Benihbaik_2026-08-28_17878890516a91059b2c722.jpeg
Kesehatan

Demi Bertahan Hidup, Pak Pei Tetap Mencangkul hingga Nyeri Dada Menyerangnya di Sawah

Rp 10.000 dari Rp 11.280.000

91 hari lagi

Penerima Donasi

anon
pei Identitas terverifikasi user
anon
Surat Rujukan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Hasil Laboratorium Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Lebak

“Dalam keadaan sakit, Pak Pei terus memaksakan diri untuk bekerja sebagai kuli cangkul. Pekerjaan itu menjadi satu-satunya sumber penghasilan yang Ia andalkan untuk bisa terus bertahan hidup. Hingga suatu hari, saat mencangkul sawah milik tetangga, tiba-tiba rasa sakit hebat menyerang dadanya.”

“Pak Pei seketika menghentikan pekerjaannya dan berjalan tertatih sambil memegangi dadanya menuju tempat istirahat tepi sawah dengan sisa tenaganya. Ia mencoba meminta pertolongan, tapi tidak ada seorang pun melintas di sekitarnya. Cukup lama Ia menunggu dalam kesakitan, hingga akhirnya ada orang yang menolong menggotongnya menggunakan tandu kain seadanya ke rumah sakit.”

Sembilan tahun lalu, kehidupan Pak Pei (71 thn) sebagai kuli cangkul perlahan berubah. Di usianya yang terbilang tak muda lagi, Ia yang tetap harus mencari nafkah sudah mulai sakit-sakitan. Dadanya sering terasa sakit disertai sesak napas dan mual. 

Keluhan itu semakin kuat dan Pak Pei mengaku tidak tahan lagi, keluarganya yang cemas langsung membawanya ke rumah sakit. Pak Pei langsung mendapatkan rawat inap selama seminggu dengan diagnosa penyakit jantung. Bahkan, penyakit ini secara cepat menggerogoti tubuhnya hingga Ia mengalami gangguan gerak. 

Keluarga semakin menyadari bahwa kondisi Pak Pei tidak bisa dianggap sepele. Pak Pei semakin sering merasakan sakit di bagian dadanya. Setiap kali kambuh, keluarga harus segera meminta bantuan kepada saudara atau tetangga untuk mengantarkan Pak Pei ke klinik terdekat.

Setiap kali kontrol ke rumah sakit, Pak Pei harus menempuh perjalanan 45 kilometer menuju rumah sakit. Perjalanan itu bukanlah hal mudah, terlebih kondisi Pak Pei tidak sekuat dahulu. Belum lagi, keluarga Pak Pei harus memikirkan biaya pengobatan yang besar.

Pak Pei harus kehilangan pekerjaan yang menjadi satu-satunya caranya untuk bertahan hidup dan untuk kebutuhan sehari-hari. Anggota keluarga Pak Pei kadang bekerja sebagai kuli bangunan, bekerja di sawah hingga asisten rumah tangga. Penghasilan itu terbatas, sering cukup hanya untuk sehari-hari. 

Tak jarang keluarga juga meminjam uang tetangga untuk sekedar biaya transportasi membawa Pak Pei ke rumah sakit, membeli obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya. 

Meski kondisinya berat, tapi Pak Pei berharap kondisinya bisa kembali membaik. Ia ingin hari-harinya seperti dulu, lebih mandiri dan tidak terus-menerus menjadi beban bagi orang-orang sekitarnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Pei tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Pei!     

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya