Tanpa Ayah dan Ibu, Didit Berjuang Melawan Penyakit TB Tulang dan Tumor
Rp 1.213.000 dari Rp 11.424.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Jantungku seolah berhenti sejenak, ketika melihat Didit tergeletak di bawah ranjang. Tubuhnya sudah tidak berdaya dan ia tidak sadarkan diri. Saat itu Didit sedang sendirian di rumah. Ia rupanya berusaha mengambil sesuatu yang berada di atas meja, tetapi tubuhnya yang lemah membuatnya kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.”

“Aku yang saat itu sedang mencari nafkah demi pengobatannya, merasa sangat bersalah karena terlambat datang menjenguk. Di tengah kepanikan itu, Alhamdulillah, ada tetangga yang begitu baik hati yang meminjamkan mobilnya untuk membawa Didit berobat. Entah apa yang terjadi kalau saat itu tidak ada yang menolong Didit.” -Iin, Kakak dari Didit-

Aku Iin, kakak dari Didit (25 thn). Sudah sejak satu tahun terakhir Didit harus melalui perjalanan yang berat. Semua akibat penyakit TB tulang dan tumor pada bagian perutnya. Tak hanya membuat tubuhnya lemas dan sakit, penyakit ini juga membuat Ia mengalami gangguan gerak.

Didit sudah rutin menjalani terapi, tapi kondisinya tak menunjukkan ada perubahan besar. Kalau sebelumnya Ia masih bisa memaksakan bekerja meski kondisinya sakit, tapi kini Ia tidak bisa sama sekali karena lemas. Bahkan, beraktivitas sehari-hari juga Ia harus dibantu.

Perutnya juga semakin membesar akibat tumor. Setiap penyakitnya kambuh, aku akan membawanya ke dokter. Tidak mudah bagiku untuk melakukan semua itu, terlebih karena jarak rumah Didit di Banten ke rumah sakit di Jakarta mencapai ratusan kilometer.

Didit merupakan seorang anak yatim piatu, Ia harus mengalami banyak hal berat tanpa didampingi kedua orang tuanya. Saat sehat, Ia tak pernah merepotkan. Ia bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

Aku sangat sedih melihat keadaan Didit sekarang. Di usia yang seharusnya menjadi masa untuk membangun masa depan, ia justru harus menghabiskan banyak waktunya untuk berobat dan beristirahat.

Namun, Didit tidak pernah mengeluh dengan semua cobaan yang Ia alami. Ia semangat untuk sembuh, bahkan Ia mengubur rasa malunya untuk meminjam uang pada saudara dan tetangga agar bisa terus berobat. Aku dan keluarga lain selalu berupaya membantu meski seadanya, karena kami ingin Didit mendapat kesempatan kembali sehat.

Rata-rata keluarga bekerja serabutan, dari menjadi kuli, membantu pekerjaan di sawah dan kebun, serta mengerjakan pekerjaan rumah milik tetangga. Apa pun yang bisa dilakukan akan keluarga kerjakan, karena keluarga tidak ingin Didit berhenti berobat hanya karena tidak memiliki biaya.
Hingga saat ini, Didit belum menjalani operasi. Namun, pengobatan tersebut tidak boleh terhenti karena kondisi penyakitnya dapat semakin berat. Begitupula biaya pengobatannya yang semakin berat, Didi masih membutuhkan biaya transportasi kontrol, terapi, vitamin, serta kebutuhan lain yang berkaitan dengan proses pemulihannya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Didit tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Didit!

-
Pencairan Dana Rp 1.050.075
Ke rekening ****072311531 a/n IIN
1.Biaya transportasi sewa mobil ke rumah sakit Rp. 500.000 2.BBM Mobil Rp. 250.000 3.Pampers 4 ball Rp. 200.000 4.Susu Anlene 3 Dus Rp 120.0002026-10-13 10:29:59
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
8 Tahun Alami Hipertiroid, Pedagang Kue Sempat Alami Kelumpuhan sementara
febi wahyudi
Rp 1.575.000
24 hari lagi
14 Tahun Berlalu, Kakiku Semakin Lemah dan Terancam Alami Kelumpuhan
Ahmad Rusman
Rp 705.000
17 hari lagi
Dulu Aku Menghidupi Keluarga, Kini Aku Hanya Bisa Menanti Keajaiban untuk Sembuh
Bahrul Ulum
Rp 1.174.000
3 hari lagi
7 Tahun Merawat Aerilyn yang Sering Kejang, Ibunya Tak Pernah Berhenti Berjuang Meski Serba Kekurangan
Nani suryani
Rp 2.327.000
24 hari lagi
"Rasanya Seperti Ditusuk Berkali-Kali," Selama 10 Tahun Aku Bertahan Melawan Dua Penyakit Sekaligus
Entin
Rp 880.000
3 hari lagi
