Selain Kena Kista, Ibu Sulastri Juga Alami Tubecoloma yang sudah Menyerang Otaknya
Rp 770.007 dari Rp 6.516.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
Perkenalkan, aku Slamet, ingin menceritakan perjuangan istriku, Sulastri (51 thn), yang menghadapi penyakit mengerikan selama lima tahun terakhir. Bermula dari gejala yang tampak sederhana, istriku tidak mengalami haid selama 3 bulan. Siapa sangka, ternyata keluhan itu menjadi perjalanan panjang dan penuh air mata.

Saat periksa ke rumah sakit, ternyata ada kista di kandungan istriku. Demi menyelamatkan hidupnya, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan kandungan. Namun, kenyataan yang terungkap setelah operasi jauh lebih mengejutkan.

Ternyata ditemukan tuberculoma alias benjolan akibat infeksi bakteri TBC pada ususnya. Istriku pun menjalani pengobatan, tapi harapan sembuhnya kembali diuji ketika dokter menemukan bahwa infeksi tersebut juga sudah menyerang otak sebelah kirinya.

Sejak itu, penderitaan istriku semakin menjadi-jadi. Ia sering mengalami kejang pada sebagian tubuhnya dan perlahan merenggut kemampuannya untuk beraktivitas. Kakinya juga sering membengkak, tubuhnya melemah dan yang paling menyakitkan, Ia tak lagi mampu berjalan sendiri.

Hal-hal yang dulu terasa sederhana dilakukan, kini menjadi perjuangan besar. Sekedar untuk mandi, memasak, buang air kecil maupun besar, istriku membutuhkan bantuan orang lain. Tidak ada lagi istriku yang aktif dan mandiri seperti dulu, hal itu begitu mengiris hatiku.

Namun, istriku tak pernah menyerah pada keadaan dan semangat untuk sembuh. Setiap hari Ia berusaha melatih kakinya, mencoba melangkah kecil, berjemur di bawah matahari, hingga menjalani fisioterapi rutin. Ia selalu ingin bisa kembali berjalan dan menjalani hidup seperti dulu.

Tak hanya berikhtiar secara medis, istriku juga memperkuat dirinya dengan doa. Hampir setiap malam ia bangun untuk menunaikan sholat tahajud. Dalam sujud-sujud panjangnya, ia memohon satu hal yang sama: kesembuhan. Ia percaya bahwa tidak ada doa yang sia-sia, dan tidak ada ujian yang diberikan tanpa harapan.


Penghasilanku sering hanya Rp15 ribu sehari, kadang itu dari kerja sebagai pengantar makanan, kuli panggul di pasar dan kebutuhan lainnya. Jangankan untuk berobat, untuk kebutuhan sehari-hari saja sangat kurang.

Tak jarang aku mengetuk pintu ke pintu tetangga, memohon agar diberikan pekerjaan sambil menangis. Di tengah keputusasaan itu, keajaiban Tuhan sering turut campur tangan, terkadang ada yang memberikanku pekerjaan untuk membersihkan rumah. Syukurlah, aku dapat biaya untuk istriku berobat.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sulastri tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sulastri !

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Mari Tuntaskan Tbc Di Indonesia
I Wayan Sugamiasa
Rp 0
303 hari lagi
Ma, Aku Ingin Bisa Berjalan dan Sekolah Lagi
Dewi Sri Agustina
Rp 18.905.589
21 hari lagi
Kemaluannya Mengeluarkan Cairan Menyengat, Ibu Ratiah Berjuang dari Kanker Serviks
Ratiah
Rp 1.260.000
38 hari lagi
Dimulai dari Rasa Gatal Luar Biasa, Aku Ketahuan Mengalami Kanker Payudara!
Evi Novianti
Rp 9.817.012
47 hari lagi
Tubuh Amru Kini Tinggal Tulang Dibalut Kulit, Kondisinya Makin Parah Usai Operasi
AMRU 06
Rp 9.293.008
34 hari lagi
