Terancam Bisu dan Tuli Selamanya! Khanza Butuh Alat Bantu Dengar
Rp 10.000 dari Rp 61.800.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Anakku terancam bisu dan tuli selamanya! Aku takut Ia tumbuh berbeda, dijauhi, bahkan dibully dan dikucilkan di masyarakat. Aku takut dia tku takut masa depannya perlahan hilang, karena ia tak bisa membaca, tak bisa menulis, tak bisa memahami dunia seperti anak-anak lainnya.”

“Aku ingin sekali membelikannya alat bantu dengar yang direkomendasikan dokter, agar anakku bisa mendengar, berbicara, dan mengenal dunia. Namun, harganya sangat mahal, apalagi bagiku yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga panggilan. Sebagai ibu, aku tidak punya pilihan selain terus berharap, meski harapan itu sering terasa begitu jauh.” -Dian Anggraeni, Orang tua Khanza-

Anakku, Khanza Lavanya Andrena (10 thn), lahir di usia kandungan 6 bulan. Tubuhnya begitu kecil, hanya 1 Kg, tapi kuat luar biasa. Aku masih ingat betul, setiap detik terasa seperti harapan dan kehilangan. Namun, ajaibnya, Khanza tetap bertahan hingga saat ini di sisiku.

Namun, saat memasuki usia 1,5 tahun, anakku kembali membuatku gelisah. Setiap kali aku memanggil namanya, Ia tidak menoleh sama sekali, seolah suaraku tak pernah ada. Tapi saat ada suara sangat keras seperti benda dipukul, baru dia menoleh. Saat itu aku memilih untuk berpikir positif dan mengabaikan rasa curigaku pada kondisinya.

Hingga akhirnya memasuki usia 9 tahun, seorang teman menyarankanku untuk membawa Khanza ke dokter THT. Saat itulah kenyataan pahit itu datang, anakku mengalami kerusakan jaringan telinga bagian tengah di kedua telinganya alias tuli berat. Seketika duniaku runtuh!

Dokter merekomendasikan penggunaan alat bantu pendengaran khusus yang sesuai dengan kondisi anakku. Tapi harganya yang mencapai puluhan juta membuatku terasa sangat kecil, angka tersebut sangat jauh dari jangkauanku.

Aku hanyalah seorang ibu tunggal, tulang punggung keluarga. Apapun aku kerjakan demi anakku, aku juga bersedia membersihkan taman sampai gudang. Penghasilan Rp70 ribu rupiah setiap pekerjaan, aku bagi untuk membayar makan, kontrakan, listrik, bahkan sekedar untuk membawa anak ke rumah sakit.

Akhirnya, Khanza hanya bisa pasrah hingga usia sekarang hidup tanpa alat bantu dengar. Suara yang Ia kenal hanya petir, itupun Ia ketakutan sambil menutup telinga tiap kilat menyambar. Sisanya, aku sendiri yang berupaya mengenalkan Khanza kepada dunia.

Disela waktu luang, aku mengajarkan Khanza gambar, tulisan dan bahasa isyarat. Ia selalu semangat belajar dan tidak pernah menyerah, meski hidupnya sunyi. Hal yang paling membuatku makin terpukul, matanya selalu berbinar setiap melihat anak yang pergi sekolah. Sedangkan Ia tidak bisa menjalani kehidupan seperti anak seusianya.
Khanza saat ini sangat membutuhkan alat bantu dengar, karena Ia terancam tidak bisa berkomunikasi dengan baik, terisolasi lingkungan, bahkan kehilangan masa depan karena buta dan tuli seumur hidup.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Khanza tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Khanza!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Usai Mendonorkan Sebelah Ginjal Pada Anak, Ibu Inwaningsih Didiagnosa Kanker Rahim!
Inwaningsih
Rp 1.411.000
81 hari lagi
Perjuangan Anak Petani Melawan Pierre Robin Syndrom dan Penyakit Jantung Sejak Hari Pertama Lahir
Lailatul Muawanah
Rp 2.854.000
43 hari lagi
Jeritannya Menyayat Hati, Anugerah Berjuang dari Hidrosefalus, Infeksi Paru-paru dan Diare Kronis
Adinda putri romadhon
Rp 8.433.000
17 hari lagi
Anak Tukang Tambal Ban Itu Berjuang Melawan Penyakit Jantung di Jakarta
TAUFIQ
Rp 2.950.004
28 hari lagi
Bantu Jasmin & Jihan Bayi Kembar Penderita Epilepsi Parah
Jihan Jasmin
Rp 0
22 hari lagi
