7 Tahun Menanti Kehadirannya, Anakku Malah Didiagnosa Atresia Bllier dan Jantung Bocor!
Rp 2.529.008 dari Rp 20.706.000
Penggalang Dana
Penerima Donasi
“Setelah 7 tahun menanti dengan doa dan harapan, akhirnya aku dikaruniai buah hati pertamaku. Ironisnya, kebahagiaan itu meredup ketika anakku didiagnosa penyakit langka yang mematikan, atresia billier. Tak berhenti sampai disitu, anakku juga didiagnosa penyakit jantung.”

“Di balik tubuh kecilnya yang lemah, ia sudah melewati masa kritis yang begitu berat, bahkan saat operasi yang dijalani dinyatakan gagal. Kini, anakku harus cangkok hati! Aku sebagai orang tua akan tetap berjuang, demi anakku bisa tumbuh besar dalam keadaan sehat.” -Siti Aisyah, Orang tua Nada-

Setiap malam anakku, Nada Putri Masruri (2 thn), hampir tak pernah benar-benar tidur. Ia sering menangis karena rasa tidak nyaman di tubuhnya. Aku hanya bisa memeluknya, mencoba menenangkan, meski hatiku juga hancur melihatnya menderita.

Tubuh anakku sangat kurus dan ringkih, karena nutrisinya tidak terserap dengan baik. Ia tidak bisa berjalan dan sering menangis, tapi bukan karena ingin bermanja dengan orang tuanya, tapi karena Ia selalu merasa ada yang salah pada tubuhnya.

Penyakit ini bermula saat tubuhnya tampak menguning dan kotoran BAB-nya berwarna pucat. Dokter kemudian menjelaskan bahwa saluran empedu di tubuh anakku tidak terbentuk dengan sempurna atau mengalami sumbatan, sehingga perlahan merusak organ hatinya.

Aku mencoba berharap anakku menjalani terapi obat yang disarankan dokter, tapi harapan itu perlahan menyusut ketika tubuh anakku tak merespon. Perutnya terus membuncit karena organ hatinya membengkak. Gatal tak tertahankan di seluruh tubuhnya membuatnya tidak sengaja melukai wajahnya sendiri karena garukan.

Di tengah kecemasan itu, aku semakin terpukul karena Ia juga didiagnosa sakit jantung. Akibatnya, Ia jadi sering sesak napas dan mudah lelah. Di tengah penyakit berat yang menyusul datang, anakku harus menjalani operasi kasai untuk empedunya yang tersumbat.

Namun, operasi yang dijalani anakku dengan taruhan hidup dan mati itu gagal! Dokter mengatakan langkah terakhir dan satu-satunya hanyalah transplantasi hati. Hati kami hancur, tentu. Tapi jika aku lemah, bagaimana dengan anakku?

Biayanya besar dan kondisi gizi anakku belum optimal, langkah itu luar biasa berat bagiku. Aku sudah menjual perhiasan, motor, bahkan menghabiskan tabungan untuk pengobatan anakku selama ini. Suamiku hanya pegawai di rumah sakit, sedangkan aku hanya guru TK. Penghasilan kami tak sebanding dengan biaya pengobatannya yang sangat besar.

Sementara itu, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.

#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Nada tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Nada!

Belum ada aktivitas terbaru penggalang dana
Fundraiser
Bantuan itu bukan sekadar uang lho, TemanBaik!
Dengan menjadi Fundraiser, kamu bisa mengumpulkan uang untuk galang dana ini dengan mengetuk hati teman-temanmu yang ingin membantu.
Bantu Campaign Lainnya
Setelah Kehilangan Bayiku, Aku Divonis Gagal Ginjal Stadium 5
Elisa Agus Seti Yani
Rp 755.002
13 hari lagi
Aku Menggendong Tubuh Lemah Anakku Naik Angkot Demi Pengobatan Jantungnya
Shanique angria rachmana
Rp 1.235.000
75 hari lagi
Bantu Jantung Gavin Bocor
Gilang Ramadhans
Rp 0
38 hari lagi
Berkali-kali Mengandalkan Receh untuk Membawa Abinawa Berobat, Aku Berharap keajaiban!
Atirahmayanti 84
Rp 1.555.000
66 hari lagi
Organ Hati Ahmad Rusak dan Perutnya Bengkak Nyaris Pecah Akibat Atresia Billier
Wulan Puji Lestari
Rp 52.163.019
4 hari lagi
