Benihbaik_2026-07-28_17852156156a683a7f6ebc0.jpeg
Anak

Usianya Baru 3 Bulan, Rayna Sudah Berjuang Lawan Pendarahan Otak, CMV, Hingga Kerusakan Hati

Rp 0 dari Rp 17.031.000

92 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Lusiani Ayu lestari Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Saat bayi kembarku harus lahir secara prematur, aku begitu khawatir. Ketakutanku semakin menjadi ketika dokter menunjukkan air ketuban salah satu anakku berwarna keruh dan kehitaman. Sejak detik itu, kabar demi kabar buruk datang silih berganti, seolah merenggut kebahagiaanku sebagai orang tua.”

“Anakku didiagnosis mengalami pendarahan otak, anemia berat, pneumonia, infeksi berat, hingga kerusakan hati akibat infeksi yang membuat tubuh dan matanya menguning. Tak hanya itu, Rayna juga mengalami gizi buruk, infeksi virus CMV! Rasanya begitu hancur, melihat bayi yang baru saja membuka mata ke dunia sudah harus menghadapi pahitnya kehidupan.” -Lusiani Ayu lestari, orang tua Alzarayna-

Belum sempat aku memberinya pelukan hangat ketika lahir, tapi anakku, Alzarayna Tansahayu Arsi (3 bln), harus terbaring di ruang NICU rumah sakit sejak lahir. Rumah sakit menjadi hal yang sering aku lihat daripada rumah sendiri. 

Dokter bahkan sempat merencanakan pembukaan tempurung kepala anakku untuk mengeluarkan cairan pada otaknya. Namun, kondisinya terlalu lemah untuk tindakan tersebut. Tapi syukurlah, pendarahan di otak anakku menyusut. Namun, lingkar kepalanya masih terus membesar dan cairan itu bisa muncul sewaktu-waktu.

Kondisi tubuh anakku saat ini sangat lemah. Berat badannya sulit bertambah, tubuh dan matanya masih menguning, serta ia sering tersedak dan sesak setiap kali minum susu. Aku lebih sering melihatnya memejamkan mata karena waktu tidurnya lebih panjang dibanding bayi pada umumnya, tapi saat terbangun Ia akan menangis.

Setiap hari aku dihantui cemas. Dokter selalu mengingatkan jika pengobatan anakku terhenti, maka penyakit di tubuh anakku bisa mengancam nyawanya. Tiap dua minggu sekali aku membawa anakku menempuh dua jam perjalanan dari Balikpapan ke rumah sakit di Samarinda untuk kontrol rutin.

Sebagai orang tua, rasanya hatiku hancur melihat anakku menanggung begitu banyak rasa sakit. Aku hanya bisa menemani Rayna harsaat tubuh kecilnya dipenuhi selang, menjalani transfusi demi transfusi dan keluar masuk ruang perawatan. Berkali-kali aku menangis diam-diam karena takut kehilangan putriku.

Di sisi lain, keadaan ekonomi kami juga sangat terbatas. Sumber penghasilan hanya dari suamiku yang bekerja sebagai ojek online dengan penghasilan terbatas. Jika ada panggilan, suamiku juga mencuci AC atau mengambil pekerjaan serabutan agar ada tambahan biaya. 

Aku dan suami pernah menghemat uang makan, menunda kebutuhan pribadi. Meski begitu, aku memilih untuk terus berjuang demi anakku. Setiap kali melihat Rayna tetap bertahan hidup dengan tubuhnya begitu lemah, aku merasa tidak boleh menyerah. Cinta kepada putriku menjadi satu-satunya alasan untuk terus kuat.

Setiap hari aku memutar otak agar Rayna tetap bisa kontrol, untuk obat khusus yang harus dikonsumsi Rayna saja mencapai sekitar Rp12 juta untuk 60 kapsul, belum termasuk susu khusus, biaya laboratorium, dan transportasi bolak-balik ke rumah sakit.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alzarayna  tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alzarayna!   


Aktivitas donasi kosong-01

Belum ada Donatur terbaru penggalang dana

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya