Untuk Ketiga Anakku, Mimpi Tak Punya Batas. Menik Menyeberangi Selat Madura Untuk Masyarakat Dukuh Timbulsoko, Demak.
Rp 0 dari Rp 15.000.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
UNTUK KETIGA ANAKKU, MIMPI TAK PUNYA BATAS.
*MENIK, 47 TAHUN*
Berkarier di Dunia Periklanan | Alumni SMA 6 Jakarta | Single Mom of 3
Bagi Menik, berenang bukan sekadar olahraga. Air telah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil, sejak masa sekolah dasar hingga kuliah. Kecintaannya pada olahraga kemudian membawanya mencoba berbagai tantangan, mulai dari triathlon hingga marathon. Dari setiap pengalaman itu, ia belajar bahwa tubuh dan pikiran sering kali lebih kuat dari yang dibayangkan, selama seseorang berani memulai.
Namun, perjalanan hidup membuatnya harus mengambil jeda. Di tengah kesibukan berkarier di dunia periklanan dan tanggung jawab membesarkan tiga anak seorang diri, waktu untuk dirinya sendiri semakin terbatas. Berenang, yang dahulu begitu dekat dengannya, perlahan menjadi sesuatu yang hanya bisa dirindukan.
Hingga akhirnya, ketiga anaknya menjadi alasan untuk kembali. Dukungan mereka menyadarkan Menik bahwa anak-anak tidak hanya mendengarkan apa yang dikatakan orang tuanya, tetapi juga belajar dari apa yang dilakukan. Ia ingin menunjukkan secara langsung bahwa seorang ibu tetap boleh memiliki mimpi besar, terus bertumbuh, dan berani mencoba hal-hal baru, apa pun peran dan tanggung jawab yang dijalaninya.
Kini, di usia 47 tahun, Menik memilih untuk menghadapi tantangan menyeberangi Selat Madura bersama Xtreme Impact. Baginya, ini bukan sekadar tentang menaklukkan tantangan di perairan terbuka, tetapi juga tentang membuktikan bahwa usia, kesibukan, dan peran sebagai orang tua tunggal bukan alasan untuk berhenti melangkah. Ia ingin ketiga anaknya menyaksikan sendiri bahwa mimpi layak diperjuangkan, bahkan ketika perjalanan untuk mencapainya tidak mudah.
Melalui Xtreme Impact 2026, Menik juga membawa misi yang lebih besar dari dirinya sendiri. Tantangan ini menjadi bagian dari gerakan solidaritas untuk mendukung masyarakat Dukuh Timbulsloko, Demak, khususnya perempuan nelayan Puspita Bahari, yang terus bertahan di tengah ancaman rob dan perubahan lingkungan yang memengaruhi kehidupan mereka.
Sebab, keberanian bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang mampu berenang, tetapi juga tentang kesediaan untuk bergerak bersama mereka yang sedang memperjuangkan kehidupan. Setiap kayuhan menjadi bagian dari upaya menghadirkan harapan, memperkuat solidaritas, dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.
Kini, Menik dan 19 perenang lainnya bersiap menembus arus Selat Madura, membawa semangat yang sama: *menembus arus, menyambung asa.*
Pada 1 November 2026, para perenang amatir akan mencoba untuk pertama kalinya menyeberangi Selat Madura. Mereka bukan atlet profesional. Mereka berenang untuk membawa perhatian dan harapan bagi perempuan nelayan di Demak, yang rumah, keluarga, dan mata pencahariannya semakin terancam oleh perubahan iklim dan banjir rob.

Aksi kemanusiaan XTREME IMPACT ini juga meliputi kegiatan operasi katarak gratis bagi masyarakat dan digerakkan oleh para alumni Kolese Kanisius dengan dukungan penuh Bandar Djakarta sebagai Official Impact Partner.l dan pendampingan dari TNI Angkatan Laut.

Mari dukung setiap kayuhan mereka dengan berdonasi. Jadilah bagian dari gerakan yang mengubah keberanian menjadi kepedulian, dan kepedulian menjadi dampak nyata bagi sesama. Karena mungkin kita tidak ikut berenang menyeberangi Selat Madura, tetapi kita semua bisa ikut menyeberangkan asa bagi mereka yang membutuhkan.
Terus Berdampak dan Bermakna Bagi Negeri.
Belum ada Donatur terbaru penggalang dana
Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Bantu Campaign Lainnya
Berenang Untuk Harapan: Dukung Sylvi Berenang Untuk Masyarakat Desa Timbulsloko – Demak
Sylvia DJawahir
Rp 0
48 hari lagi
Investasi Hidup, Nutrisi untuk Harapan Anak Pejuang Kanker
PT Panin Sekuritas Tbk
Rp 23.630.007
79 hari lagi
Menyelami Laut, Menyuarakan Pesisir. Elle Menyeberangi Selat Madura Untuk Masa Depan Perempuan Nelayan Desa Timbulsloko
Alyssa Gabriele Saras W
Rp 0
48 hari lagi
Gerakan Berbagi Makan Siang Gratis untuk Kaum Duafa
Berbagi Takkan Rugi
Rp 14.110.058
28 hari lagi
Desa Adat Sade Lombok Terbakar, Rumah dan Sumber Penghidupan Warga Ludes dalam Semalam
BenihBaik
Rp 1.780.004
49 hari lagi