Demi Bertahan Hidup, Pak Pei Tetap Mencangkul hingga Nyeri Dada Menyerangnya di Sawah
Rp 1.235.000 dari Rp 11.280.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Dalam keadaan sakit, Pak Pei terus memaksakan diri untuk bekerja sebagai kuli cangkul. Pekerjaan itu menjadi satu-satunya sumber penghasilan yang Ia andalkan untuk bisa terus bertahan hidup. Hingga suatu hari, saat mencangkul sawah milik tetangga, tiba-tiba rasa sakit hebat menyerang dadanya.”

“Pak Pei seketika menghentikan pekerjaannya dan berjalan tertatih sambil memegangi dadanya menuju tempat istirahat tepi sawah dengan sisa tenaganya. Ia mencoba meminta pertolongan, tapi tidak ada seorang pun melintas di sekitarnya. Cukup lama Ia menunggu dalam kesakitan, hingga akhirnya ada orang yang menolong menggotongnya menggunakan tandu kain seadanya ke rumah sakit.”

Sembilan tahun lalu, kehidupan Pak Pei (71 thn) sebagai kuli cangkul perlahan berubah. Di usianya yang terbilang tak muda lagi, Ia yang tetap harus mencari nafkah sudah mulai sakit-sakitan. Dadanya sering terasa sakit disertai sesak napas dan mual.

Keluhan itu semakin kuat dan Pak Pei mengaku tidak tahan lagi, keluarganya yang cemas langsung membawanya ke rumah sakit. Pak Pei langsung mendapatkan rawat inap selama seminggu dengan diagnosa penyakit jantung. Bahkan, penyakit ini secara cepat menggerogoti tubuhnya hingga Ia mengalami gangguan gerak.
Keluarga semakin menyadari bahwa kondisi Pak Pei tidak bisa dianggap sepele. Pak Pei semakin sering merasakan sakit di bagian dadanya. Setiap kali kambuh, keluarga harus segera meminta bantuan kepada saudara atau tetangga untuk mengantarkan Pak Pei ke klinik terdekat.

Setiap kali kontrol ke rumah sakit, Pak Pei harus menempuh perjalanan 45 kilometer menuju rumah sakit. Perjalanan itu bukanlah hal mudah, terlebih kondisi Pak Pei tidak sekuat dahulu. Belum lagi, keluarga Pak Pei harus memikirkan biaya pengobatan yang besar.

Pak Pei harus kehilangan pekerjaan yang menjadi satu-satunya caranya untuk bertahan hidup dan untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota keluarga Pak Pei kadang bekerja sebagai kuli bangunan, bekerja di sawah hingga asisten rumah tangga. Penghasilan itu terbatas, sering cukup hanya untuk sehari-hari.

Tak jarang keluarga juga meminjam uang tetangga untuk sekedar biaya transportasi membawa Pak Pei ke rumah sakit, membeli obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.
Meski kondisinya berat, tapi Pak Pei berharap kondisinya bisa kembali membaik. Ia ingin hari-harinya seperti dulu, lebih mandiri dan tidak terus-menerus menjadi beban bagi orang-orang sekitarnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Pei tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Pei!

-
Kondisi Bapak Pei Semakin Membaik
Halo #TemanBaik,
Alhamdulillah, kondisi Bapak Pei semakin membaik. Hingga saat ini, Bapak Pei juga dapat menjalani kontrol rutin setiap bulan tanpa terkendala biaya berkat bantuan #TemanBaik. Bantuan ini sangat berarti bagi kami selaku keluarga karena dapat meringankan kebutuhan Bapak Pei untuk terus mendapatkan pengobatan dan menjalani kontrol secara rutin.
Kami berharap kondisi Bapak Pei terus membaik sehingga suatu hari nanti beliau dapat kembali beraktivitas seperti sebelum mengalami serangan jantung.
Dana bantuan dari #TemanBaik digunakan untuk biaya transportasi berupa sewa mobil untuk kontrol sebanyak 3 kali dan biaya bensin.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #TemanBaik yang telah memberikan bantuan serta kepedulian kepada Bapak Pei. Semoga setiap kebaikan yang diberikan dibalas berkali-kali lipat oleh Allah SWT, diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, serta keberkahan dalam setiap urusan.



2026-10-05 19:48:00
-
Pencairan Dana Rp 1.079.500
Ke rekening ****0490100 a/n pei
Dana digunakan untuk 1. Reimburse Transportasi sewa mobil kontrol Rp300.000 x 3 kali = Rp900.000 2. Reimburse Bensin Rp100.0002026-10-01 09:31:14
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Dari Sopir Angkot Menjadi Terbaring Tak Berdaya, Suamiku Masih Berjuang Melawan Tumor
Suhaeril
Rp 380.000
28 hari lagi
Buruh Tani Ini Berjuang Menyelamatkan Istri Tercinta yang Mengidap Jantung Bocor
Nasrudin
Rp 2.350.001
18 hari lagi
Dari Sopir Angkot Menjadi Pasien Usus Bocor, Ayah Kini Bergantung pada Perawatan Keluarga
H.komarudin
Rp 878.000
29 hari lagi
Enam Tahun Melawan Stroke, Ibu Salbiah Kini Lumpuh Total dan Hanya Bisa Terbaring
Salbiah
Rp 933.000
42 hari lagi
Tanpa Ayah dan Ibu, Didit Berjuang Melawan Penyakit TB Tulang dan Tumor
Didit Karyadi
Rp 1.213.000
66 hari lagi
