyak dari difabel tersebut tidak memiliki KTP. Akhirnya aku membantu mereka mengurus KTP dan KK, agar setidaknya mereka bisa mendapatkan BPJS gratis dan memiliki harapan untuk berobat.

Selain itu, ternyata banyak dari mereka yang tinggal di rumah tak layak huni dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga mereka rata-rata bekerja di kebun milik orang lain, dengan penghasilan tak menentu.

Bahkan, aku pernah menemukan difabel yang tidak bisa berjalan,  tinggal bersama seorang anak berusia 10 tahun. Anak itu seharusnya berada di bangku sekolah, tapi memilih berhenti demi merawat ibunya. Mereka pernah tidak makan selama dua hari. Tak ada beras, hanya jagung yang dipetik dari halaman rumah, itu pun jika ada.

Hati ini rasanya tak sanggup hanya melihat. Aku mulai mengumpulkan sumbangan dari teman-teman terdekat. Meski terkadang setiap orang hanya bisa memberikan Rp5 ribu, tapi bantuan itu tetap berarti untuk menyelamatkan seseorang dari lapar hari itu.

Namun, dana yang terbatas ternyata juga pernah menjadi masalah serius. anyak dari mereka yang akhirnya tidak bisa berobat karena tidak ada biaya. Aku pernah mengantarkan seorang difabel pulang berobat dengan kursi roda yang kuikat di belakang motorku. 

Pernah juga ada pasien difabel sekaligus hidrosefalus yang harus menjalani operasi di luar kota. Harapannya begitu besar, tapi kenyataan berkata lain. Biaya transportasi yang dibutuhkan terlalu tinggi, sementara dana yang kukumpulkan tak pernah cukup. Akhirnya, pasien tersebut hanya bisa menangis setiap malam, rasanya aku gagal menjadi relawan. 

Aku pernah menggunakan gajiku untuk membantu mereka, tapi bantuanku sering tidak cukup untuk beberapa difabel. Aku hanya berharap bantuanku untuk memberikan sembako pada para difabel bisa terus berjalan, agar mereka terus punya alasan untuk bertahan hidup.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan para difabel tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup para difabel!

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya