Benihbaik_2026-08-24_17875653426a8c151e74619.jpeg
Kesehatan

14 Tahun Berlalu, Kakiku Semakin Lemah dan Terancam Alami Kelumpuhan

Rp 25.000 dari Rp 9.840.000

87 hari lagi

Penerima Donasi

anon
Ahmad Rusman Identitas terverifikasi user
anon
Surat Rujukan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Hasil Laboratorium Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Surat Rincian Biaya Pengobatan Tervalidasi oleh Tim Benihbaik.com user
anon
Rekening Penerima Rekening Penerima terverifikasi user

“Empat belas tahun berlalu, tetapi perjuangan itu belum juga selesai. Ketika rasa sakit kambuh, kakiku terasa panas, sakit, dan semakin lemas. Aku hanya bisa minum obat untuk meredakan keluhan yang aku rasakan.”

“Dokter juga mengingatkan bahwa apabila aku tidak berobat rutin, kondisiku bisa semakin parah dan bahkan berisiko menyebabkan kelumpuhan. Namun, keadaan ekonomi keluarga semakin sulit, di tengah usahaku untuk menjalani kontrol dan terapi.” -Ahmad Rusman (56 thn)-

Awal tahun 2012 tepatnya, aku mulai merasakan kedua kakiku lemas dan sakit. Aku kira sakitnya akan hilang sendiri, tapi perlahan sakitnya semakin mengganggu sampai aku sering terjatuh ketika berjalan. Bahkan, ukuran kakiku semakin mengecil, membuatku kesulitan menggerakkan kaki dan menjalani aktivitas sehari-hari. 

Keluarga langsung membawaku ke rumah sakit, ternyata aku didiagnosa keropos tulang dan saraf terjepit. Rasa sakitku luar biasa, sampai menjalar dari bagian bokong hingga kakiku. Tak hanya lemas, kakiku terasa sakit, panas, bahkan sampai tidak dapat merasakan apapun.

Dokter menyarankan aku untuk melanjutkan pengobatan di Jakarta. Tapi kondisi ekonomi keluargaku tidak mampu memenuhi biaya perjalanan dan pengobatan. Akhirnya, aku hanya bisa melanjutkan pengobatan di rumah sakit daerah di kawasan Tangerang. 

Saat ini, aku harus berjalan menggunakan tongkat sebagai alat bantu karena kakiku masih sakit. Dulu, ketika tubuhku masih sehat, aku bisa mencari nafkah dan melakukan berbagai aktivitas tanpa harus bergantung kepada orang lain. Terkadang aku berjualan dan terkadang menjadi sopir. 

Tapi sekarang semuanya berubah, aku sudah tidak bisa bekerja lagi. Tidak ada penghasilan yang bisa kuandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun biaya pengobatan. Selama ini, aku dan keluarga berusaha bertahan dengan menjual barang-barang berharga dan meminjam uang kepada saudara maupun tetangga. 

Anak-anakku juga sering membantu biaya sehari-hari dan pengobatanku, meski aku tahu kemampuan mereka juga terbatas. Padahal, aku harus melakukan kontrol sekitar 10-12 kali dalam sebulan. Jarak rumahku di Kampung Tajur, Banten menuju rumah sakit sekitar 50 kilometer.

Pernah aku tidak memiliki cukup uang untuk menyewa kendaraan, aku memilih mengendarai sepeda motor sendiri. Di tengah perjalanan, hujan turun. Tubuhku sudah dalam keadaan lemah, tetapi aku tetap berusaha melanjutkan perjalanan.

Namun, di tengah jalan, motor yang kukendarai tiba-tiba mogok. Aku hanya bisa terdiam dan bingung, hingga ada seorang pengendara mobil yang berhenti dan menghampiriku. Orang tersebut membantuku membawa motor ke bengkel dan membantu membawaku ke rumah sakit. Aku tidak mengenalnya, tapi kebaikannya sangat berarti. 

Kini, aku hanya ingin terus berusaha. Aku ingin tetap menjalani pengobatan dan kontrol agar penyakitku tidak semakin parah. Aku tahu perjalanan ini masih panjang. Tapi selama masih ada kesempatan untuk berobat, aku tidak ingin menyerah.

Aku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. 

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Ahmad tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Ahmad!  

pak

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana

Fundraiser

gamber-fundraiser

Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!

Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.

Jadi Fundraiser

Bantu Campaign Lainnya