"Kapan Anakku Bisa Berjalan?" Tangis Ibu untuk Rehana yang Alami Cerebral Palsy
Rp 0 dari Rp 9.420.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
"Melihat anak seusia Rehana mulai belajar berjalan seharusnya menjadi momen yang membahagiakan. Namun bagi kami, setiap hari justru dipenuhi rasa takut kehilangan." -Zoleha Asadah, Orang tua Rehana-

Mimpi buruk ini bermula ketika Rehana Abel Safitri (1 thn) baru berusia 8 bulan. Tubuh kecilnya sering mengalami demam tinggi, muntah tanpa henti, dan mendadak lemas tak berdaya. Aku berkali-kali melarikannya ke rumah sakit, berharap ada jawaban atas kondisi anakku.

Sayangnya, dokter tak kunjung menemukan penyebab sakit anakku. Akhirnya, aku berupaya untuk membawa anakku ke rumah sakit lain untuk menemukan jawaban. Siapa sangka, keingintahuan itu berujung menyakitkan. Anakku didiagnosa masalah perkembangan dan cerebral palsy, yaitu kerusakan otak.

Seketika hidup anakku seperti berhenti di tempat. Di usia yang seharusnya mengejar dunia dengan langkah kecilnya, anakku bahkan belum mampu berjalan. Ia masih sering demam, mudah rewel, sulit makan, dan membutuhkan bantuan meski hanya melakukan aktivitas sederhana.

Setiap melihat anak-anak lain bermain riang, hatiku hanya bisa bertanya, kapan anakku bisa merasakan hal yang sama? Namun, aku tetap mempertahankan harapan baik itu. Demi kesembuhannya, aku rutin menggendong anakku menempuh perjalanan selama 4 jam dari Baturaja ke rumah sakit di Palembang untuk berobat.

Perjuangan untuk memberinya harapan kesembuhan begitu menguras tenaga, bahkan sering kali tanpa waktu untuk beristirahat. Begitu pula dengan biaya pengobatannya yang terus menguras dompet, sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja aku sudah kesulitan.

Suamiku bekerja hanya sebagai kuli bangunan, dan jika tidak ada pekerjaan, beliau menjadi ojek pangkalan. Penghasilannya tidak pernah pasti. Sementara saya hanya seorang ibu rumah tangga yang selalu mendampingi anakku berobat.

Sering kali aku dan suami terpaksa berutang demi ongkos perjalanan dan membeli obat. Bahkan, pernah seluruh uang yang kami miliki habis hanya untuk biaya menuju rumah sakit. Kami rela menahan lapar seharian asalkan anak tetap bisa menjalani pengobatannya. Kesempatan mencari nafkah pun sering hilang karena harus terus mendampingi anak.

Dokter mengatakan anakku harus menjalani kontrol dan fisioterapi secara rutin agar perkembangannya terus terpantau. Namun, di balik setiap perjalanan menuju rumah sakit, ada biaya transportasi, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta berbagai kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Rehana tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Rehana!

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Sejak Lahir, Shaqeena Berjuang Bernapas dengan Bantuan Alat Medis
Shaqeena Araminta Qinara
Rp 0
92 hari lagi
Penyakit Jantung Kompleks Mengintai Nyawa Daviandra
Yanti Ristia Dewi
Rp 13.043.000
7 hari lagi
Jatuh Hingga 20 Kali Dalam Sehari, Muammar Berakhir Lumpuh Total!
fifi Fauziah
Rp 2.056.000
32 hari lagi
10 Tahun Nisa Berjuang dari Thalasemia, Harus Cuci Darah Seumur Hidup!
yadi suryadi
Rp 8.280.000
32 hari lagi
Usianya Baru 3 Bulan, Rayna Sudah Berjuang Lawan Pendarahan Otak, CMV, Hingga Kerusakan Hati
Lusiani Ayu lestari
Rp 0
92 hari lagi