Benihbaik_2026-07-15_17841079786a5753caa5789.jpeg
Anak

Sampel Darah Yunus Harus Dibawa Ke Korea Akibat Berbagai Macam Penyakit!

Rp 30.000 dari Rp 13.740.000

91 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Yunus Akbar wijaya Identitas terverifikasi user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user
anon
Lokasi Kab. Bogor

“Anakku didiagnosa terkena virus CMV! Meski obat dapat membuat virus itu tidak aktif, penyakit itu seperti bom waktu yang mengancam dan bisa muncul kembali ketika daya tahan tubuh menurun. Belum sempat aku menguatkan hati, ternyata anakku juga didiagnosa jantung bocor dan Suspek Williams-Beuren syndrome (kelainan genetik langka)."

“Sampel darah anakku harus dikirim ke Korea untuk memastikan kondisinya. Namun, kenyataannya, sekedar membeli susu khusus untuk anak saja aku tak mampu. Pernah ada hari ketika anakku harus menahan lapar selama 8 jam karena aku belum memiliki uang untuk membeli susu. Tak ada luka yang lebih dalam daripada melihat anak sendiri menangis kelaparan, sementara aku hanya bisa menangis memeluknya.” -Yuniar Eka, Orang tua Yunus-

Yunus Akbar Wijaya (2 thn) lahir dalam kondisi tubuh berwarna kuning.  Saat itu, pihak rumah sakit mengatakan tidak ada penyakit serius yang dideritanya. Namun, Memasuki usia dua bulan, tiba-tiba tubuhnya lemas, buang air besarnya tidak berwarna, dan air kencingnya tampak sangat keruh. 

Hatiku diliputi cemas dan khawatir, aku membawa anakku untuk periksa ke rumah sakit lain. Saat itulah semuanya terang sekaligus pilu, anakku terinfeksi virus dan kelainan genetik langka yang menghambat tumbuh kembangnya. Rasanya bagai dihantam berkali-kali.

Sejak itu, anakku harus minum obat yang cukup keras yang harga 1 butirnya mencapai Rp300 ribu. Virus tersebut juga membuat organ hatinya berada dalam kondisi berisiko. Pertumbuhannya jauh tertinggal, Ia sangat pendek untuk anak seusianya. Aku sendiri selalu berupaya menstimulasi anakku di rumah, berharap suatu saat ia bisa mengejar ketertinggalannya.

Di tengah keterbatasan ekonomi, ku tetap berjuang membawa Yunus berobat dari Bogor ke Jakarta menggunakan kereta. Syukurlah, selalu ada orang yang senantiasa membantu mendorong stroller anakku. Bahkan, ada orang yang baru kukenal di stasiun yang tergerak membantu biaya perjalanan setelah mengetahui kondisi anakku.

Anakku harus menjalani operasi bedah, karena amandelnya membesar dan menutup jalur napasnya, tapi biaya menjadi kendala terbesarku saat ini. Selama ini aku sudah menjual hampir semua barang elektronik di rumah demi memenuhi kebutuhan pengobatannya. Rasanya aku sudah tidak tahu lagi harus menjual apa.

Pernah waktu itu anakku harus cek laboratorium dan biayanya mencapai jutaan. Disaat aku hampir putus asa, Allah mempertemukanku dengan seseorang yang baru kukenal melalui Instagram. Setelah mendengar kisah perjuangan Yunus, orang tersebut dengan tulus membantu membiayai pemeriksaan laboratoriumnya.

Suamiku bekerja sebagai kuli bangunan harian dengan penghasilan yang sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, apalagi biaya pengobatan Yunus. Untuk membantu, aku menerima pekerjaan mencuci dan menyetrika pakaian tetangga dengan upah sekitar Rp100 ribu.

Sementara itu, aku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Yunus tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Yunus! 


pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya