Dari Sopir Angkot Menjadi Terbaring Tak Berdaya, Suamiku Masih Berjuang Melawan Tumor
Rp 380.000 dari Rp 7.550.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Dulu, suamiku bekerja sebagai sopir angkot dengan penghasilan tak menentu. Di waktu senggangnya, Ia juga berjualan bensin eceran demi dapur keluarga kami tetap ngebul. Kini, semua tinggal kenangan. Dokter memintanya berhenti bekerja dan beristirahat total. Sejak saat itu, suamiku hanya bisa menahan sakit di rumah.”

“Aku menjadi satu-satunya tulang punggung menggantikan suami. Aku bekerja sebagai asisten rumah tangga yang penghasilannya sangat terbatas. Ada saat-saat ketika aku hanya bisa memeluknya sambil menangis, karena tak memiliki ongkos untuk membawanya berobat. Rasanya begitu menyakitkan melihat suamiku terus keskitan.” -Khotimah, Istri dari Suhaeril-

Tak pernah ku sangka! Benjolan kecil yang muncul di leher suamiku, Suhaeril (45 thn), perlahan merenggut kehidupannya. Benjolan itu muncul saat suamiku berusia 41 tahun, awalnya terasa tidak berbahaya. Jadi suamiku mengabaikannya dan tetap bekerja seperti biasa.

Namun, hari demi hari benjolan itu kian membesar. Rasa nyeri yang awalnya muncul sesekali, mulai menjalar ke leher hingga kepala suamiku. Setiap kali Ia bekerja, Ia terpaksa berhenti di tengah jalan karena rasa sakit tak tertahankan menghentikan tubuhnya.
Lehernya terasa kaku, kepalanya berdenyut hebat, sementara tubuhnya semakin lemah. Melihat kondisinya yang terus memburuk, aku akhirnya membawanya ke puskesmas di kampung. Saat itulah semua kenyataan pahit terungkap!

Dokter menyampaikan kabar yang membuatku kehilangan harapan, ternyata ada tumor di lehernya! Suamiku akhirnya harus menjalani operasi pengangkatan tumor, tapi ternyata perjuangannya tak berhenti sampai disitu.

Setelah operasi, penyakit itu kambuh kembali. Suamiku malah kembali merasakan sakit luar biasa di leher bekas operasinya. Lehernya juga kaku lagi, bahkan Ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Akhirnya, Ia butuh bantuan untuk melakukan aktivitas apapun.
Sejak sakit, suamiku menjadi pribadi yang lebih diam. Aku sangat sedih menyaksikan Ia tak berdaya, tapi aku tak berhenti menunjukkan perjuanganku dan rasa cintaku yang tulus agar Ia juga semangat untuk kesembuhanku.

Namun, pengobatannya masih panjang dan biaya menjadi hambatan besar. Tak jarang aku juga meminjam uang kepada keluarga agar suamiku bisa berobat. Bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari tak jarang kami dibantu saudara dan tetangga.
Meski pengobatan suamiku ditanggung BPJS, tapi masih ada biaya yang harus diperjuangkan sendiri. Jarak ke rumah sakit cukup jauh, biaya transportasinya mahal. Selain itu, aku juga butuh biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya.
#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Suhaeril tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Suhaeril!

-
Pencairan Dana Rp 134.950
Ke rekening ****0233100 a/n Khotimah
Dana digunakan untuk 1. Susu Entrasol Rp120.000 2. Tisue kering Rp15.0002026-09-17 10:44:30
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Tak Lagi Mampu Narik Ojek, Tubuh Ayah Sering Menggigil Akibat Menahan Sakit Diabetes
Siti Nuratiah
Rp 985.000
66 hari lagi
5 Tahun Berjuang dari Gagal Ginjal Stadium 5! Pak Arif Kesulitan Melanjutkan Pengobatan
Arif hidayat
Rp 1.965.002
28 hari lagi
Dikira Cuma Keseleo Biasanya, Ternyata Ada Tumor Sel Raksasa di TUlang Tumit Aji
Aji Gunnawan
Rp 1.911.002
47 hari lagi
Di Tengah Sakit Hipertiroid, Bu Siska Harus Merawat Suami Stroke dan Anak Disabilitas
Siska Aryani
Rp 820.004
57 hari lagi
25 Kali Jalani Radioterapi Akibat Kanker, Maemunah Tetap Bertahan Demi Anak
Romy Normal,SE
Rp 510.000
58 hari lagi
